
...Season 4: Bab 11. Kembali ke Utopia High School....
Dunia Paralel ialah dunia alternatif yang mana seseorang mengalami perubahan takdir. Inilah yang dirasakan oleh Juan.
Juan mengalami perubahan total dari takdirnya lantaran dia memilih jalan hidup yang damai namun disisi itu, Juan harus menghadapi Monster yang muncul untuk membunuh nya dan orang-orang disekitar.
Beberapa hari seusai ujian masuk, Juan yang sedang berada di sekolah menerima sebuah email yang bertuliskan bahwa dirinya lolos ujian masuk dengan peringkat pertama. Juan pun tersenyum akan pesan itu.
Tak lama, Alina mengirimkan pesan chat kepada Juan yang mana dia juga lolos ujian masuk dengan peringkat kedua.
Kita pasangan yang Extraordinary.
Itulah akhir chat dari Alina yang membuat Juan tersenyum lebar.
Beberapa saat kemudian, Nabila bersama dengan Alexa menghampiri Juan.
"Juan, kamu lolos ujian masuk?" tanya Nabila.
"Begitulah," jawab Juan dengan senyuman.
"Sudah kuduga kalau kamu pasti bisa masuk," sambung Alexa.
"Bagaimana dengan kalian?" tanya balik Juan.
"Nabila dan aku masuk dong. Jadi, kita bisa satu sekolah lagi," jawab Alexa.
Nabila pun tersenyum dengan malu-malu.
"Eh? kalian masuk. Selamat ya!"
Juan yang mendengar itu, dia terkejut lantara masa lalu telah berubah lagi. "Semoga saja, baik adanya!" batin Juan.
Tidak hanya itu saja perubahan yang terjadi. Pada saat jam istirahat, Paul dan teman satu gang nya membungkukkan badannya kepada Juan di sudut sekolah untuk meminta maaf atas segala sikap dan perilaku nya.
Lalu, Paul meminta maaf lantaran dia tidak bisa berpisah dengan Siska dan akan merubah sikapnya. Juan pun membiarkan nya.
__ADS_1
Lagi-lagi takdir berubah menjadi baik. Permasalahannya di sekolah Sky High School selesai.
Hari pertama masuk sekolah Utopia High School pun tiba yang mana Juan juga berhasil menyelamatkan seseorang yang mengalami kecelakaan tabrak lari di hari pertama nya.
Tidak hanya itu saja, Juan dan Alina berangkat bersama-sama dihari pertama dengan mengunakan bis khusus.
"Bagaimana rasa nya masuk ke sekolah ini lagi?" tanya Alina yang duduk disampingnya.
"Entahlah ada rasa senang juga sedih." Juan menoleh kearah kursi paling belakang yang mana dia melihat roman.
Alina yang melihat itu, dia juga mengikuti arah pandang Juan. "Dia bukan kah, Roman!"
"Iya, tapi kita belum mengenalnya," jawab Juan.
"Mari kita merubah takdir!" ucap Alina yang langsung beranjak dari kursi dan menghampiri Roman yang sedang bermain rubik.
"Oi, Alina. Apa yang kamu lakukan?" ucap Juan yang menyusul langkah Alina.
Alina tidak mempedulikan ucapan Juan dan dia pun mengulurkan tangannya, "Hei, Aku Alina. Salam kenal!"
Roman yang sedang bermain rubik menghentikan aktifitasnya dan melihat Alina seraya menerima tangan Alina dengan senyuman. "Iya, saya Roman."
"Roman, kenalin! dia Juan, siswa yang lebih pintar dari ku dan juga pacar terhebat ku," ucap Alina.
"Aish, apa harus dipamerkan?" gumam Juan.
Alina tidak merespon ucapan Juan hanya memberikan senyuman paksa.
Juan pun juga tersenyum lalu, dia berkenalan dengan Roman.
"Aku Juan."
"Roman."
Sesudah berkenalan, Alina melihat rubik milik Roman yang ada di kursi dekat nya. Dia sontak mengambil rubik itu, "Ada rubik." Alina dengan tatapan jahil melihat kearah Juan. Lalu, dia memberikan rubik itu, "Juan, selesaikan dalam waktu 15 detik."
__ADS_1
Ucapan Alina itu membuat seluruh murid yang ada di Bis serempak melihat kearah Juan.
"Eh? harus aku ya. Bukan kah, kamu bisa melakukan nya," jawab Juan.
Alina menggelengkan kepalanya, "Rekor ku kalah dari mu, Juan ku sayang!" ucap maksa Alina.
"Hah, baiklah. sini!" ucap Juan seraya mengambil rubik dari Alina.
Alina pun dengan senang hati memberikan rubik itu. Lalu, Juan dengan cepatnya memperbaiki dan menyelesaikan rubik segitiga itu dalam waktu 10 detik saja.
"Wow, keren! bahkan tidak sampai 15 detik," ucap kagum Roman yang menghitung permainan rubik Juan.
Semua murid yang ada di bis itu bertepuk tangan dan Juan hanya memberikan senyuman kepada mereka lalu, rubik itu dikembalikan nya.
"Roman, ini rubik mu. Semoga kedepannya kita bisa berteman baik."
"Iya," jawab Roman seraya menerima rubik tersebut.
Sesudah itu, Juan mengandeng Alina dan kembali ke tempat duduk.
"Mudah kan?!" ucap bangga Alina.
"For you," jawab Juan.
Alina dan Juan saling bertukar senyum.
Tidak lama kemudian, Juan dan lainnya tiba di sekolah Utopia High School dan menghadiri pertemuan para murid dengan sambutan dari Alex yang merupakan ketua OSIS.
Ditempat yang sama, Juan juga melihat teman-teman nya disana seperti Tae Woong yang sibuk membawa bekal kimchi dan Haruka yang sedang sibuk dengan ponselnya.
Juan yang melihat mereka membuat dirinya menitihkan air matanya. "Aku merasa bersyukur memiliki kesempatan kedua."
Alina yang melihat itu, dia pun mengusap air matanya Juan, "Benar kan. Mari Juan kita rubah kegelapan menjadi cahaya di kesempatan kedua ini!" ucap bangga Alina.
Juan memegang tangan Alina dan mengangguk kepalanya disertai dengan senyuman.
__ADS_1
"Iya, Mari kita rubah takdir ini!"
...# Extraordinary System #...