
...Season 4: Bab 08. Kenyataan yang sebenarnya....
Keesokan paginya, Juan bersama dengan kedua adiknya menikmati sarapan mewah dari hotel berbintang. Saat itu, Juan pun senang yang mana seingat Juan masa lalu sebelum nya kedua adiknya sudah terbaring di rumah sakit.
Namun masa lalu telah dirubah, Juan berhasil menyelamatkan kedua adiknya dan menikmati hidup mewah di hotel ini. Juan bersyukur akan kesempatan kedua ini.
Setelah sarapan, Yuda dan Yuri memutuskan untuk berenang dengan penjagaan dari Key dan Juan pun menyetujuinya sedangkan dirinya pergi ke dungeon.
Delta Dungeon merupakan fitur yang dibuat oleh Juan dengan mengunakan program sihir ruang. Delta Dungeon berbentuk seperti lorong hotel yang berisikan banyak pintu dengan lorong yang kecil.
Setiap pintu memiliki berbagai ruangan salah satunya laboratorium Robotic yang mana Juan menaruh wanita Automata di sana dan memeriksa nya.
Juan mengusap wajahnya, "Automata memang memiliki struktur yang sempurna bahkan bisa membuat wajah cantik seperti ini." Juan beranjak memeriksa tubuh nya, "Kulit badan juga mirip dengan manusia. Siapa sebenarnya yang membuatmu dan mengirimkan mu?"
Setelah itu, Juan mengunakan fiturnya untuk memeriksa program didalamnya.
"Ciel, Aktifkan Delta 30 - Program!"
Sesaat kemudian muncul garis hijau yang berbentuk sama dengan robot wanita lalu, Juan mengambil chip memasukan kedalam layar udara. Setelah itu, Juan merubah datanya dengan mengunakan AI milik nya sendiri. Seusai program selesai, Juan mengembalikan Chip itu begitu juga data virtual nya.
"Serah, Bangun!" seru Juan.
Tidak lama wanita automata membuka matanya dan bangun dari rebahan. Lalu, melihat Juan.
"Selamat bergabung Serah!" sapa Juan.
"Master, apa yang anda butuhkan?" ucap Serah yang menundukkan kepalanya.
"Periksa kondisimu!" seru Juan.
Serah menutup matanya, "Check condition ... All Green!" seusai mengatakan itu, Serah membuka matanya kembali.
"Oke, sekarang. Standby disini sampai perintah selanjutnya!" seru Juan.
"Dimengerti!" jawab Serah.
Setelah itu Juan pun kembali ke tempat kedua adiknya yang sedang berenang. Disana, Juan juga ikut bermain.
__ADS_1
Seusai berenang, Juan bersama dengan kedua adiknya dikawal oleh Key keluar dari hotel lalu, Juan membuka portal menuju rumah Om Ferdi yang mana Juan mengejutkan Rania yang sedang mencuci motor hingga matanya terbuka lebar dan terdiam.
"Kak Juan!" Rania melihat kearah Yuda dan Yuri. "Yuda, Yuri! Aku pikir ada monster yang datang kerumahku!" ucap Rania.
Juan tertawa kecil mendengar perkataan Rania begitu juga Yuda dan Yuri. Namun, Yuda dan Yuri sontak berlari dan memeluk Rania.
"Kak Rania!" serempak Yuda dan Yuri.
Rania menerima pelukan mereka, "Kalian ini sudah Sekolah SMP masih saja seperti anak kecil."
Disaat yang sama, Juan menghampiri Rania.
"Hei, Rania. Apa kabar?" tanya Juan.
Rania melihat kearah Juan dan tersenyum. "Aku baik-baik saja," jawab Rania.
Sesaat Juan mengingat Rania di masa lalu sebelum nya yang mana Rania kehilangan kedua orang tua nya. Jika, disalahkan itu memang salah Juan yang memilih jalur balas dendam.
"Semoga aku juga bisa merubah takdirmu, Rania." batin Juan.
"Kalian naik apa kesini?" tanya Tante Lia.
"Teleportasi!" jawab serempak Yuda dan Yuri.
"Hah?!" kaget Om Ferdi dan Tante Lia yang saling menatap.
Rania menganggukkan kepalanya saat Yuda dan Yuri mengatakan hal itu. Om Ferdi pun mengalihkan pembicaraan.
"Lebih baik, masuk saja dahulu. Cerita kan kepada Om, apa yang terjadi?" bujuk Om Ferdi.
"Iya, Om."
Sesudah itu, Juan dan lainnya masuk kedalam rumahnya Om Ferdi dan berkumpul di ruang keluarga.
Di sana, pembicaraan diawali dengan permintaan maaf dari Om Ferdi dan Tante Lia yang sudah mengabaikan Juan serta kedua adiknya.
Sesaat Juan teringat perkataan yang sama dari Tante Lia dan Om Ferdi di masa lalu sebelum nya yang mana saat itu, Yuri dan Yuda sudah di rumah sakit tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Juan yang mendengar itu dengan rendah hati memaafkan Paman dan Tante nya tersebut. Sesudah pembahasan itu, Om Ferdi mempertanyakan Juan.
Juan menjawab bukan hal yang sebenarnya, dia mengarang bahwa diri tergigit oleh sesuatu dan memberikan nya kekuatan super. Hal itu membuat Om Ferdi dan semua yang mendengar disana terkejut.
"Yang berarti kakak mirip Spiderman?" potong Rania.
"Kurang lebihnya seperti itu."
Lalu, Om Ferdi melihat kearah Key, "Dia siapa?"
Juan pun mengikuti arah pandang Om Ferdi, "Dia super robot Automata, aku memberikan nama Key."
"Mungkinkah, dia robot dari Stark Industries?" tanya Om Ferdi.
Juan menggelengkan kepalanya, "Bukan, dia robot dari Universe lain."
Setelah pembahasan itu, Juan dan Om Ferdi membahas rumah keluarga nya yang mana pemilik baru sudah menjualnya lagi. Juan pun bersedia membelinya kembali dan Om Ferdi menyetujuinya.
Adapun awalnya, Om Ferdi menaruh curiga kepada Juan lantaran memiliki uang banyak dalam sekejap namun, Juan menjelaskan yang sebenarnya bahwa dirinya mendapat uang hasil dari korupsi serta pencucian uang para pejabat dan pengusaha koruptor.
Mendengar hal itu, Om Ferdi dan Tante Lia malah berbangga kepada Juan lantaran para pejabat dan pengusaha koruptor sulit untuk ditangani oleh pemerintah.
Juan pun merasa lega mendengar jawaban dari Paman dan Tante nya itu maka dari itu, Juan memutuskan untuk membagi kekayaan nya dengan membantu semua biaya sekolah Rania dan Andy.
Om Ferdi dan Tante Lia pun senang mendengar perkataan Juan tersebut.
Beberapa saat kemudian, Juan membuka gerbang ke rumah di Istimewa Yogyakarta dan
Setibanya di sana, Juan dan lainnya dikejutkan oleh rumah keluarga nya yang memiliki tanah perkebunan yang sangat luas namun, tertutupi ilalang dan rumput yang sudah setinggi orang dewasa.
"Juan, disinilah rumah kakek dan nenek mu yang telah diwariskan kepada ayah mu!" ucap Om Ferdi.
Juan pun terkejut melihat rumah keluarga nya yang memiliki perkebunan yang begitu luas.
"Aku tidak tahu kalau keluarga ku bukanlah keluarga yang miskin," ucap Juan.
...# Extraordinary System #...
__ADS_1