Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 106 (Revised)


__ADS_3

...Season 4: Bab 06. Pertengkaran Siska dan Paul....


Beberapa hari kemudian, Juan menjadi terkenal lantaran sosok nya yang tampan juga pintar tidak hanya itu saja banyak siswi yang mengaguminya.


Salah satu nya Siska. Kakak kelas Juan yang menghina juga menyuruh pacar nya Paul untuk menghajarnya. Namun, masa lau berubah.


Siska menatap lembut dan tersenyum manis kepada Juan. Namun, Juan tidak begitu mempedulikan nya.


Tidak hanya Siska yang berubah, Alexa pun jiga berubah yang mana dia sedikit menjaga jarak dengan Jaya sedangkan Jaya sendiri dijauhi oleh teman-temannya.


Perubahan ini membuat Juan tersenyum. "Andai saja dari awal, aku bisa berpikir jernih namun, jika aku tidak melewati lingkaran dendam. Aku tidak akan bisa mengenal Alice," batin Juan.


Pada saat jam istirahat, kantin sekolah dikejutkan oleh pertengkaran Siska dan Paul. Teriakan dan makian terus terdengar seakan-akan dunia milik mereka tanpa mempedulikan murid yang lain.


"Dasar jlang!" seru kesal Paul yang hendak menampar Siska.


Namun, dihentikan oleh Juan dengan memegang tangan nya dengan erat.


"Kak, Paul. Apa tidak malu memukul wanita?" ucap Juan dengan tatapan tajam.


"Apa katamu, sampah?!" jawab Paul yang mencoba melepaskan diri dari genggaman tangan Juan namun, tidak berhasil.


"Di Kamurocho, pria seperti mu sudah babak belur dan melucuti semua pakaianmu," ancam Juan.


"Ngomong apa kamu?! lepaskan!" ucap Paul.


Siska yang ada disamping Juan dan Paul hanya terdiam dan mematung.


Mendengar itu, Juan melepaskan Paul dan mundur beberapa langkah.


"Bagaimana kamu sudah mengerti?" tanya Juan.


"Bgsat!" seru kesal Paul dan langsung melesatkan pukulan kearah Juan.


Juan yang melihat itu sontak mengambil tangan nya dan memaksanya menaruh di punggung serta menempelkan nya ke tembok seperti layaknya seorang polisi dan menangkap pelaku.

__ADS_1


"Lepaskan! Bancl, bertarung yang adil!" seru Paul yang mencoba melepaskan penguncian dari Juan.


"Aku malas bertarung dengan mu," jawab santai Juan.


Sesaat itu juga, Alexa menghampiri Siska dan menanyakan kondisi nya.


"Kak Siska, kamu baik-baik saja?" ucap Alexa.


Siska tersenyum dan mengangguk kepalanya. Pandangan yang awalnya melihat Alexa, dia pun kembali memandangi Juan.


Secara kebetulan, Juan juga melihat dan tersenyum kepada nya. Setelah itu, Juan pun melempar Paul ke luar.


Tidak lama, Bu Rini datang memisahkan perkelahian. "Hentikan! Ada apa ini? kalian berkelahi?" seru Bu Rini.


"Tidak, aku dan kak Paul hanya bercanda dan kebetulan kak Paul terjatuh," Juan melihat kearah Paul, "Benarkan, kak Paul?"


Paul pun sontak berdiri dan mengangguk kepalanya, "Iya, Bu. Tidak ada perkelahian. Iya kan semua?" ucap Paul seraya melihat semua murid.


Semua murid menganggukkan kepalanya.


"Iya, Bu!" jawab serempak para murid.


Sesudah itu, Paul pergi meninggalkan Juan dan lainnya. Begitu pun para murid yang menonton.


Sedangkan, Juan menghampiri Siska.


"Kak Siska, kamu baik-baik saja?" tanya Juan.


"Iya, Juan. Terimakasih," jawab Siska.


Setelah itu, Siska, Alexa dan Juan duduk bersama. Disana Siska menjelaskan bahwa pertengkarannya itu disebabkan oleh Paul yang selingkuh dan Siska baru mengetahui hal itu.


Juga tidak sekali itu, Paul melakukan kekerasan ada yang terlihat oleh Alexa pergelangan tangan nya yang memar.


"Luka ini?!" kaget Alexa.

__ADS_1


"Iya, ini dari nya," jawab pelan Siska.


"Pria brngsek!" umpat Alexa.


Dari dahulu, Juan sangat tidak suka melihat wanita yang terluka apalagi sampai memar-memar yang dialami oleh Siska. Maka, Juan memutuskan untuk membantunya.


"Kak Siska, ayo kita ke rumah sakit! obat di UKS tidak bisa menyembuhkan luka kakak!" seru Juan.


"Aku sudah tidak apa-apa, Juan," jawab ngelak Siska.


"Ya sudah, aku telepon ambulan saja!" ucap Juan seraya mengambil ponsel.


Alexa yang mendengar itu, dia pun memperkuat ucapan Juan, "Kak Siska, ayo!"


"Tapi, masih jam pelajaran?" sambung Siska.


"Tidak apa-apa, aku akan meminta izin kepada guru," jawab Juan.


Sesudah itu, Juan mengantarkan Siska dengan motornya ke rumah sakit dan setibanya disana, Siska diberikan perawatan dan obat tanpa terasa malam pun tiba yang mana Juan juga mengantar pulang Siska.


"Juan, terimakasih buat semuanya dan Aku minta maaf buat semuanya!" ucap Siska yang berdiri disamping Juan.


Sedangkan, Juan masih duduk dimotornya dengan masih memakai helm, "Sama-sama juga aku tidak memikirkan hal itu. Jadi untuk apa minta maaf," jawab Juan.


Siska yang mendengar itu, dia pun tersenyum lebar. "Kamu memang pria yang baik."


"Sudah malam, aku pulang dahulu," pamit.


"Iya, hati-hati dijalan!" ucap Siska seraya melambaikan tangan nya.


Sesudah itu, Juan pun pergi melajukan motornya.


...# Extraordinary System #...


...# Revised #...

__ADS_1


__ADS_2