Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 78


__ADS_3

...Season 2 - Bab 28. Penyelamatan Dago...


Pada malam Jin menemukan Dago yang dibawa oleh beberapa Yakuza. Dia pun sontak pergi ke lokasi namun sebelum itu, Jin bangun dengan pelan dan merebahkan Alice di sofa.


Lalu, Jin mengeluarkan seragam phantom nya. Tanpa disadari Jin, Alice melihat Jin sedang berganti baju phantom.


"Berhati-hati lah, Jin!" batin Alice.


Seusai Jin berganti baju, Alice menutup mata lagi dan berpura-pura tidur. Lalu, Jin yang melihat Alice masih tertidur. Dia pun perpamitan.


"Aku pergi," ucap pelan Jin. Sesudah itu, Jin meninggalkan apartemennya.


Alice membuka mata nya lagi, "Pulanglah dengan selamat!" jawab pelan Alice saat melihat Jin keluar pintu.


Setibanya diluar, Jin mengeluarkan motornya. Lalu, dia pun pergi ke lokasi tempat dimana Dago disandera.


Lokasi penculikan itu berada tidak jauh dari Kamurocho di gedung tua yang besar dan memiliki 5 lantai yang tidak digunakan. Jin pun berhenti disana lalu masuk kedalam gedung itu dan Jin disuguhi oleh empat gangster yang berpakaian Track suit (Pakaian Olahraga) disana yang sontak beranjak diri dan mengeluarkan pisaunya.


"Siapa kamu?!" seru salah satu gangster


Jin pun tidak menjawab dan melanjutkan langkahnya. Namun para gangster menghalangi Jin dan langsung melesatkan serangan pisaunya dari belakang. Jin sontak bergerak kesamping dan menangkap tangan nya lalu, Jin memutarkan badanya setelah itu melesat serangan tapak ke badannya hingga gangster itu terpental.


Ketiga gangster lainnya juga tidak berdiam diri, serangan pun datang dari sisi kanan Jin. Menyadari serangan itu, Jin menghadap ke kanan lalu, membungkuk sedikit badan nya dan melesat kan tinju kearah perut gangster yang membuat nya terjatuh. Serangan tidak berhenti disitu, Jin melakukan serangan tendangan memutar kepada gangster di sisi kirinya yang mengenai tepat pipinya hingga gangster itu terjatuh dan tidak sadarkan diri. Serangan masih berlanjut lagi, seusai Jin menendang gangster. Jin memutarkan badannya menghadap Gangster yang terakhir yang ingin mengayunkan pedang kecil kepada Jin tapi Jin lebih cepat dengan memukul uppercut kepala nya gangster itu terjatuh kebelakang.


Dan, petarungan pun berakhir.


Jin melanjutkan langkahnya naik lantai dua. Setibanya disana, Gangster yang lain menghalangi langkahnya namun, Jin dengan mudah mengalahkan nya. Jin pun terus naik dan setibanya dilantai tiga, Jin di suguhi oleh gangster yang menodongkan pistol kearah pintu luar dan saat Jin masuk, dia sontak melesat kan tembakan.


Dor!


Menyadari itu, Jin dengan refleks menghindarinya dan menempel pada dinding dekat pintu. Jin yang melihat itu, dia juga mengambil pistol dari fitur [Gudang] dan menembak kedepan dengan teknik peluru melengkung sontak tembakan itu mengenai gangster.


Jin pun melanjutkan langkahnya ke lantai empat yang mana ada beberapa gangster yang mengunakan senjata berat disana. Melihat Jin, para gangster melesatkan tembakan beruntun kearah Jin dan Jin pun tidak tinggal diam, dia mengeluarkan fitur [Phalanx] untuk menahan semua peluru yang datang kepadanya dengan menggunakan tangan kirinya hingga terbentuk seperti perisai transparan sedangkan tangan kanan Jin menembaki para gangster tersebut.

__ADS_1


Ciung! Ciung!


Para gangster itu pun terjatuh terjatuh dan geram kesakitan. Jin tidak mempedulikan nya dan terus melangkah hingga ke lantai lima setibanya disana, Jin melihat Dago yang sedang diikat dan mulutnya ditutup oleh topeng besi. Di ruangan itu, Dago tidak sendiri. Ada seorang berkostum penuh dengan topeng tengkorak, dia membawa pedang dan perisai sedang berdiri seakan-akan menunggu kehadiran Jin.



Sesaat melihat Jin, sosok biru itu menyerang Jin dan melesatkan ayunan pedang nya. Jin pun juga tidak tinggal diam, dia melesatkan tembakan kepada nya namun, tembakan Jin di tahan oleh perisainya. Begitupun ayunan pedang sosok biru itu, Jin pun berhasil menghindari nya dengan melompati pedang itu dan berdiri dibelakang sosok biru itu. Jin pun tidak berhenti di situ, dia melesatkan serangan lanjutan dengan melompat dan menendang secara beruntun ke arah wajah sosok biru. Namun, lagi-lagi serangan Jin dipatahkan dan sosok biru itu mementalkan Jin dengan dorongan perisai nya ke sisi ruangan.


Jin pun terpental hingga tembok disisi ruangan itu hancur berlubang. Jin pun sontak berdiri kembali dan kali ini, dia mengeluarkan senjata AMP lalu, melesatkan nya kearah sosok biru tersebut.


Segala tembakan berhasil dihalang oleh perisainya dan sosok biru itu berjalan pelan sambil menangkis tembakan. Lama kemudian, sosok biru itu melemparkan perisainya kearah Jin.


Jin pun sontak mengeluarkan fitur [Phalanx] untuk menahan laju perisai dan perisai itu pun masih melayang diudara. Sosok biru yang melihat itu, dia pun bergegas mengambil busur dan melepaskan anak panah nya kearah Jin.


Jin pun sontak meniadakan Phalanx nya dan mengambil perisai itu. Lalu, Jin menahan anak panah itu dengan perisai yang diambilnya nya namun, panah itu bukanlah panah biasa melainkan panah bom dan meledak saat panah menyentuh perisai.


BOM!


Ledekan hebat pun terjadi.


Jin pun tidak menghentikan serangannya di situ, Dia pun melemparkan perisai kearah sosok biru namun, sosok biru itu melompat dengan tangan nya seperti katak lalu, berputar diudara yang membuatnya bisa jongkok dengan satu kaki diluruskan kesamping.


Melihat lawan nya yang begitu kuat, sosok biru itu gegas berdiri dan mengambil perisai miliknya. Sesudah itu, dia pun berlari kesamping dan melarikan diri melalui jendela.


Jin pun membiarkan nya lantaran dia fokus kepada Dago. Maka dari itu, Jin menghampiri Dago, melepas ikatan tangan dan bibirnya. Awalnya Dago ketakutan melihat Jin yang masih memakai masker hitam dan saat Jin membukanya, kekhawatiran Dago pun menghilang.


"Dago -san. Kamu baik-baik saja?" tanya Jin.


"Iya, aku baik-baik saja tapi, Hakuro -Jiji. Dibawa ditempat terpisah," jawab Dago.


Jin pun berdiri dan memberikan tangannya. Lalu, Dago pun meraihnya dan berdiri.


"Dago -san, tenang saja! kita akan mencari dan menyelamatkan nya," ucap Jin.

__ADS_1


Dago memegang bahu Jin, "Ehm, aku percaya kepadamu dan kamu memang orang yang kuat bisa bertarung seimbang dengan pembunuh kelas dunia."


"Ehh? apa maksudnya?"


Dago melihat ke jendela, "Seperti seseorang telah bekerja sama dengan mafia Rusia dan menyewa Black Widow."


"Black Widow?"


"Organisasi pembunuh kelas dunia dan yang kamu lawan salah satu Black Widow yang kuat, Task Master."


"Oh, begitu," jawab Jin.


"Jin, lebih baik kita pergi dari disini sebelum gangster yang lain datang!" seru Dago.


"Aku mengerti, silahkan ikut aku!" seru Jin.


"Hah?" respon heran Dago.


Jin pun tidak mempedulikan respon itu. Lalu, Jin menghampiri kaca jendela dan mengunakan fitur [Gate] pada kaca itu sehingga kaca jendela menjadi gel yang tembus ke apartemen Jin.


Setibanya di apartemen Jin, Dago terheran-heran hingga dia berbalik badan dan memeriksa kaca itu yang sudah kembali seperti sedia kala.


"Jin, apa yang telah kamu lakukan?"


"Just Trick magic!" jawab Jin.


"Eh?" gumam Dago.


Sesaat kemudian, Alice pun datang dengan sambutan hangat.


"Kakak Dago, selamat datang kembali!" sapa Alice.


Dago yang melihat Alice, dia pun membuang rasa penasaran dan menjawab Alice, "Iya, aku sudah kembali," jawab Dago yang tersenyum.

__ADS_1


...# Extraordinary System #...


__ADS_2