Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 40


__ADS_3

...Bab 40. Aku berjanji...


Disaat Juan ikut dengan Bu Maya ke kantor kepala sekolah, Alina melihat Alex yang juga ada disana, dia pun menarik Alex dan membawanya ke belakang gedung asrama.


"Lex, apa maksud dari semua? ini kah ancaman untuk ku?!" ucap kesal Alina.


Alex pun melempar tangan Alina dan merapihkan baju dan rambutnya.


"Iya, itu salah satunya dan Lin, kamu tidak tahu siapa sebenarnya?" jawab Alex.


"Apa katamu?"


Alex pun tersenyum. Lalu, dia mengambil ponsel dan menunjukkan beberapa video Juan sewaktu menjadi Phantom. Sosok yang menyerang Alex juga membuat Bu Anita mati otak. Hal itu membuat Alina mengerutkan dahinya.


"Apa ini memang Juan?" gumam Alina dengan sepintas mengingat Juan yang memiliki sosok yang lembut dan cuek.


"Dia penjahat, Lin. Dan itulah kenyataannya," hasut Alex.


Alina pun mengepalkan tangannya dengan kuat dan menitihkan air matanya.


"Lex, dia bukan orang yang bodoh dan pasti ada alasan," ucap pembelaan Alina.


"Alasan apapun. Penjahat tetap penjahat itu tidak akan merubah kenyataan. Baiklah, Lin. Lebih baik kamu jauhi dia," ucap Alex yang memegang kedua bahu Alina yang sedang menangis.


Sesudah mengatakan itu, Alex membalikan badan dan meninggalkan Alina namun, Alina menghentikan nya.


"Lex, Tunggu!" seru Alina.


Alex pun tersenyum dan menghentikan langkahnya. Lalu mengembalikan wajahnya dengan ekspresi empati.


"Ada apa, Lin?"


"Aku akan menjual jawaban ujian ku. Tapi tidak dengan uang!" ucap Alina dengan tatapan tajam.


"Lalu?"


"Aku ingin kamu membantu Juan!" ucap tegas Alina.


"Baiklah aku akan bantu akan tetapi, kamu harus memegang janjimu!" tegas Alex.


"Aku berjanji!" tegas Alina juga.

__ADS_1


Sesudah itu, Alex pun pergi meninggalkan Alina.


Alina terduduk dan menangis, "Maafkan aku, Juan."


Alina meminta maaf dikarenakan dirinya pernah berjanji kepada Juan untuk tidak melakukan kecurangan lagi. Hal itu pun mengingatkan kejadian saat diatap sekolah.


Waktu itu Alina baru masuk Utopia High school yang dimana saat Alina ingin makan siang diatap, dia melihat Juan.


"Hei, Juan!" sapa Alina yang menghampiri Juan.


Juan yang sedang merebahkan diri di kursi atap sekolah hanya meliriknya lalu, kembali menutup mata dengan sikap tidak peduli.


Saat sudah berjarak dekat dengan Juan, Lin pun mendekatkan wajahnya dan melihat Juan yang sedang menutup matanya.


"Kamu tidur atau pura-pura tidur?" gumam Alina.


Juan yang mendengar itu, dia pun menjawab nya dalam kondisi mata yang masih tertutup, "Ada apa? kamu mencari ku?!" sesaat mengucapkan itu Juan pun membuka matanya yang Alina terkejut dan mengembalikan posisi berdirinya seraya merapihkan rambutnya.


"Aku tidak mencari mu. Ge er banget kamu," ucap Alina yang melihat ke langit seraya senyum diwajahnya.


Juan pun bangun dari rebahannya dan duduk dengan menghadap arah yang sama dengan Alina.


"Lalu, kamu sedang apa disini?" tanya Juan.


"Lin, apa kamu masih menjual jawaban ujian?" tanya dingin Juan.


Alina yang terkejut mendengar pertanyaan Juan itu dan menatap heran.


"Darimana kamu tahu?" tanya Alina.


Juan pun tersenyum kecil dan beranjak dari kursinya lalu, berdiri disamping Alina.


"Apa alasannya?" tanya Juan kembali.


"Jika alasannya bukan uang itu pastilah bohong tapi, aku tidak ingin dicurangi dunia ini maka dari itu, aku harus bertindak curang untuk melawannya," jawab Alina yang memasang wajah kecewa.


"Jadi, begitu. Menurut ku, kamu melakukan itu hanya akan menjadi masuk kedalam kecurangan yang lebih dalam lagi," jawab Juan.


Alina pun merasa tertarik dengan jawaban dari Juan itu. Lalu, melihat kearah Juan.


"Bagaimana cara mu melawan kecurangan?"

__ADS_1


Juan pun tersenyum dan melihat Alina, "Keadilan. Meski harus mengunakan kecurangan namun jika itu demi keadilan dan kebaikan akan ku lakukan."


Alina pun tersenyum senang, "Wow ... pemikiran mu seperti pahlawan dalam film saja," ucap bangga Alina.


"Entahlah. Tapi, itulah prinsip ku dan apa kamu mau bergabung dengan ku menjadi kelompok pahlawan?" ucap Juan yang menyambung ucapan Alina.


Alina pun tertawa kecil, "Baiklah, aku akan bergabung dengan mu."


"Terimakasih, langkah awal nya. Kamu hentikan perdagangan jawaban ujian dan kita selesaikan rumusan kimia. Tentu jika ada yang membeli hak cipta nya, aku akan membagi dua dengan mu. Bagaimana kamu setuju?" ucap Juan seraya memberikan tangannya.


Alina tersenyum seraya menerima tangan Juan itu, "Baiklah, aku setuju."


Juan melepaskan jabat tangan nya dan memberikan jari kelingking nya, "Kamu janji?!"


Alina pun menatap Juan dan menerima jari kelingking itu dengan jari kelingking nya, "Aku berjanji."


Juan dan Alina pun saling bertukar senyum.


Grukk!


Suara petir menyambar dan menyadarkan lamunan Alina.


"Juan, Maaf. Sungguh aku minta maaf," ucap Alina yang menitihkan air mata.


...# Extraordinary System: Bersambung ...#...


Hei, sahabat Juan. Terima telah dan masih membaca kisah Juan ini. Pada kesempatan ini, aku ingin bertanya lagi kepada teman-teman sekalian.


Beberapa chapter kedepan Juan akan lulus sekolah. Menurut kalian, alur takdir Juan yang bagus apa ya?


A. Juan kembali fokus membuat game sampai membuat perusahaan game.


B. Menjadi Mafia dan terlibat di dunia gelap.


C. Menjadi pemimpin Agensi artis dengan Alina yang menjadi salah satu artis nya.


D. Menjadi Guru dan mengurusi permasalahan para muridnya.


E. Menjadi detektif swasta yang menangani kasus dunia nyata dan dunia Indigo.


Vote komen tertinggi maka itu, alur yang akan kubuat. Batas waktu satu hari ini.

__ADS_1


Terimakasih atas perhatiannya ...


See ya ...


__ADS_2