
...Season 5: Extraordinary Era...
...Bab 01. Dua tahun kemudian....
Dua tahun kemudian ...
Di Milenium Tower, Kamurocho. Seorang pria tinggi yang tertutup wajah dengan jubah panjang masuk kedalam menara.
Sosok yang mencurigakan itu membuat salah satu petugas keamanan menghampiri nya.
"Ada urusan apa kamu disini?"
Pria itu tidak menjawab malah mengeluarkan pistol kedap suara dan menembaki Petugas keamanan..
Ciung!
Dalam sekejap petugas keamanan itu terjatuh ke lantai dengan berlumuran darah dan membasahi lantai.
Petugas keamanan yang lain juga ada beberapa anggota Yakuza disana sontak mengepungnya dan menodongkan pistol kearah Pria mencurigakan.
"Kisama, Apa yang kamu lakukan?!" teriak salah satu Yakuza.
Pria itu tidak menjawab, dia pun mengambil pistol satunya lagi dan menaikinya lalu, berjalan pelan seraya menembaki para Yakuza dan Petugas keamanan.
Ciung! Ciung!
Para Yakuza pun tidak tinggal diam, mereka juga melesatkan tembakan kearah Pria mencurigakan. Namun, tembakan para Yakuza tidak efektif itu untuk pria mencurigakan. Semua tembakan seakan-akan para Yakuza menembaki zat perak.
Meski begitu, para Yakuza tidak gentar dan Pria mencurigakan tetap menembaki semua orang yang menghalanginya.
Langkahnya tidak terhentikan sampai di ruang kerja dari Goro Dojima. Lalu, pria mencurigakan itu menembaki kepala dari Goro dojima. Dalam sekejap, Goro Dojima tumbang dengan peluru bersarang di kepala nya.
__ADS_1
Sesudah melihat Goro Dojima benar-benar mati. Pria mencurigakan mengambil ponsel nya.
"Misi. Selesai. Goro Dojima telah di eliminasi," ucap pria mencurigakan.
"Kembali ke titik awal!" jawab pria dari balik ponsel.
"Dimengerti!" jawab pria mencurigakan.
Tidak lama kemudian, Dago masuk kedalam ruang kerja Goro Dojima yang membuka pintu.
"Ayah!" seru Dago dan dia pun terkejut melihat ayahnya sudah terkapar dengan berlumuran darah di kepala nya. Melihat itu, Dago sontak melihat kearah dekat ayahnya yang mana dia melihat sosok pria mencurigakan.
"Konoyaro!" seru Dago yang sontak melesatkan tembakan kearah pelaku namun, tembakan itu meleset dan pria mencurigakan melarikan diri melalui jendela.
Dago yang ingin mengejarnya mendekati jendela namun, sosok nya sudah tidak terlihat.
"Monster macam apa dia yang mampu meloncat dari lantai 40?!" gumam kesal Dago.
"Ayah?!" seru Dago lalu, dia melihat kearah anak buahnya. "Kamu cepat hubungi Alina!"
"Baik!" jawab salah satu anak buahnya dan bergegas mengambil ponsel.
Ditempat yang berbeda Alina sedang menghadiri sebuah pertemuan kenegaraan di MJICC dan sedang menonton sebuah video yang ditampilkan pada layar besar.
Video itu menjelaskan tentang Juan seorang pemuda jenius yang mendapat gelar profesor MIT pada umur 20 tahun dengan kuliah satu tahun.
Sesudah itu, Juan berkarier di dunia Robotic yang mana Juan berhasil menciptakan series Humanoid pertamanya, Kara.
Robot Humanoid yang memiliki kemiripan dengan manusia mencapai 80 persen dengan kemampuan program super AI dan pencapai itu membuat Saga Indraguna tertarik untuk melakukan investasi untuk mengembangkan Robotic lebih maju.
Pencapaian itu belum memuaskan Juan yang gila akan pengetahuan teknologi maka dari itu, Juan belajar dan bekerja sama dengan beberapa instansi diantara nya Stark Industries dan Wakanda.
__ADS_1
Sehingga membuat Metropolis Jakarta menjadi kota Robotic pertama di dunia. Hal itu membuat Juan mendapatkan penghargaan seorang patriot seperti Tony Stark.
Video pun berakhir dan Saga pun naik ke panggung lalu, memberikan pidatonya.
" .... Mari kita sambut, Juan Prakoso!" seru Saga.
Namun, Juan tidak datang bahkan Saga melihat Alina. Dia tersenyum dan mengelengkan kepalanya.
"Ya, dia tidak hadir mungkin sedang sibuk untuk membuat robot baru. Semoga saja tidak membuat yang aneh-aneh," ucap Saga.
Pidato Saga itu membuat semua para hadirin tertawa.
Tidak lama, ponsel Alina berdiri dan dia pun mengangkat nya yang mana membuat dirinya terkejut.
"Apa? ayah tertembak! Baiklah, aku akan hubungi. Juan!" jawab Alina dan langsung mematikan ponsel nya.
Sesudah itu, Alina menelepon Juan namun, tidak kunjung diangkat. "Aaaa, Sial! pria bodoh!" umpat pelan Alina.
Beberapa saat kemudian, Alina mendapatkan chat dari seseorang yang dipercaya nya.
[ Aku telah melakukan perawatan kepada Tuan besar Goro Dojima di Capsule Nano Machine. ]
Alina yang melihat itu tersenyum dan bernafas lega. Lalu, Alina pun membalas chat tersebut.
[ Terimakasih, Rendy. Aku mengandalkan mu.]
Seusai membalas Chat itu, Alina memasukan kembali ponselnya kedalam tas nya lalu, melipat tangan dan mengomel sendiri.
"Sedang apa sih, si bodoh itu!" gumam kesal Alina.
...# Extraordinary system #...
__ADS_1