Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 56


__ADS_3

...Season 2 - Bab 06. Terungkap...


Sehabis Jin merayakan keberhasilan kemenangan di Tournament Cage. Jin pun memasuki apartemen nya dan juga mengeluarkan flashdisk dari fitur [Gudang] bersama superlaptop miliknya dan dia pun duduk di kursi makan dan meletakkan laptop beserta flashdisk itu diatas meja. Sesudah itu, Jin pun menyalakan dan mencolokkan flashdisk itu yang ternyata isi file itu terkunci dengan program penguncian yang keras.


Jin yang melihat itu, Dia pun tersenyum.


"Sepertinya, hacker phantom harus kembali."


Jin pun membuka command prompt dan menekan gelembung.


Kling!


[Ada yang bisa saya bantu?]


"Sistem, aktifkan unik Skill SEED juga Skill Hacking."


Sesaat kemudian, mata Jin pun menjadi kosong dan memulai pengetikan program hacking. Dengan mengunakan kedua skill itu, Jin pun berhasil meruntuhkan keamanan program di flashdisk itu kurang dari 5 menit. Sesudah terbuka, Jin pun mengembalikan dirinya seperti sediakala dan memulai memeriksa flashdisk tersebut.


Saat Jin memeriksa nya, dia dibuat kaget saat melihat berkas-berkas yang ada disana yang mana berkas itu berisikan video, dokumen dari hasil pekerjaan mereka yang terlibat dalam aksi terorIsme dan misi pembunuhan kepada orang-orang yang tidak bersalah lalu, dibuat seakan-akan kecelakaan diantaranya kasus pembakaran rumah Tante dan paman nya.


Jin yang melihat itu sontak marah dan emosinya meluap-luap seraya air mata yang menetes namun dihentikan oleh unik skill [Refresh]. Sesudah tenang, Jin pun mempertajam penelusuran yang dimana Jin berhasil mendapatkan Informasi rantai perintah dalam aksi pembunuhan itu yang ternyata Yagashi Hirano meminta izin kepada atasannya salah satu dari lima bos Ryu Go Kuro, Haruto Masamune sedangkan perencanaan dilakukan oleh Sloan.


Setelah memahami itu, Jin pun menatap tajam layar laptopnya.


"Gigi balas gigi. Mata balas mata."


Jin pun memutuskan untuk membunuh Sloan maka dari itu, dia pun menelepon seseorang.


"Ketua Maou, Maaf. Dalam tiga hari ini, saya belum bisa masuk. Ada urusan yang harus diselesaikan."

__ADS_1


"Baiklah, 3 hari. Jangan lebih!" jawab Shin Maou dari balik telepon.


"Baik ketua," jawab Jin.


Sesudah itu, Jin pun menutup teleponnya dan mempersiapkan dirinya.


Tidak lama kemudian, Jin mendengar suara langkah kaki yang mendatangi apartemen nya. Lalu, sistem pun memberikan peringatan.


Kling!


[Terdeteksi ada nya hawa membunuh.]


Jin yang melihat itu sontak memasukkan laptop dan flashdisk nya kedalam fitur [ Gudang] juga mengeluarkan pistol kedap suara nya dan bersiaga lalu, bersembunyi.


Tidak lama kemudian, seseorang pun mendobrak pintu dan sekitar tiga pria berpakaian hitam dengan masker hitam memasuki apartment Jin. Lalu, saat penyusup itu berjalan tepat dihadapan Jin yang mana Jin sedang menodongkan pistol kedap suara dan ujung tepat di kepala penyusup dan tanpa ragu Jin pun melesatkan pelurunya.


Ciung!


Kedua rekan lainnya sontak menyadari akan kehadiran Jin namun, Jin mengerakan dan menembaki kedua Penyusup itu dengan cepat.


Ciung! Ciung!


Kedua penyusup itu pun langsung tidak bernyawa lagi.


Seusai menembaki ketiga Penyusup. Jin pun menyadari akan kehadiran satu penyusup lagi yang ada dibelakang pintu. Jin pun sontak melesatkan tembakan melengkung.


Tembakan melengkung ialah sebuah teknik dalam menembak tidak secara lurus melainkan digerakan dari bawah hingga ketengah serta digerakkan secara horizontal sehingga peluru yang dilesatkan bisa menukik seperti misil yang mengejar target nya.


Pertarungan pun usai, Jin melamun sejenak.

__ADS_1


"Kenapa mereka bisa langsung tahu?" gumam Jin.


Jin pun mengingat bahwasannya flashdisk yang diretas dan dibacanya memiliki program GPS yang akan ketika di pasang.


"Ah, sial! cerobohnya aku."


Sesudah itu, Jin melihat rumah nya yang terdapat empat jasad dari penyusup lalu, dia pun mengusap muka.


"Lebih baik, aku bersihkan sebelum kak Selen atau Akiyama mengetahuinya."


Jin pun memasukan keempat mayat itu ke dalam fitur [Gudang]. Lalu, dia pun pergi meninggalkan apartemennya.


Sesaat diluar, Fox sedang memantaunya dari atap gedung yang berbeda.


"Key, dikonfirmasi berkhianat dan memiliki flashdisk." lapor Fox.


"Tetap awasi dan berhati-hati! dia bukan orang bodoh dan lemah!" peringatan Sloan dari balik earphone nya.


"Baik, saya mengerti." jawab Fox.


Jin pun mencari tempat sepi dan mengeluarkan motor sport yang sudah lama tersimpan di fitur [Gudang], Kawasaki ninja 250R.


"Helo, my old friend." ucap Jin sambil memegang motornya lalu, dia pun menaikinya dan pergi ke pelabuhan sepi.


Setelah itu, Jin membuka keempat jasad itu kelaut.


"Sekarang waktunya berlibur ke New Indonesian," ucap Jin yang tersenyum lebar.


Sesudah itu, Jin pun kembali menaiki motornya untuk pergi ke bandara dan pergi ke Indonesia.

__ADS_1


__ADS_2