Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 46


__ADS_3

...Bab 46. Hukuman...


Kasus penculikan Alina dan pembunuhan Juan tentu membuat heboh media lagi yang mana lagi-lagi Utopia High School menjadi sorotan.


Alina yang melihat Juan ditangkap polisi. dia pun tidak tinggal diam, Alina membuat kesaksian bahwa tindakan Juan itu tindakan pembelaan diri tapi, polisi mengabaikannya dan tetap menjatuhkan hukum pembunuhan kepada Juan.


Disisi lain, Presiden New Indonesia tidak tinggal lagi. Beliau turun tangan sendiri dengan mengirimkan BPK untuk meneliti lebih lanjut dan hal hasil semua dokumen itu asli bukan Hoax yang mana sekolah Utopia High School telah menerima suap serta penjualbelian soal dan jawaban Ujian bahkan ditemukan manipulasi lomba dan acara lainnya didalam sekolah.


Mengetahui hal itu, president New Indonesia pun menjadi murka dan beliau memutuskan untuk menutup sekolah itu dan mencabut jabatan Hatta Wijaya Kusuma dari menteri pendidikan. Meski Utopia High School memiliki sejarah membangun negara namun lambat laun sekolah itu menjadi ajak bisnis dan sisi pendidikan nya semakin berkurang.


Sedangkan, Juan diadili sebagai pelaku pembunuhan dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara namun dikarenakan Juan masih berada di bawah umur maka pengadilan memberikan kebijaksanaan menjadi 10 tahun penjara. Hal itu tentu membuat kesedihan mendalam untuk keluarga Juan terutama kedua adiknya dan Alina.


Setelah itu, Juan dikirim ke penjara nusa Kambangan. Dia harus melepaskan semua barang bawaan, Mandi dan berganti pakaian khusus narapidana. Namun, para penjaga tidak tahu bahwa Juan menyimpan pakaian phantom, laptop, smartphone dan motor di tempat penyimpanan sistem nya.


Lalu, Juan pun ditahan bersama dengan empat Nara pidana yang berwajah sangar, Juan pun bersikap sopan dan duduk disisi.


Pada malam pertama Juan ditahan, para narapidana yang berada disatu ruangan dengan Juan saling mengangguk kepalanya. Lalu, mereka pun mengambil besi tajam dan langsung melesatkan tusukan kepada Juan.


Juan pun sontak tersadar dan menghindari nya. Melihat serangan pertama gagal, ketiga rekan nya langsung melesat kan serangan lanjutan dan aksi saling jual beli serangan pun terjadi.


Juan pun mengunakan teknik Taekwondo dan Aikido nya sehingga dengan mudan menjatuhkan semua lawannya. Sesudah menjatuhkan semua lawannya, Juan menginjak satu lawannya.

__ADS_1


"Siapa yang menyuruh kalian?"


Narapidana itu tersenyum lebar, "Lu akan mati disini, Njing! hahaha!"


Juan pun juga tersenyum, "Coba saja!" ucap Juan dan langsung menendang narapidana itu hingga tidak sadarkan diri.


Beberapa saat kemudian penjaga pun datang,


"Angkat tangan mu!" ucap penjaga dari balik jeruji.


Juan pun mengangkat tangannya dan berlutut dua kaki. Setelah itu, Juan pun ditaruh di penjara sendiri karena Juan dianggap berbahaya.


Disana Juan merebahkan diri seraya membuka virtual clone smartphone dan melihat foto-foto keluarga, teman-temannya dan khususnya Alina.


Ada pun penjaga yang mendengar itu, dia hanya melihat Juan memainkan jarinya di udara dan mengkhayal. Hal itu membuat penjaga menggelengkan kepalanya.


Keesokan paginya, Juan pun sarapan bersama sama dengan seluruh Narapidana lainnya dan makan dengan santai nya. Namun, setelah makan beberapa narapidana menggeser meja dan kursinya lalu, ada sekelompok orang yang mendatangi Juan.


Juan pun tidak peduli dan tetap makan. Pikirnya, lagi-lagi kejadian di kantin akan terulang lagi.


Tepat seperti dugaan Juan, salah satu dari mereka mendekatkan wajahnya kepada Juan. Lalu, dia membuang ludah di makanan Juan hingga dia pun menghentikan makan nya dan melihat pria itu dengan tajam. Sedangkan, pria itu tersenyum lebar.

__ADS_1


"Tuan besar Hirano menitipkan salam," ucap narapidana.


"Aku tersanjung mendengar nya."


Sesaat kemudian, Pria itu pun melesatkan pukulan tapi gerakan Juan lebih cepat dengan membenturkan kepala narapidana itu ke meja.


Narapidana yang lainnya pun juga memulai serangan nya dan Juan berhasil menangkis serta melakukan serangan balik yang lebih kuat. Ada pun Juan melihat kearah penjaga yang mana Penjaga pun malah memang membiarkan pertarungan itu terjadi. Hal itu membuat Juan tersenyum.


Lalu, Juan pun mengunakan skill Wushu sehingga Juan dengan mudah mengalahkan semua narapidana yang menyerangnya.


Disaat semua lawannya Juan tumbang, barulah penjaga menghentikan pertarungan dan memukul Juan serta menyuruhnya berlutut. Setelah itu, Juan dibawa ke sel tahanan nya.


Pria paruh baya yang ada disana melihat pertarungan Juan dan merasa tertarik dengan nya.


"Siapa dia?" tanya pria paruh baya.


Salah satu anak buahnya menjawabnya, "Dia Juan Prakoso, Narapidana yang memukul mati anak dari Yakuza Hirano, Alex Hirano."


Pria paruh baya itu melihat Juan, "Jadi, mereka orang nya Hirano?"


"Benar, Bos," jawab anak buahnya.

__ADS_1


Pria paruh baya itu pun tersenyum seraya melihat kepergian Juan.


__ADS_2