Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 104


__ADS_3

...Season 4: Bab 04. Makan bersama-sama....


Setibanya di rumah, Juan melihat Ibu kontrakan yang sedang menagih uang sewanya dengan menggedor-gedor pintu. Melihat itu, Juan teringat akan masa lalu sebelum nya yang mana kedua adik nya ketakutan.


Teringat akan hal itu, Juan sontak menghampiri ibu Kontrakan dengan motor besarnya. Saat Juan berhenti, di dekat Ibu Kontrakan. Ibu itu terdiam dan menatap Juan.


Juan pun turun dari motor dan menghampiri Ibu kontrakan. "Maaf, Bu. Saya baru pulang."


Saat Juan mengatakan itu, Ibu kontrakan melepaskan lamunannya. "Tidak apa-apa dek Juan. Ibu hanya ingin mengingatkan saja untuk membayar uang sewa bulan ini," ucap ramah Ibu Kontrakan.


Juan menatap heran melihat perubahan dari Bu kontrakan. "Tidak masalah, Bu. Malah, saya ingin melunasi semua hutang saya dan termasuk bulan ini. Bolehkah saya tahu nomor rekening ibu? biar saya transfer lewat mobile banking."


"Benarkah, seperti nya dek Juan habis terima lotere," ledek Ibu Kontrakan sambil memberikan nomor rekening.


Juan tidak menjawab hanya memberikan senyuman sesudah itu, Juan mengirimkan 2 juta kepada Ibu kontrakan.


"Sudah saya transfer 2 juta ya Bu," ucap Juan.


"Benarkah?" Bu kontrakan sontak membuka ponsel dan memeriksa rekening nya yang ternyata dia memang mendapatkan 2 Juta. "Dek Juan, ini lebih 500 ribu!"


"Tidak masalah Bu. Buat jajan anak-anak ibu selain itu juga Saya dan kedua adik Yuda dan Yuri akan pindah dalam waktu dekat."


"Terimakasih Dek Juan, maaf. Selama ini ibu kasar kepada mu juga kepada Yuda dan Yuri. Kamu sudah ada rencana mau pindah kemana?" ucap Ibu kontrakan.


"Belum tahu."


"Ya sudah, nanti kalau butuh bantuan apa-apa bilang ke Ibu," ucap Ibu kontrakan yang memegang bahu kanan Juan.


Setelah perbincangan itu, Juan menoleh kesamping dan melihat Alina.


Saat Juan sudah melihat Alina, Alina pun melambaikan tangan dan memberikan senyuman. Lalu, menghampiri Jin.


"Alina?"


"Hei, Juan. Teganya kamu tidak menghubungi ku," ucap cemberut Alina.


"Hah, itu ..." Juan mengarukan kepala belakang nya. "Aku tidak punya nomor mu," ucap Juan yang diakhiri dengan senyuman paksa.


"Cihh ... Alasan saja," ucap Alina sambil melipatkan tangannya.


Sesaat kemudian, Juan mendengar suara dari Yuda.


"Kakak sedang apa? Dan, siapa kakak cantik ini?"

__ADS_1


Juan dan Alina yang mendengar itu, mereka mengalihkan pandangannya ke arah Yuda.


"Hei, Pasti kamu, Yuda ya. Adiknya Juan," ucap Alina yang menghampiri Yuda.


"Iya, aku Yuda."


Lalu, Alina melihat ke samping, "Dan, kamu Yuri." ucap Alina yang melihat Yuri sedang didalam.


Yuri tidak menjawab hanya tersenyum dan mengangguk kepalanya.


"Dan, kakak. Siapa?" tanya Yuda.


Yuri pun keluar dan memotong pembicaraan, "Kakak secantik ini pasti pacarnya kak Juan. Benarkan kak?"


"Eh itu ... Bukan .." ucap salah tingkah Alina yang tersipu malu.


Juan yang melihat itu, dia pun tersenyum. Lalu, menjawabnya. "Iya, Dia Alina. Pacar nya kakak."


Mendengar itu, Alina sontak terkejut. Lalu, menoleh kearah Juan dan dia mengomel sendiri yang mana dia mengatakan kenapa kamu berbicara seperti itu?


Juan hanya tertawa kecil melihat sikap lucu Alina.


Sesaat Juan mengatakan itu, Yuri dan Yuda pun mengajak Alina masuk kedalam.


"Juan, jadi inikah kehidupan mu sehari-hari?" tanya Alina yang melihat Juan.


Juan melihat kearah Alina dan menjawab nya dengan santai, "Welcome to my world."


Alina yang mendengar itu, dia pun tersenyum. Begitu juga Juan.


"Hm! bisa dilanjutkan nanti saja," ledek Yuri.


Mendengar ledekan itu, Juan dan Alina pun melepaskan pandangannya dan teralih pada Yuri.


"Kalian ingin makan apa? ataukah Kita pesan online saja?" tanya Juan.


"Kak Juan, karena pacar kakak ada disini. Kenapa tidak masak nasi goreng?" ucap Yuda.


"Kak Alina, tahu tidak masakan nasi goreng kak Juan tidak ada yang bisa ngalahin enak nya," ucap Yuri.


"Oh, yang benar. Aku jadi ingin mencoba nya," ucap Alina.


"Alina, mereka berlebihan. Nasi goreng buatan ku biasa saja," ngelak Juan.

__ADS_1


"Belum mencicipi, bagaimana bisa tahu? ya kan Yuda, Yuri."


Yuda dan Yuri mengangguk kepalanya mendukung perkataan Alina.


"Iya, ya. Tapi, aku mandi dulu ya."


Alina menganggukan kepalanya dan Jin pun masuk ke kamar mandi untuk membasuh diri.


Sedangkan, Alina berbincang-bincang dengan Yuda dan Yuri.


Beberapa saat kemudian, tergulung handuk. Pergi ke kamar hal itu membuat Alina dan kedua adiknya terbengong melihat postur badan Juan yang berubah drastis dengan tubuh yang penuh otot hingga perutnya terbentuk Eight Pack.


"Postur badan kak Juan berubah," gumam Yuri.


"Mungkin, efek kakak jadi penyihir," sambung Yuda.


"Iya, Aku setuju," jawab Alina.


Sesudah berganti baju, Juan memasak nasi goreng seperti permintaan. Meski, di rumah nasi kurang dan bahan kurang mencukupi namun, Juan bisa membeli semua bahan di Extraordinary Market.


Setelah matang, Juan makan bersama dengan Alina dan kedua adiknya. Tawa dan canda mengisi rumah kecil itu.


Tanpa terasa waktu cepat berlalu dan larut pun tiba yang mana Yuda dan Yuri sudah tertidur.


"Juan, sudah larut malam. Aku pulang dahulu," ucap Alina yang beranjak dari duduk lesehan nya.


Juan juga beranjak dari duduk nya, "Biar aku buka portal untuk mu."


"Iya, terimakasih. Dan ... nasi goreng mu sungguh lezat!" ucap Alina.


"Terimakasih, Alina."


Sesudah percakapan itu, Juan membuka portal tepat di dalam rumah Alina.


"Juan, sampai bertemu kembali!" ucap Alina yang melangkah memasuki portal dengan posisi badan menghadap kearah Juan.


"Iya, sampai bertemu kembali!"


Alina melambaikan tangan dan senyuman begitu pun Juan. Lalu, berlahan portal tertutup dan Juan kembali melakukan aktifitas nya.


"Oke, sekarang waktunya cuci piring!"


... # Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2