
...Season 2 - Bab 09. Prinsip Kepercayaan....
Di sebuah hotel Jin pun beristirahat tidur disana yang mana juga, Jin sudah tidak tidur selama beberapa hari dikarenakan mengunakan unik skill Insomnia nya dan setelah misi usai, Jin pun menonaktifkan nya kembali.
Setelah beberapa lama tertidur, Jin terbangun dan melamun lihat keatas seraya merebahkan badannya.
"Satu selesai tinggal target terbesar, Haruto Masamune." Jin pun menghela nafas panjang. "Lebih baik aku bergerak lebih berhati-hati dan berlahan dengan perencanaan yang matang menghadapinya."
Sesudah itu, Jin pun bangun dari rebahan nya dan membasuh diri. Sesudah itu, Jin pun keluar dari penginapan nya dan pergi ke supermarket untuk mengambil uang dan berbelanja beberapa makanan kecil serta minuman kaleng lalu, Jin pun berjalan dan melewati warung warteg yang membuat langkahnya terhenti.
"Aku jadi kangen masakan rumahan disini," gumam Jin.
Sesaat Jin pun mengingat sewaktu Jin menerima gaji pada saat sekolah dulu, dia selalu memberikan makanan enak untuk kedua adiknya. Jin yang mengingat itu, dia pun tertawa kecil. Lalu, Jin pun masuk kedalam rumah makan itu dan memesan makanan disana.
Di tempat makan itu sedang menayangkan televisi yang mana berita tentang Alina. Mendengar itu, pandangan Jin teralih pada televisi.
Disana menjelaskan bahwa Alina White akan mengisi acara konser untuk memperingati HUT Metropolis Jakarta.
Jin yang melihat itu, dia pun tersenyum. Sesaat kemudian, makanan pun tiba dan Jin pun menyantap makanan nya.
...# Extraordinary System #...
Ditempat yang berbeda, Tae Woong pun baru tiba bandara di New Indonesian dan dia pun menaiki taksi menuju sebuah tempat.
Didalam taksi, Jin mengingat tujuan nya ke New Indonesian untuk mencari seseorang yang beberapa hari sebelumnya baru temukan. Saat itu, Tae Woong melihat gambaran Jin dari Camera CCTV bandar. Hal itu membuat nya tersenyum sendiri yang mana dugaan selama ini Tae Woong terbukti bahwasannya Juan masih hidup.
Sejak kematian Juan di villa milik Yagashi Hirano. Tae Woong tidak begitu percaya dengan kematian itu yang mana Tae Woong sangat memahami kecerdasan dan kemampuan Juan. Namun, intuisi Tae Woong tidak ada yang percaya akan hal itu maka dari itu, Tae Woong pun mengunakan AI Elixir nya untuk menemukan kebenaran nya. Setelah satu setengah tahun, akhirnya Intuisi Tae Woong terbukti.
__ADS_1
"Juan, aku akan menemukan mu," gumam Tae Woong saat melihat foto CCTV yang tertangkap di bandara.
Dan, tujuan Tae Woong ke acara konser HUT Metropolis Jakarta dan dia memiliki rencana untuk memberikan gambaran itu kepada Alina maka Tae Woong pun mengirimkan pesan Chat.
[Tae Woong: Lin, aku ingin bertemu denganmu!]
Saat Tae Woong mengirimkan pesan itu, Alina sedang berada dibelakang panggung dan diruang rias. Alina sedang dirias oleh perias profesional dan saat dia mendapatkan pesan dari Tae Woong, Alina pun membalas chat itu.
[Alina: Datanglah ke acara HUT! seusai acara kita bertemu.]
[Tae Woong: Siap!]
Sesudah membalas itu, Alina menaruh kembali ponselnya diatas meja.
Tidak lama kemudian, Rachel mendatangi Alina yang mana perias juga sudah menyelesaikan riasan Alina.
"Lihat! siapa yang selalu terlihat cantik?" ucap Rachel yang menghampiri Alina.
Rachel pun memegang kedua bahu Alina yang sedang duduk.
"Ada apa, kak Rachel? apakah permasalahan haters lagi?" tanya Alina.
"Masalah itu jangan pedulikan yang penting kamu harus menampilkan performance terbaik mu. Oke! kakak disini hanya untuk memberikan semangat," jawab Rachel.
"Iya, terimakasih kak Rachel. Lagi memang aku tidak peduli dengan mereka. Para Haters hanya mengunakan emosi dan iri hati untuk menjatuhkan seseorang di dunia selebritis tanpa memandang kualitas atau performance seleb tersebut." Alina menoleh kesamping dan melihat Rachel, "Maka dari itu, aku akan selalu menampilkan performance terbaik ku."
"Alina, kamu memang wanita yang kuat," ucap Rachel.
__ADS_1
Alina dan Rachel pun saling bertukar senyum.
Beberapa saat kemudian, Alina pun tampil diatas panggung dengan sambutan para fans yang meriah lalu, dia pun menyanyikan lagu andalan.
Yang mana dari sisi sudut panggung, Jin sedang menyaksikan Alina manggung. Namun, Alina tidak menyadarinya karena padat nya penonton.
Sesudah performance berakhir, Alina pun turun panggung dan melihat Jin yang sedang berbalik badan dan ingin pergi meninggalkan acara tersebut.
"Juan?" gumam Alina.
Alina yang tidak pikir panjang sontak mengubah arah ke depan panggung. Rachel yang melihat itu sontak panik dan menyuruh keamanan untuk menjaganya.
Alina yang tidak pikir panjang, dia pun menerobos para penonton yang histeris dengan hadiran Alina dibawah panggung. Tae Woong yang sudah ada disana sontak juga menghampiri Alina untuk menghentikan langkah.
Alina terus melangkah sampai dia pun menitihkan air matanya.
"Juan! ... Juan! ... Juan!"
Jin pun yang melangkah keluar menyadari panggilan itu namun, Jin tidak bisa berbalik lagi untuk dekat dengan nya. Dalam pemikirannya, jika Jin melakukan itu maka nyawa Alina akan dalam bahaya. Karena dunia mereka sudah berbeda.
Jin pun mempercepat langkah nya hingga sampai ke tempat parkiran motor lalu, Jin pun melajukan motornya.
Langkah Alina pun terhenti oleh penjaga keamanan dan hanya melihat Jin dari kejauhan.
"Juann! berhenti! Aku tahu itu kamu! berhenti!" teriak Alina sambil menangis.
Sebenarnya, Alina pun sama seperti Tae Woong. Dia tidak percaya dengan kematian Juan terlebih lagi, saat pemakaman Alina tidak melihat jasad Juan seutuhnya lantaran jasad yang dikuburkan hangus terbakar. Alina juga yakin, Juan bukan orang yang bodoh atau lemah untuk bisa melarikan diri dari api. Maka dari itu, Alina selalu percaya Juan masih hidup dan suatu saat nanti, dirinya akan bertemu dengan nya lagi.
__ADS_1
Disisi lain, Tae Woong juga mengejar Jin. Namun, dia kehilangan dirinya juga. Lalu, dia melihat plat nomor motor Jin.
"B 3489 AD. Juan, aku akan menemukan mu dan meminta penjelasan dari mu," gumam Tae Woong. Lalu, dia melihat dan mendengar Alina dari kejauhan.