
...Season 2 - Bab 27. Back in Kamurocho...
Jin dan Alice dalam sekejap mata tiba di apartemen Jin yang berada di Kamurocho, Imperial Japan.
Setibanya disana, Alice mengelilingi apartemen Jin sambil tersenyum-senyum sendiri, "Jin, apartemen mu sepi sekali." Alice menyindir lantaran sedikit nya perabotan didalam apartemen itu.
Jin tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman.
Sesaat kemudian, Alice menghentikan langkahnya dan melihat kearah Jin.
"Jin, bisakah kamu menolongku?"
"Menolong apa?"
"Antarkan aku berkeliling Kamurocho dan mari kita makan diluar! Aku lapar!" ucap Alice disertai senyuman lebar.
Jin pun menghela nafas, "Baiklah, Ayo!"
"Yeee!" respon senang Alice.
Sesudah itu, Alice dan Jin pergi keluar apartemen dan mereka pun berjalan-jalan di Kamurocho.
Banyak orang disana yang menyapa Jin, baik itu pria ataupun wanita. Melihat itu, Alice pun meledeknya.
"Aku tidak menyangka kamu terkenal disini."
"Tidak juga, beberapa dari mereka sering ku bantu ya jadi mereka mengenal ku," jawab Jin.
"Oh, begitu. Kamu memang tidak berubah meski beberapa kali kamu menganti identitas, kamu adalah kamu. Seorang murid jenius yang mampu mengalahkan ku dalam peringkat sekolah," ucap Alice sambil tersenyum.
"Kamu terlalu memuji," respon Jin yang juga memberikan senyuman.
"Hei, itu ada ramen. Aku mauuu!" ucap Alice yang menunjuk kearah salah satu kedai ramen.
"Baiklah!" jawab Jin.
Jin dan Alice pun makan di kedai ramen tersebut. Alice seperti nya sangat menyukai mie ini terlihat dia menyantap mie ramen sampai beberapa mangkuk. Jin yang melihat itu hanya tersenyum.
Beberapa saat kemudian, suara panggilan masuk pun terdengar dan Jin melihat layar yang ternyata itu berasal dari Shin Maou.
"Maaf," ucap izin Riz.
"Iya, silahkan!" jawab Alice yang masih sibuk dengan santapan nya.
__ADS_1
Lalu, Jin pun mengangkat telepon tersebut.
"Hai, Jin -desu!"
"Jin, kamu dimana sekarang?" tanya Shin Maou dari balik ponsel.
"Baru tiba di Kamurocho," jawab Jin.
"Bagus, sekarang, datanglah ke kantor ku! ada hal penting yang harus kusampaikan!"
"Baik, Oyaji."
Sesudah itu, Jin pun menutup teleponnya.
Alice pun penasaran dengan pembicaraan di telepon. "Ada apa?"
"Alice, aku harus pergi ke suatu tempat."
"Iya, tidak apa-apa. Pergi saja, aku bisa pulang sendiri," jawab Alice.
"Maaf, Alice."
Alice pun tersenyum dan mengangguk kepalanya. Lalu, Jin pun beranjak dari kursinya dan pergi ke kantor Shin Maou.
Setibanya di sana, Jin sudah ditunggu oleh Shin Maou. Dia pun menghampiri dan membungkukkan badannya.
"Jin! Dago dan Hakuro Terada telah diculik!" ucap Shin Maou.
Jin yang mendengar itu sontak terkejut. "Apa? bukankah, mereka berdua langsung pergi ke Imperial Japan dari New Indonesia?" ucap Jin.
"Iya dan mereka pun diculik dibandara." Shin Maou menghela nafas panjang, "Orang-orang kita tidak mampu melawan para penculik. Maka dari itu, aku sudah mengerahkan semua anggota untuk mencari keberadaan mereka." Shin Maou pun menatap tajam Jin, "Jin, tugas yang terpenting saat ini ialah menyelamatkan nya."
"Iya, aku mengerti," jawab Jin yang membungkukkan badannya.
"Lalu, bagaimana kabar Alice Dojima?" tanya Shin Maou.
Mendengar itu, Jin mengembalikan posisi badannya dan melaporkan semua kejadian dari pembunuh Teo Dojima yang mengincar Alice, Perjanjian dengan Dago sampai penyergapan Teo dan kelompok nya di rumah Terada.
"Jadi begitu, kerja bagus, Jin! Dan terus lindungi nona Dojima!" seru Shin Maou.
"Baik, Oyaji," jawab Jin yang membungkukkan badannya.
"Yasudah, kamu boleh pergi dan cari Tuan Dago Dojima!"
__ADS_1
Jin pun mengembalikan posisi badannya dan pergi meninggalkan ruangan kantor. Ditengah perjalanan pulang, Alice mengirimkan pesan chat kepada Jin.
[ Syukurlah, Jin! Aku mendapatkan sinyal WiFi disini jadi aku bisa chat. Kamu dimana? Jika sudah pulang, aku minta tolong untuk membelikan pakaian dlam juga beberapa kaleng bir. Mohon bantuannya! ]
Jin yang melihat pesan itu, dia pun menghela nafasnya dan mampir sejenak ke supermarket yang mana disana menjual pakaian dlam.
Sesudah itu, Jin kembali pulang ke apartemen nya. Setibanya disana, Jin tidak melihat Alice.
"Dimana dia?" tanya sendiri Jin yang meletakkan belanjaan diatas meja.
Sesaat kemudian, Alice pun keluar dari kamar mandi dan hanya membalutkan handuk menutupi tubuhnya dan handuk kecil menutupi rambutnya yang basah.
"Yaaa ... Nyaman nya! sudah beberapa jam aku tidak mandi sesegar ini," ucap santai Alice yang seakan-akan tidak ada Jin.
Jin yang melihat itu sontak membalikan badannya, "Pakaian dlam sudah aku letakkan di atas meja."
"Aku tahu." Alice pun melepaskan handuk dan menganti baju dibelakang Jin. "Jin, air di sini cukup segar bahkan aku bisa meminumnya. Hihihi," ucap Alice sambil berganti baju.
Sesudah itu, Alice mengambil dua kaleng bir dan menghampiri Jin, "Jin, ini punya mu!" ucap Alice seraya memberikan kaleng bir kepadanya.
"Ah, iya." jawab Jin yang menerima bir itu.
"Lalu, apa yang dikatakan oleh ayah angkat mu?" tanya Alice sambil menyeruput bir dikaleng.
"Dago -san telah diculik."
Alice pun terkejut mendengar itu, "Apa? Kakak Dago diculik?"
Jin pun beranjak duduk, "Iya, dia diculik dibandara," ucap Jin.
Lalu, Jin pun mengeluarkan laptop canggih dari fitur [Gudang]. Sebenarnya Jin bisa melakukan pencarian sendiri namun, disana ada Alice dan dia pasti ingin mencari tahu keberadaan kakaknya itu.
Alice yang melihat Jin mengeluarkan laptop, dia pun sonta duduk disampingnya.
"Ayo, Jin! kita cari bersama!" seru Alice.
Jin pun mengangguk kepalanya dan memulai pencarian melalui laptop.
Beberapa bulan yang lalu, Jin pun berhasil menciptakan sebuah software tinggi bernama God Eyes.
Software God Eyes ini merupakan software yang mampu beretas semua CCTV, kamera Laptop, satelit, kamera blackbox kendaraan bahkan kamera ponsel.
Dalam waktu 15 menit saja, Jin berhasil menemukan nya. Melihat itu, Jin sontak senang dan melihat kesamping.
__ADS_1
"Alice, ak-." sebelum menyelesaikan ucapannya nya. Alice pun tertidur dan kepalanya pun jatuh di bahu Jin.
Jin pun membiarkan nya dan ingin mengelus rambutnya tapi, dia pun mengurungkan nya dan teralih pada menutup laptop dan mengembalikan nya kedalam fitur [Gudang].