Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 85


__ADS_3

...Extraordinary System Season 3: A Man In Two Worlds....



...Season 3: Bab 01. Tomoe dan Desa Soma...


Kling!


[Fitur Check up Start ... processed.]


[Brain ... Green.]


[Heart ... Green.]


[All Sense ... Green.]


[All condition ... Green.]


[Check Up ... Complete.]


Kling!


[Transmigrasi dunia lain .... Berhasil.]


[Restore Extraordinary System ... 1% ... 50% ... 100% ... Complete.]


Kling!


[Anda telah berhasil meningkatkan Extraordinary System ke versi Gamma.]


Kling!


[Extraordinary Market telah berhasil ditambahkan.]


Kling!


[Smart Asisten telah berhasil berevolusi menjadi Sekretaris System.]


Begitu lah beberapa pesan yang ditampilkan membuat Jin tersadar dan membuka matanya.


Pandangan pertama nya ialah atap kayu serta dirinya yang sedang merebahkan diatas kasur lipat berlantai kan papan jerami.


"Aku dimana?" gumam Jin yang bangun dari rebahan dan melihat sekitarnya.


Jin pun mengetahui desain rumah tempat dirinya berada. "Ini bukan kah rumah tradisional Imperial Japan?" sambung gumam sendiri Jin.


Namun, rumah itu tidaklah besar hanya memiliki satu ruangan yang menyatukan semua ruangan seperti tempat tidur, ruang makan dan dapur bahkan pintu masuk terlihat disisi ujung ruangan.


Sesaat Jin mengatakan itu muncul sebuah layar udara yang berisikan tulisan disertai suara wanita.


Kling!


[Master, anda sedang berada di rumah tradisional Imperial Japan namun, bukan di bumi melainkan di dunia lain.]


Jin yang mendengar itu, Jin pun tersenyum sendiri.


"Ciel, kamu kah itu?" gumam Jin.


Kling!


[Iya, saya Ciel. Saya telah berubah dari smart Asisten menjadi Sekretaris System. Ini karena system' telah meningkat ke versi Gamma.]


"Ciel, kamu jadi lebih banyak bicara dan aku bisa langsung mendengar mu," ucap Jin sendiri.

__ADS_1


Kling!


[Itu hanya pemikiran Master saja.]


Jin pun tertawa kecil mendengar jawaban itu.


Sesaat kemudian, seorang wanita masuk ke rumah dan melihat Jin yang sudah sadar.


"Tuan, anda sudah sadar," ucap wanita itu yang berjalan pelan dan menundukkan kepalanya.


Jin yang melihat wanita itu sontak berdiri dan membungkukkan badannya. "Terimakasih, Nona. Mungkin, Aku sudah merepotkan Nona bahkan menganti baju ku."


Jin pun mengatakan itu lantaran dia menyadari bahwa Jin memakai baju yukata yang kasar dan kumuh.


"Tuan tidak perlu bersikap hormat seperti itu. Perkenalkan Aku Tomoe Yoshimura," ucap Tomoe yang memperkenalkan diri dengan sedikit membungkukkan badannya.


Jin pun mengembalikan posisi badannya, "Aku Jin Kazuma. Salam kenal, Nona Yoshimura!" ucap Jin yang menundukkan kepalanya.


"Tuan Kazuma, Jangan panggil Yoshimura, Tomoe saja!" ucap Tomoe.


"Baik, kalau begitu juga panggil aku Jin saja!"


"Baik, Jin -san!" ucap Tomoe.


Jin dan Tomoe pun saling bertukar senyum.


Setelah itu, Jin dan Tomoe keluar dari rumah. Disana, Jin benar-benar terpukau melihat pemandangan desa yang masih asri seakan-akan Jin kembali ke zaman era Sengoku (Samurai).


Sambil berjalan mengelilingi desa, Jin dan Tomoe pun berbincang-bincang.Tomoe pun menceritakan pertemuan dirinya dengan Jin di sungai saat Tomoe dan kelompok nya sedang mencari sayuran dan obat-obatan dan peradaban didesa nya bernama Soma.


"Jika aku boleh tahu, Jin tinggal dimana?" tanya Tomoe.


"Aku tinggal di Imperial Japan namun lahir di New Indonesia," jawab Jin.


Langkah Tomoe pun terhenti dan Jin pun mengikuti nya.


"Tempat itu berada di Bumi. Percaya atau tidak. Aku berasal dari dunia lain bukan dari dunia ini," jawab Jin.


Tomoe yang mendengar itu, dia membuka lebar kedua mata dan mulut sedikit terbuka lantaran terkejut dengan perkataan Jin. "Mungkinkah, kamu orang yang terpilih."


"Orang yang terpilih?" ucap bingung Jin.


"Iya, aku pernah mendengar suatu legenda bahwa 300 tahun sekali akan ada seseorang dari dunia lain yang akan datang," jawab Jin.


Saat Tomoe menjelaskan itu, seorang pria ada yang memotong nya. "Tapi, itu tidak mungkin pria ini!"


Jin dan Tomoe yang mendengar itu, mereka mengalihkan pandangan kearah sumber suara itu yang ternyata ada tiga pria yang mengenakan yukata, rambut terikat dan membawa pedang katana yang tersarung di pinggang nya.


"You, apa maksudmu?" tanya Tomoe.


Saat sudah berjarak dengan Tomoe, You menundukkan kepalanya. "Tomoe -sama, seorang yang terpilih itu memiliki dua cara untuk masuk ke dunia lain. Reinkarnasi menjadi bayi atau dipanggil oleh penyihir tingkat tinggi." You melihat kearah Jin, "Apakah kamu salah satunya?"


Jin mengelengkan kepalanya, "Tidak keduanya, Aku juga tidak tahu. Kenapa aku disini?"


"Ah, begitu," respon kecewa Tomoe.


You yang mendengar perkataan Jin, dia menarik Tomoe kearah belakang dirinya, "Tomoe -sama, kamu mendengar bukan. Pria ini tidak mengingat apapun. Bisa saja dia penjahat, Buronan atau bahkan orang msum!"


Jin pun tersenyum kecil, "Meski, aku tidak tahu dunia ini tapi, aku bukanlah orang jahat dan lebih dari itu. Aku juga bisa mengunakan pedang yang kamu pegang." Tatapan Jin teralih pada katana yang dipinggang You.


You pun melihat tatapan Jin yang melihat katananya. "Oh, jadi kamu seorang Ronin!"


Ronin ialah samurai tanpa Tuan dan gelar. Dia biasanya hidup mengembara.

__ADS_1


"Bisa dikatakan seperti itu tapi, aku seorang Yakuza!" ucap bangga Jin.


"Apa itu? Aku tidak mengerti. Tapi, jika kamu memang seorang Ronin maka, mari kita bertanding!" seru You yang menunjukkan jarinya kearah wajah Jin dengan tawa bangga dan dikuti oleh kedua rekan nya.


"Jin," gumam khawatir Tomoe.


Jin pun membalas nya dengan senyuman kecut.


Beberapa saat kemudian, Jin dan You saling berhadapan dengan memegang pedang kayu. Pertandingan itu pun disaksikan oleh beberapa warga desa yang sedang bersantai.


"You, kalahkan dia!" seru rekan You.


"Permalukan dia!" seru rekan You yang lain.


"Iya, pasti." You melihat kearah Tomoe. "Tomoe, aku aka tunjukkan kalau dia orang msum yang hanya bisa berbohong," ucap bangga You.


Tomoe tidak menjawab hanya memberikan tatapan tajam. Sedangkan, Jin tersenyum sendiri dan mengelengkan kepalanya.


You yang melihat itu merasa tersindir, "Apa kamu senyumkan?"


"Tidak ada. Ayo kita mulai bertanding!" jawab Jin.


"Cih ... kamu akan menyesal," jawab You.


Sesaat kemudian, Tomoe menghela nafas panjang dan memulai pertandingan nya, "Pertandingan dimulai!" seru Tomoe.


Mendengar itu, You sontak berlari dan mengayunkan pedang kayu nya, "Hiyaa!"


Jin pun diam dan menunggu You datang lalu, saat berjarak dekat Jin mengadukan pedang kayu dengan sekuat tenaga hingga pedang kayu yang dipegang You terlempar. Lalu, Jin membungkukkan sedikit badannya dan mengayunkan pedang kayunya di perut You hingga You terjatuh dan bergeliding dilantai.


Melihat itu, Jin terheran. "Padahal aku mengeluarkan sedikit tenaga," batin Jin.


Kling!


[Master didunia ini memiliki sihir dan energi alam yang lebih tinggi dibandingkan di bumi maka dari itu, kekuatan Master meningkat dua kali lipat.]


"Ah, pantas saja," jawab batin Jin.


You pun tidak menyerah dan marah terhadap Jin. "Aku tidak akan kalah!"


Rekan nya pun bertindak curang dengan melemparkan katana kepada nya, "You tangkap!"


You pun sontak menangkap katana dan mengeluarkan dari sarungnya. "Aku akan tunjukan samurai yang sebenarnya." You berlari dengan mengayunkan katana nya secara vertikal. "Hiyaaa!"


"Dasar bodoh! celah mu sangat terbuka," gumam Jin.


Saat You sudah berjarak dekat Jin, You mengayunkan kearah Jin namun, Jin dengan mudah menghindari nya kesamping dengan memutarkan badannya lalu, menebas tangan You dengan pedang kayu yang membuat Katananya terjatuh. Serangan tidak berhenti disitu, Jin membalik genggaman Pedang kearah Horizontal dan memukul dada You dengan pegangan pedang kayu nya.


Lagi- lagi you terpental dan jatuh. Terakhir, Jin menodongkan ujung pedang kayunya ke wajah You.


Tomoe yang melihat itu, dia pun menghentikan pertandingan. "Pertandingan berakhir, Jin lah pemenang nya."


Beberapa warga disana senang melihat performa Jin yang membuatnya bertepuk tangan.


Setelah mendengar itu, Jin membuang pedang kayunya dan memberikan tangan kepada You untuk membantunya berdiri.


"Pertandingan yang bagus, You. Meski, teknik pedang mu lebih buruk dibandingkan dengan Nishiki," ucap Jin.


You pun tersenyum dan meraih tangan Jin. "Meski, aku tidak tahu siapa Nishiki tapi, kamu memang seorang Ronin. Aku mengakui itu."


You pun berdiri lalu, saling bertukar senyum bangga.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


Didunia dan tempat berbeda, Nishiki yang sedang makan di kantin markas Maou tiba-tiba dia bersin-bersin.


"Hachuu!" Nishiki mengusap hidungnya, "Siapa yang mengomongin aku ya?" ucap Nishiki yang mengarukan kepala belakang nya.


__ADS_2