Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 112


__ADS_3

...Season 4: Bab 12. Rencana Alina...


Beberapa saat setelah pertemuan para murid dan guru. Alina mengajak Juan untuk berkenalan dengan Marcella dan Alex.


Saat itu, Marcella dan Alex sedang jalan bersama lalu, dari kejauhan Alina memanggil mereka.


"Marcella!" sapa Alina.


Langkah Alex dan Marcella terhenti oleh suara Alina dan dia menoleh kebelakang. Saat Marcella melihat Alina sontak dia melontarkan senyuman.


"Alina!"


Marcella dan Alina saling mendekat lalu berpelukan yang mana dibelakang diikuti oleh Juan dibelakang Alina dan Alex dibelakang Marcella.


Pelukan itu tidak lama dan mereka saling berbincang kecil. Ditengah pembicaraan, Alex memotong.


"Hei, Alina. Apa kabar?" sapa Alex.


Saat Alex menyapa, Alina melirik nya dengan tajam dan menjawab dingin. "Baik."


Alex menatap heran kearah Alina lantaran sikap dingin Alina yang dia tidak ketahui alasannya.


Sesaat kemudian, Marcella melihat Juan dengan tatapan genit. "Alina, siapa pria tampan ini?"


"Oh, dia Juan Prakoso. Pacar ku!" ucap bangga Alina.


"Oh, kamu memang cerdas memilih pacar." Marcella melihat kearah Juan, "Hei, aku Marcella." ucap Marcella yang memberikan tangannya.


Juan membalasnya dengan senyuman serta menerima tangan Marcella, "Juan Prakoso."


Juan dan Marcella saling bertukar senyum.


Tidak lama, Alex menyela. "Mungkin kah? kamu Juan peraih peringkat pertama dalam ujian masuk."


Alina yang mendengar itu, dia pun memotong pembicaraan, "Iya." Alina melihat kearah Juan, "Dia pria yang paling cerdas, kuat dan baik. Maka dari itu, aku sangat mencintai nya."


Juan membalasnya ucapan Alina itu dengan senyuman. Lalu, Juan memberikan tangannya kepada Alex.

__ADS_1


"Iya dan itu mungkin kebetulan saja. Nama ku Juan, salam kenal!"


Alex tersenyum dan memberikan tangannya. "Alex, salam kenal juga! Semoga kita bisa menjadi teman baik!"


"Aku juga mengharapkan seperti itu."


Seusai perkenalan itu, Juan dan Alina pergi bersama ke ruang administrasi untuk mengambil kebutuhan sekolah. Lalu, mereka berpisah di asrama.


Seperti masa lalu sebelum nya, Juan sekamar dengan Tae Woong dengan berteman dekat. Lalu, ber walikelas kan Bu Anastasia yang menjelaskan tentang poin serta berkenalan dengan seorang wanita periang dari Imperial Japan, Haruka dan makan dikantin sesuai dengan peringkat.


Juan dan Alina menjalani kehidupan yang ada sampai seminggu kemudian, ujian pertama diadakan yang mana Juan mendapatkan peringkat pertama sedangkan, Alina peringkat kedua.


Tidak hanya itu saja, Alina berhasil merubah takdirnya dengan tidak lagi menjual soal jawaban untuk Alex dan Marcella. Mereka pun tidak mempermasalahkan lantaran adanya Bu Anita.


Sosok guru curang yang mana dia pelaku yang menabrak kedua adik Juan.


Seusai ujian, keesokan harinya. Alina datang ke atap yang mana Juan terbiasa menyendiri disana.


Setibanya disana, Alina melihat Juan yang sedang merebahkan diri di lantai dengan kedua tangan jadi bantalan nya serta buku pelajaran jadi penutup wajahnya.


Juan tidak mendengarkan ucapan Alina lantaran dia terfokus dengan yang lain.


"Hah, putih."


Alina yang mendengar ucapan Juan menaruh curiga dan menoleh kebawah yang mana wajah Juan tepat berada di bawah rok nya dan dia sedang mengintip clna dlam nya.


"Aishh ... Dasar msum!" ucap Alina sambil menjatuhkan buku Juan tepat di wajahnya.


Buk!


"Aduh!" gumam Juan yang sontak bangun lalu, melihat kearah Alina. "Kenapa Alina?"


"Kapan kamu akan bocorkan tentang kebocoran soal?" tanya Alina.


Juan menghela nafas panjang, "Alina sudah biarkan saja. Jika kita menangkap Bu Anita sekarang Bu Maya pasti melindungi nya dan Alex juga akan mengincar mu lagi," jawab Juan.


Alina bertolak pinggang, "Oi, Aku bukan Alina Naysa yang dulu. Aku ini putri dari Yakuza juga penyihir central murid dari penyihir Wong."

__ADS_1


"Iya, ya. Tapi, di mata ku. Kamu tetap lah Alina yang sama tidak berubah sedikit pun."


Alina tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke samping, "Cihh ... Kamu bicara yang tidak-tidak."


Juan tersenyum lebar melihat sikap Alina.


Tidak lama Alina terpikir sesuatu, "Hei, Juan. Aku terpikir sebuah cara. Bagaimana kalau kita suap Bu Anita?"


Juan yang mendengar itu, dia sedikit terkejut. "Menyuap?"


Alina dengan penuh semangat menyamakan ketinggian dengan berjongkok di dekat Juan.


"Iya, bukan kah. Kamu telah meretas uang korupsi dari para pejabat. Kita gunakan saja uang itu!" sambung Alina.


Juan mengarukan kepala belakang dan tersenyum. "Aku sudah tidak punya uang banyak lagi untuk menyuap sudah aku habiskan untuk investasi," jawab Juan.


Alina yang mendengar itu, dia terkejut kesal. "Apa? 10 milliar rupiah habis untuk Investasi!"


Juan senyum terpaksa dengan rasa tak bersalah.


Saat Juan merespon seperti itu, Alina pun melesat sentilan kencang ke dahi Juan.


"Dasar pria bodoh! otak jenius, punya kekuatan super tapi, kamu tuh bodoh!" maki Alina.


"Tenang, Alina. Dua tahun kedepan, saham itu akan meningkatkan drastis setelah pergantian presiden."


"Aishh ..." gumam kesal Alina yang beranjak diri lalu, membelakangi poninya seraya berpikir. "Satu-satu jalan untuk menyelamatkan Marcella dan Alex, aku harus ke Ryu Go Kuro lebih cepat!" ucap Alina.


Mendengar itu, Juan terkejut dan sontak berdiri. "Alina, tunggu! ini rencana yang berbahaya!"


Alina menatap tajam Juan, "Oi, Konoyaro! ini kesalahan mu dan kamu harus bertanggung jawab melindungi ku!"


"Eh?! Uso!" jawab Juan.


Dan, pada akhirnya. Juan pun mau tidak mau harus menerima keputusan Alina.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2