
...Bab 22. Phantom....
Beberapa hari kemudian, Bu Anastasia masuk dengan membawa setumpuk kertas ujian di tangannya lalu, setibanya di meja guru. Bu Anastasia menaruh buku tersebut.
"Semua nya. Ujian Minggu pertama dimulai!" seru Bu Anastasia dengan tatapan tajam.
Salah satu lagi sistem kurikulum gila di Utopia High School yaitu setiap Minggu sebelum weekend akan diadakan Ujian 3 mata pelajaran dan bila mana seorang murid di High Elite Class mendapatkan nilai dibawah 75 lebih dari tiga kali ujian maka murid itu akan dikeluarkan.
Mendengar ucapan Bu Anastasia, semua murid pun terdiam dan mempersiapkan mental nya sambil membagikan kerta ujian.
"Ujian Dimulai!" seru Bu Anastasia.
Juan dan lainnya pun memulai mengisi kertas ujiannya. Ujian pertama merupakan ujian Matematika, berkat skill Matematikawan. Juan pun dengan mudah menyelesaikan nya dalam waktu kurang dari satu jam.
Begitu pun kedua ujian lainnya, Fisika dengan mengunakan skill Fisikawan begitu juga Kimia dengan mengunakan skill kimiawan dan setelah mengunakan beberapa kali mengunakan skill Kimiawan. Juan pun mendapatkan skill baru dari Sistem.
Kling!
[Anda telah berhasil mendapatkan Skill Apoteker.]
Melihat itu, Juan pun sontak tersenyum senang. Dalam pemikirannya, Juan mungkin bisa membuat obat sendiri untuk kedua adiknya.
Malam hari pun tiba, Juan membuat email dan akun palsu dengan inisial Phantom. Lalu, mengirimkan data yang ditemukan nya itu kepada Alex Hirano disertai dengan pesan ancaman data itu akan dibeberkan di media sosial.
Alex pun sontak kesal terlihat dari balasan email yang memaki-maki Phantom lalu, tidak lama Alex balasan chat tenang kembali.
Alex menawarkan harga untuk info yang Phantom yang dibocorkan namun, phantom menolaknya. Dia meminta Alex untuk memberikan file tabrak lari di sekolahnya dengan tanggal tepat dirinya dan kedua adiknya tertabrak. Awalnya Alex sempat mengelak bahwa data itu ada tapi, dia pun berubah pikiran dan menyetujuinya. Phantom pun memberikan waktu tiga hari untuk Alex mencari data itu.
__ADS_1
Tiga hari pun berlalu, Juan yang telah menemukan jalan tikus untuk keluar wilayah sekolah dan asrama. Dia pun menyelinap keluar di malam hari dengan pakaian serba hitam dari topi sampai sepatu dan menyamar menjadi phantom.
Beberapa saat kemudian, Phantom pun datang dan terlihat dari lokasi Alex telah datang terlebih dahulu.
Alex pun sontak berdiri tegak di menghadap Phantom dengan senyuman remeh.
"Dasar pengecut. Apakah harus menutup wajah seperti itu?!" ledek Alex.
Phantom pun tidak mempedulikan nya dan menjawab dengan suara yang berat.
"Apa kamu sudah mendapatkan nya?"
Suara Juan yang menjadi Phantom pun tidak dikenali oleh Alex. Kemampuan itu tentu didapatkan oleh Juan beberapa hari yang lalu, saat dirinya sedang melihat teman sekelasnya menonton Batman. Lalu, Juan pun melakukan beberapa pelatihan yang membuat sistem memberikan skill.
Kling!
Maka dari itu, Suara Juan sama sekali tidak dikenali oleh Alex.
Saat Juan mengatakan itu, Alex malah tersenyum lebar.
"Memang kamu siapa beraninya menyuruh-nyuruh ku?!"
"Apa?" ucap heran Juan.
Sesaat kemudian, beberapa siswa dengan membawa tongkat mengepung Phantom. Dia pun juga tahu bahwa beberapa dari mereka merupakan siswa dari OSIS.
"Selamat tinggal pecundang!" seru Alex seraya melambaikan tangan nya.
__ADS_1
Phantom pun menghela nafasnya, "Dasar tikus mengerat!" gumam Phantom.
Sesaat kemudian, salah satu dari siswa mengayunkan tongkatnya menyerang Phantom Namun, Phantom memiliki refleks yang cepat membuatnya mudah untuk menghindar lalu, melesatkan pukulan ke dada siswa itu dan membuatnya mengeram kesakitan ditanah.
Tidak lama kemudian, sistem pun mengirimkan pesan baru.
Kling!
[Anda telah mendapat Skill Bela diri: Tinju.]
"Seperti yang ku harapkan ... VC. Skill Bela diri Tinju. Active!"
Serangan lain pun dilesatkan namun kali ini Phantom memukul nya dengan cepat dan hanya mengunakan skill Bela diri: Tinju. Phantom berhasil mengalahkan enam orang yang mengepungnya.
Melihat anak buahnya tumbang, Alex pun menjadi ketakutan hingga dia mundur beberapa langkah.
"Tidak mungkin, mereka pemegang sabuk hitam Taekwondo." ucap heran Alex sambil menggelengkan kepalanya.
"Seberapa pun hebat nya kalian. Tetap saja Siswa." ucap ledek Phantom.
Perkataan Phantom itu pun membuat Alex marah. Lalu, Alex dengan brutal melesatkan pukulan tapi Phantom dengan mudah menghindar dan melakukan serangan balik dengan pukulan uppercut yang membuatnya terpedal dan terjatuh ke tanah.
Phantom pun tidak ingin membuang waktunya. Dia menghampiri Alex yang terjatuh ditanah dan menginjak badanya hingga membuatnya sangat ketakutan.
"Katakan apa kamu mendapatkan nya?"
"Maaf ... Saya sama sekali tidak tahu tapi ... beberapa bulan yang lalu, Bu Anita tidak sengaja menabrak seseorang namun, berkat Marcella. Media bungkam dan polisi pun menutup kasus nya. Hanya itu yang kutahu. Saya mohon jangan bunuh Saya dan sebarkan file itu. Saya mohon!" ucap Alex yang terus memohon.
__ADS_1
Setelah mendengar itu, Phantom pun memukul wajah Alex hingga membuatnya pingsan. Lalu, Phantom pun meninggalkan Alex dan pergi ke Asrama serta menjadi Juan kembali.