Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 90


__ADS_3

...Season 3: Bab 06. Cara untuk kembali...


Dimalam yang penuh suka cita, seorang utusan kaisar mendatangi Desa Soma dan memberikan perintah kaisar untuk membasmi pasukan goblin yang menyerang tidak jauh dari desa Soma.


Disaat yang bersamaan, Ciel memberikan informasi yang penting.


Kling!


[Master, pencarian tentang pelintasan jiwa dan tubuh telah ditemukannya.]


Jin yang mendengar itu sontak memisahkan diri dari yang lainnya. Gerakan itu juga dilihat oleh Tomoe.


Setelah berjarak cukup jauh dari Sagara dan kelompok nya. Jin pun mempertanyakan informasi yang diberikan Ciel.


"Benarkah, Ciel! apa yang harus kulakukan?" tanya batin Jin.


Kling!


[Jiwa dan Tubuh anda terpisahkan oleh dua dunia maka dari itu, diperlukan sarana jembatan untuk penghubung kedua dunia tersebut.]


"Sarana jembatan seperti apa?" sambung tanya Jin.


Kling!


[Dungeon atau labirin. Dengan mengunakan salah satu dari sarana itu. Master harus menaklukkan dungeon itu dan menjadi dungeon master untuk menciptakan lantai penghubung.]


"Aku mengerti. Terimakasih, Ciel."


Saat mendengar itu, ada satu cara yang tercepat yaitu pergi ke labirin demon Lord yang berada di dekat pantai. Memikirkan hal itu, Jin pun tersenyum.


"Satu batu kena dua burung. Menarik!" gumam Jin.


Sesaat kemudian, Tomoe mendatangi Jin.


"Jin, ada apa?" tanya Tomoe.

__ADS_1


Jin yang mendengar itu sontak berbalik badan dan memegang kedua bahu Tomoe, "Tomoe, aku telah menemukan jalan untuk pulang!" seru senang Jin.


Sikap Jin itu membuat Tomoe terkejut dan salah tingkah, "Eh, iya. Syukurlah, aku mendengar nya," jawab Tomoe yang tersenyum lebar.


Sesaat kemudian, Jin tersadar bahwa dia bersikap tidak sopan kepada Tomoe.


"Ah, maaf," ucap Jin yang langsung melepaskan diri tangan nya dari bahu Tomoe.


Tomoe tidaklah marah, dia malah memberikan senyuman kepada Jin. Melihat itu, Jin membalasnya dengan tawa kecil dan malu-malu.


"Tomoe, mari kita temui ayahmu! ada sesuatu yang harus kusampaikan kepadanya," sambung Jin.


Tomoe menjawab hanya dengan anggukan kepala nya. Lalu, Jin dan Tomoe pun pergi ke rumah besar tempat tinggal Sagara Yoshimura.


Setibanya disana, Sagara, Shiroi dan beberapa pengawal nya sedang bersiap untuk perang melawan pasukan goblin.


Lalu, Jin pun meminta izin. "Tuan Sagara, ada yang ingin aku sampaikan!"


Sagara yang sedang sibuk dengan perlengkapan nya, dia pun berhenti sejenak.


"Tuan Sagara, Aku memiliki rencana," ucap Jin dan dia pun mulai menceritakan rencananya.


Jin menjelaskan tentang keinginan nya untuk pergi ke labirin dan menaklukkan nya agar dirinya bisa pulang. Mendengar itu, Sagara dan Shiroi senang mendengar nya. Lalu, Jin juga mengajukan diri agar dirinya menghadapi goblin seorang diri di pantai sedangkan, Sagara dan lainnya menjaga kemungkinan adanya goblin yang menyusup ke desa.


Mendengar itu, Sagara sempat menolaknya. "Jin, itu terlalu berbahaya. Aku tidak mengizinkan nya!"


"Jika goblin saja aku tidak bisa melawannya. Bagaimana mungkin aku bisa melawan demon Lord di labirin?!" jawab Jin.


Sagara pun menghela nafas panjang. "Ahuu ... seperti aku tidak bisa menghentikan mu. Baiklah." Sagara mengambil katananya dari pinggang dan memberikan Jin. "Jin, ini adalah Mystril Katananya. Sebuah pedang yang tidak bisa dipatahkan serta mampu di gabungkan dengan sihir. Terimalah!"


"Tapi, ini barang sangat berharga," ucap ngelak Jin.


"Jin, nyawa mu dan persaudaraan kita lebih penting. Aku juga tidak memberikan nya secara gratis. Kamu harus kembali dengan selamat! Kamu mengerti?!" ucap tegas Sagara.


"Aku mengerti. Aku berjanji," ucap Jin yang menerima pedang tersebut.

__ADS_1


Sesudah itu, Jin menerima itu. Tomoe memberi jubah hitam yang sebelumnya dipakai oleh Jin.


"Jin, ini bajumu. Aku tahu meski baju ini terlihat sederhana tanpa adanya satu bahan logam pun menempel pada baju ini namun, baju ini memiliki simpanan energi Sihir dan aku sudah cuci kan."


Jin pun menerima baju itu dengan tatapan senyuman. "Terimakasih, Tomoe."


Tomoe tersenyum dan mengangguk kepalanya.


Sesudah itu, Jin pun mengenakan pakaian hitam dengan jas hitam yang memiliki panjang sampai lutut dengan pedang katana hitam di pinggang nya.


Beberapa saat kemudian, Jin yang sudah siap. Dia pun pergi diantar oleh keluarga Yoshimura dan warga desa sampai pintu gerbang.


"Jin, kamu yakin tidak membutuhkan kuda?" tanya Shiroi.


Jin mengangguk kepalanya, "Aku akan mengunakan sihir untuk pergi ke lokasi goblin."


Sesaat kemudian, Tomoe menghampiri Jin. "Jin, berjanjilah satu hal lagi."


"Apa itu?" tanya Jin.


"Suatu hari kita akan bertemu kembali," jawab Tomoe.


Jin menganggukan kepalanya, "Iya, aku berjanji."


Sagara pun menyambung pembicaraan, "Jin, berhati-hati lah!"


"Iya." Jin pun melihat Tomoe dan semua orang yang mengantarkan nya. "Semua aku pamit!"


Sesudah mengatakan itu, Jin membalikan badan dan merapalkan fitur nya.


"Ciel, aktifkan Extraordinary Phalanx Type 09 - Air gear!"


Fitur itu pun menciptakan skate board transparan dibawah kaki Jin. Setelah terbentuk seutuhnya, Jin pun melajukan skate board dan meninggalkan desa Soma.


Tomoe yang melihat kepergian Jin, dia pun meneteskan air matanya. Lalu, Shiroi yang melihat itu. Dia memeluk adiknya itu. Shiroi dan ayahnya tahu meski pertemuan Tomoe dan Jin hanya sebentar namun, Tomoe sudah memiliki rasa.

__ADS_1


... # Extraordinary System #...


__ADS_2