Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 70


__ADS_3

...Season 2 - Bab 20. Dago Dojima...


Darah lebih kental daripada air.


Hal ini terbukti saat pertemuan pertama antara Alice dan Dago. Meski, mereka baru bertemu namun, Jin merasakan aura yang sama.


Saat Dago mengatakan bahwa Alice seperti ibu kecilnya atau ibu kandung nya. Alice pun menjadi sedikit.


"Apa katamu?" ucap Alice sambil menatap Dago.


Disaat Alice menatap Dago, salah satu preman Dago menjadi kesal. "Oi, Kenapa tatapan mu seperti itu Wanita jlang!"


Saat mengatakan itu, Preman itu hendak mendorong Alice. Lalu, Alice pun meliriknya dengan tatapan tajam tapi Jin menangkap tangan preman itu.


"Singkirkan tangan kotormu!" ucap dingin Jin.


Preman itu menoleh kearah Jin, "Apa katamu?!"


Preman itu pun semakin kesal dan melesat pukulan kearah Jin tapi serangan Jin lebih cepat dengan memukul perut dengan serangan tapak nya.


Preman itu sontak terjatuh.


Alice pun memberikan senyuman bangga kepada Jin. Jin pun membalasnya dengan anggukan kepala.


Rekan preman yang lain merasa kesal, "Bedebah!" Lalu, preman itu hendak melesatkan pukulan nya namun dihentikan oleh Dago.


"Hentikan!" seru dingin Dago.


Preman itu pun menuruti nya, "Baik, Aniki!"


"Nee ... Alice -chan, apa kamu bisa bertarung?" tanya Dago dengan tatapan dingin.


"Aku bisa sedikit bela diri dan kurasa itu cukup untuk menendang pntat mu," ucap Alice dengan senyuman sinis.


"Menarik, tunjukan kepadaku!" ucap senang Dago.


"Ayo kita keluar! aku tidak ingin menganggu tamu yang lain nya!" ucap Alice.

__ADS_1


"Baik!" jawab Dago yang beranjak dari kursinya lalu, melangkah keluar.


Begitu pun Alice, dia berbalik badan lalu, melirik kearah Jin dengan senyuman serta kedipan satu mata. Hal itu membuat Jin tersenyum.


Mereka semua pun pergi ke sisi gedung klub yang mana ada gang kecil disana. Lalu, Dago dan Alice saling berhadapan.


"Alice -chan, jika kamu ingin mundur. Sekarang lah waktunya," ucap Dago.


"In your dream," jawab santai Alice.


Dago pun tersenyum lalu, memasang kuda-kuda nya begitu pun Alice.


"Lady first!" seru Dago.


"My pleasure," jawab Alice.


Alice pun sontak melesatkan serangan berbagai pukulan dan tendangan pun dilesatkan. Dago pun bukan sosok pria yang lemah sampai beberapa kali Dago mampu melakukan balik. Saling jual beli serangan pun terjadi. Sedangkan, Jin hanya melihat pertarungan itu dengan melipatkan tangannya.


Awalnya pertarungan seimbang tapi Alice yang menambahkan kecepatan serangannya membuat Dago terpojok dan Alice pun melakukan serangan akhirnya dengan tendangan memutar hingga membuat Dago terlempar ke sisi gang.


Dan, pertarungan pun usai.


"Bagaimana?" tanya Alice yang ingin menilai kemampuan bela diri nya.


"Good job," jawab Jin.


Alice pun tersenyum senang. Setelah itu, dia pun menghampiri Dago dan memberikan tangannya.


"Pertandingan yang bagus, kak Dago!" ucap Alice.


Dago pun tersenyum lalu, meraih tangan Alice dan berdiri.


"Aku mengaku kalah. Seni bela dirimu sama seperti Jin," puji Dago.


"Dia memang guru ku," jawab bangga Alice yang melihat Jin begitupun Dago juga melihat Jin.


"Cihh ... aku hanya mengajarkan beberapa teknik saja. Belum bisa dikatakan sebagai guru," jawab Jin yang menghampiri Alice dan Dago.

__ADS_1


Jin, Alice dan Dago pun saling bertukar tawa.


"Sebenarnya, ada urusan apa kalian menemui ku? bahkan ..." Dago melihat kearah Alice, "Anak yang harusnya tidak ada muncul, dia malah muncul," ucap Dago.


"Kak Dago, bagaimana kalau kita bicara ditempat yang nyaman dan tenang?" jawab Alice.


Sesudah itu, Jin, Alice dan Dago duduk di sisi lapangan beton dan Alice memberikan surat wasiat ayahnya kepada Dago.


Setelah membaca itu, Dago menghela nafasnya. "Ahuffuu ... Oyaji memang selalu membuat masalah saja," Dago melihat kearah Alice, "Lalu, apa kamu ingin menjadi presiden Ryu Go Kuro?" tanya Dago.


"Aku sama sekali tidak tertarik dengan warisan itu. Aku hanya ingin menghentikan perebutan kursi ini sampai-sampai harus membunuh ibu angkat ku," jawab ketus Alice sambil mengepalkan tangannya dengan kuat.


Saat mendengar itu, Dago tersadar sesuatu.


"Gawat! Yang berarti, Teo sudah bertindak!" seru Dago yang sontak beranjak dari kursi dan berlari ke sebuah tempat.


Jin dan Alice saling melihat lalu, mengikuti langkah Dago.


Sesaat jam menunjukkan pukul 12 malam tiba-tiba lantai 49 Imperium meledak.


BOOOMMMM!


Ledakan hebat pun terjadi yang membuat langkah Jin, Alice dan Dago terhenti.


Tidak hanya mereka, semua orang yang ada di golden city melihat kejadian itu.


"Kesooo! Aku telat! maafkan aku, Hakuo Ojisan!" ucap Dago.


"Siapa dia?" tanya Jin.


"Salah satu dari lima Boss, Hakuo Terada dan president tertinggi di cabang new Indonesian," jawab Dago.


"Mungkin kah, mereka ini sirene perang," sambung Alice.


"Iya, kemungkinan besar. Teo sudah memperingati ku," jawab Dago.


"Kita!" potong Alice.

__ADS_1


Dago dan Alice pun saling bertukar senyum.


...# Extraordinary system #...


__ADS_2