
^^^Season 5: Bab 02. Phantom Omega suit^^^
Tahun 2031, peradaban di New Indonesia berubah secara drastis lantaran penemuan Robotic dan Drone dari Juan Prakoso serta pergerakan ekonomi yang didominasi oleh Saga.
Setelah berhasil membuat banyak tipe Humanoid dari tipe Drone, Animalnoid dan Half Humanoid sampai Full Humanoid dan itu sudah ada di hampir seluruh pekerjaan segala bidang.
Salah satu pengembangan teknologi yang sedang Juan jalankan ialah Nano Machine.
Sebuah Micro robot yang memiliki ukuran 0,2 mm dan memiliki jumlah jutaan yang berkumpul di tabung besar di Chamber.
Teknologi itu dicetuskan oleh seorang pemuda yang seumuran dengan Juan dan dia berasal dari universe lain bernama Rendy Purnomo.
Kehadiran nya muncul 6 bulan yang lalu, saat Juan bekerja di Chamber tiba-tiba suara gemuruh terdengar didalam Chamber.
Juan yang penasaran dengan hal itu, dia pun menghampiri nya dan terlihatlah sosok pemuda yang terkapar seperti pria ini habis jatuh dari langit.
Alina yang juga ada disana merasa ketakutan karena adanya kemungkinan sosok pria itu sudah mati. Juan pun memeriksa nya dan nafasnya masihlah normal.
Setelah mengetahui pemuda itu masih hidup, Juan pun membawanya keluar Chamber dan meminta bantuan kepada Tanya untuk meminjam kan apartemen kecil untuk perawatan pria tersebut.
Tanya tidak keberatan akan hal itu dan Juan pun menempatkan nya disana.
Beberapa saat kemudian, pemuda itu tersadar dan kebingungan lantaran dia sedang mengejar seseorang yang membawa tubuh teman nya ke sebuah gerbang misterius dan pemuda itu bernama Rendy Purnomo.
Rendy yang sedang kebingungan, dia pun bertanya berbagai hal dan jawaban Juan berbeda dengan apa yang terjadi antara dunia nya dan dunia Juan.
Dan, mereka pun mengambil kesimpulan bahwa Juan dan Rendy berada di Universe yang berbeda.
Mengetahui hal itu, Juan tidak tinggal diam. Juan mencari berbagai informasi tentang perpindahan universe sampai Alina mengajak nya ke kamar Taj untuk menemui Dr. Strange.
Dr. Strange pun menjawab hanya ada satu jawaban nya mencari sosok penculik teman dan teman nya itu, Adine.
Melihat kebaikan Juan dan Alina, Rendy pun memutuskan untuk membantu Juan di Chamber guna membangun dan menciptakan Robotic. Lalu, Rendy bertukar pikiran tentang pembuatan Nano Machine yang telah diciptakan nya dibantu oleh sebuah sistem yang berada di smartphone nya, Aplikasi Oracle.
Dan, enam bulan pun berlalu, Rendy sudah beradaptasi di universe barunya yang saat ini sedang mengendalikan Nano Machine nya untuk menyembuhkan Goro Dojima bersama dengan Tae Woong.
"Mari Tae Woong! Kita selesaikan!" seru Rendy yang berdiri disamping Goro Dojima yang sedang terbaring di sebuah Capsule.
Tae Woong yang ada dihadapannya memberikan jawaban anggukan kepala.
Beberapa saat kemudian, Alina datang dengan tergesa-gesa ke Chamber dan menghampiri Rendy.
"Bagaimana keadaan Ketua Dojima?" ucap panik Alina.
"Nona Alina, tidak perlu khawatir. Ketua Dojima telah melewati masa kritis hanya saja butuh waktu untuk bisa sadar dan pulih kembali," jawab Rendy.
"Jadi begitu. Terimakasih, Rendy." Alina mengalihkan pandangannya ke arah Tae Woong, "Terima kasih, Tae Woong."
__ADS_1
Rendy dan Tae Woong membungkukkan sedikit badan nya.
"Lalu, dimana si bodoh Juan?" tanya Alina seraya melihat sekelilingnya.
"Ketua Juan ada di ruangan sebelah," jawab Rendy.
Alina yang mendengar itu, dia pun bergegas menghampiri nya. Setibanya di sana, Alina melihat Juan sedang sibuk dengan layar udara nya dengan musik yang keras serta ponsel yang diletakkan tidak beraturan di atas meja.
"Juan, ayah sedang sera-." ucap Alina terpotong oleh Juan yang memberikan kode untuk menghentikan pembicaraan.
Dan, Alina melihat Juan yang melangkah ketengah. "Apa yang kamu lakukan?"
"Ciel, mari kita coba!" seru Juan sambil memutar jam tangan nya.
Sesaat kemudian dari tangan Juan ribuan nano teknologi menutup tubuh Juan dengan baju besi ringan berbahan Vibranium hingga wajahnya tertutup oleh topeng ninja yang dilengkapi kacamata besar seperti Cyclope, X-Men.
Kostumnya dibuat seperti Black Panther dengan persenjataan seperti Iron Man. Perbedaan nya, Juan membuat kostum yang dilengkapi oleh jubah panjang hitam.
Alina yang melihat itu menatap heran, "Kostum itu untuk apa?" gumam Juan.
Juan tidak begitu mendengar nya dan dia terfokus pada kostumnya yang mana Ciel memberitahu sesuatu.
Kling!
[System Phantom telah terhubung.]
"Oke, Ciel! Kita coba seperti iron man. Aktifkan flying mode!"
Kling!
Setelah melihat itu, Juan menoleh melihat Alina, "Alina, tolong buka kan Sling Portal!"
Alina pun menghela nafas. "Iya, ya. Tapi, berhati-hati lah!"
Seusai mengatakan itu, Alina membuka Sling Portal diatas Juan.
"Terimakasih," ucap Juan yang sontak melihat keatas dan mengambil aba-aba dengan tangan kanan dikepalnya keras kebawah dan Juan sedikit membungkuk lalu, terlihat ada tekanan udara disekelilingnya. Setelah terlihat tekanan udara memadat, Juan meloncat keatas Sling dan terbang dengan kecepatan tinggi keatas hingga ketinggian 10.000 kaki diudara.
Sesampainya di atas awan, Juan melayang kan dirinya diudara melihat matahari disertai langit yang biru tanpa awan.
"Indahnya!" kagum Juan. Lalu, Juan membuka fitur kamera yang memiliki kualitas gambar 120 pixel. "Oke, sekarang waktunya mengirim ke Alina." Juan pun membagi gambar tersebut.
Sesudah itu, Juan menutup fitur kamera.
"Baiklah. Ciel, sekarang waktunya kita melihat batas maksimal kecepatan terbang!"
Kling!
__ADS_1
[Dimengerti!]
Lalu, Juan mengumpulkan tenaga dan memaksimalkan tekanan udara nya setelah itu, Juan pun terbang horizontal dengan maksimum kecepatan 2,34 mach atau 2245 km/jam. Kecepatan itu setara dengan pesawat Jet F14 Tomcat.
Sesudah mengetahui itu, Juan melakukan percobaan untuk ketinggian maksimum.
"Ciel, sekarang waktu nya pergi melihat batas ketinggian terbang" seru Juan seraya melihat keatas.
Kling!
[Dimengerti!]
Juan pun berganti arah terbang menjadi keatas hingga melewati atmosfir bumi yang mana Juan mengalami pembekuan namun berhasil diatasi dengan fitur pemanas juga fitur pendingin untuk mengatasi panas yang berlebihan pada kostum Phantom Omega.
Dan, Juan menembus lebih dari 100 km yang mana sudah tidak ada gravitasi dan udara. Setibanya di antariksa, Ciel mengaktifkan fitur.
Kling!
[Oksigen diaktifkan! Mode Antariksa diaktifkan!]
"Terimakasih, Ciel!"
Seusai itu, Juan pun melihat pemandangan yang luar biasa yang mana dia bisa melihat bumi yang begitu besar.
"Indah nya!" Juan melihat tangan nya, "Akhirnya, mimpi ku untuk keluar angkasa terwujud."
Melihat pemandangan yang begitu indah, Juan sontak mengaktifkan fitur [Smartphone] nya yang mana Juan terkejut melihat Miss call 40 kali dari Alina.
"Gee ... ada apa ya?" gumam Juan.
Lalu, Juan menelepon balik dengan video call dan Alina sontak marah-marah di balik telepon.
" ... Kamu dimana?" tanya Alina setelah mengoceh banyak.
"Iya. ya. Aku mengerti! Hei, Alina. Coba lihat! aku dimana," ucap Juan dan dia pun berganti posisi kamera video kedepan.
Alina yang melihat video Juan terdiam, "Itu bumi?"
"Iya dan aku sekarang ada di 110 km dari permukaan bumi," jawab Juan.
"Indah nya!!" ucap kagum Alina yang membuat dirinya tenang.
"Meski indah. Tapi, tidak seindah dirimu," gombal Juan.
"Cihh ... dasar gombal! yasudah pokoknya kamu harus menyelidiki tembakan ayah!" seru Alina.
"Iya, aku akan mampir dahulu ke Imperial Japan."
__ADS_1
Tidak lama kemudian, video call berakhir dan Juan kembali turun ke Bumi menuju Kamurocho, Imperial Japan.
...# Extraordinary System #...