Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 58


__ADS_3

...Season 2 - Bab 08. Raid Mission...


Malam bulan yang bersinar, Jin pun melajukan motornya dengan tujuan tempat percetakan yang mana seharusnya sudah tutup namun mereka masih aktif dengan lampu menyala didalam gedung itu dan terlihat didepan pagar dijaga oleh pria berbadan besar dengan memegang senjata berat nya.


Dimalam yang sunyi, kedua penjaga yang memegang senjata berat itu melihat ada lampu dari kejauhan yang mana saat ingin memeriksa nya, dia pun tertembak di kepala begitu penjaga yang lain dia sempat terkejut dan langsung terjatuh.


Penjaga yang bersiap di atap gedung memberikan isyarat kedatangan Jin yang memakai pakaian serba hitam serta maskernya dan penjaga itu pun membunyikan alarm bahaya.


Mendengar itu, Jin mempercepat laju motornya nya dan menerobos pagar lalu, para penjaga didepan pintu masuk menodongkan senjatanya kearah Jin secara bersamaan.


Dor! Dor! Dor!


Suara gemuruh tembakan mengisi sunyi nya malam.


Jin yang menyadari itu, dia pun tersenyum.


"Sistem, aktifkan unik skill SEED!"


Pandangan Jin pun menjadi kosong.


Sebenarnya bisa saja Jin mengunakan kemampuan nya sendiri. Tapi, organisasi Ghost tidak bisa dianggap remeh dan mereka bukanlah agen amatiran. Maka dari itulah, Jing menggunakan SEED.


Sesaat mengunakan SEED, Jin melompat kebelakang lalu, ditengah udara. Jin mengeluarkan Akm nya dan setelah menginjak tanah dan membungkuk. Jin melesatkan tembakan otomatis nya ke penjaga pintu depan.


Sesudah tumbang, Jin berlari dengan cepat diiringi dengan hujan peluru dari penjaga sisi kanan dan kiri Jin.


Sambil berlari, Jin pun berganti senjata menjadi dual Micro Uzi dan mengarahkan tembakan ke kedua sisinya. Lalu, dalam sekejap beberapa penjaga disisi kanan dan kiri tumbang.


Setibanya didalam, Jin masih disuguhi hujan peluru dari agen yang sudah bersiaga didalam ruangan. Jin pun sontak mencari tempat berlindung.


Jin yang tidak ingin membuang waktu, Jin melemparkan banyak bom asap disekitar Jin dari fitur [ gudang ] nya. Semua senjata itu didapatkan dari Rawles.


Ruangan itu pun menjadi penuh asap dan Jin pun keluar dari tempat perlindungan.

__ADS_1


"Sistem, aktifkan menu Zoom Vision!"


Melalui fitur itu, Jin bisa menembak dengan mudah para penjaga disana meski, Jin sedang berlari namun fokusnya tidak hilang untuk membidik target dari layar udara Zoom Vision.


Dan, Jin pun menghentikan lari nya saat berada di ruangan Sloan yang dimana para agen elit sedang mengepung Jin termasuk Bullet dan Fox. Sedangkan, Sloan duduk di sofa tamu dan menikmati sampanye nya.


"Selamat malam, Key! Bukan, Juan. Mari kita minum bersama. Sudah lama bukan, kita tidak bertemu!" ajak Sloan duduk dihadapan nya.


Jin pun tersenyum dan membuang kedua senjata nya.


"Iya, benar juga," ucap Jin yang melangkah ke sofa dan duduk di sana.


Sesudah itu, Jin duduk dihadapannya dan Sloan pun tersenyum serta mengambil mengambil botol sampanye. Jin pun mengambil gelas kosong yang ada diatas meja lalu, membiarkan Sloan menuangkan air sampanye kedalam gelas.


"Untuk kehidupan," ucap Sloan yang mengangkat gelasnya.


"Untuk kehidupan," sambung Jin yang mengangkat gelas juga.


"Sloan, apakah semuanya dalam rencana mu?" tanya Jin.


"Entahlah, kami hanyalah mengikuti perintah saja," jawab santai Sloan.


Jin tersenyum remeh, "Meski itu harus membunuh yang tidak bersalah?!" tanya Jin.


Sloan menghela nafas dan menaruh gelas yang dipegangnya diatas meja lalu, melihat Juan dengan tangan yang saling ditempelkan dan menaruh di kedua lututnya.


"Juan, kamu memang masih orang yang lemah dan naif seperti dulu. Namun, sekalipun kamu membunuh ku. Kamu tidak akan bisa kembali lagi seperti dulu," ucap yakin Sloan.


Jin tersenyum kecil dan menatap remeh Sloan, "Juan yang bodoh itu sudah mati. Sekarang yang ada dihadapamu, Jin Kazuma. Seorang petarung judi, pembunuh dan akan menjadi seorang gangster Yakuza," ucap Jin yang menyandarkan badannya disofa, melipatkan kakinya dan menaruh tangannya disofa. "Tapi, berkat Juan yang selalu dikhianati dan dimanfaatkan. Aku tersadar. Meski, tangan ku sudah berlumuran darah" Jin melihat tangannya, "Namun, Aku bukanlah alat atau senjata. Aku tetaplah manusia. Maka dari itu, aku ingin bebas untuk memilih, menilai dan menentukan target ku sendiri." Jin melihat sekitar ruangan itu, "Aku bertanya kepada kalian, Apakah kalian manusia ataukah alat?"


Fox pun tersenyum lebar sedangkan yang lain, saling melihat satu sama lain.


Sloan pun tertawa kecil, "Hanya ada satu cara bebas yaitu kematian." Sloan pun memberikan perintah, "Kill Him!"

__ADS_1


Saat mendengar itu, Jin pun tersenyum yang mana Bullet, Fox dan dua agen lainnya membelot dengan menembaki semua agen disana kecuali Sloan. Sesudah Bullet, Fox menembaki semua agen yang memihak Sloan. Mereka pun menodongkan pistol nya kearah Sloan.


"Hahaha ... seperti aku sudah tua. Baiklah, lakukan sekarang!" ucap Sloan yang menghabiskan sampanye nya.


Jin pun mengambil pistol nya dan melesatkan tembakan kepada Sloan.


Ciung!


Dalam sekejap Sloan pun tidak menyawa lagi dan menjatuhkan gelas yang dipegangnya serta tubuhnya terjatuh.


"Selamat beristirahat! Dan terimakasih," ucap Jin.


Lalu, Jin pun menyelipkan pistol di pinggang nya dan beranjak dari sofa.


Jin melihat kearah Fox, "Fox, sisanya kuserahkan kepadamu!" ucap Jin.


"Baik, terimakasih. Jin," jawab Fox.


"Jin!" sapa bullet.


Jin pun mengalihkan pandangannya kearah Bullet.


"Terimakasih, Jin!" ucap Bullet yang menunduk kepalanya.


Kedua agen yang ada disamping Bullet juga menundukkan kepalanya.


"Bullet dan semua. Sekarang kalian bebas, semua terserah kepada kalian karena." Jin melihat kearah Fox yang dimana Fox mengangkat satu alisnya, "Organisasi ini sudah diberhentikan. Jadi, tentukan jalan hidup kalian sendiri!"


"Baik," jawab Bullet dan Agen lainnya.


Jin pun tersenyum dan mengangguk kepalanya juga lalu, pergi meninggalkan mereka.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2