
...Season 2 - Bab 13. Christmas Eve...
Beberapa hari kemudian dunia entertainment di New Indonesia dihebohkan sebuah kabar yang kurang menyenangkan yang dimana media telah mengabarkan bahwa artis fenomenal Alina White merupakan anak dari Yakuza pengedar narkoba terbesar di Asia.
Karena berita itu banyak orang mengecamnya dan menghina sebagai anak penjahat, anak mafia bahkan pamor nya merupakan manipulasi keluarga dan masih banyak lain kecaman dan hinaan yang memenuhi sosial media nya.
Agensi Rachel pun dibuat kewalahan menangani kasus yang menimpah Alina tersebut. Berbagai telepon, kiriman email dan sebagainya terus meneror bahkan beberapa sponsor menarik kerja samanya.
Sedangkan, Alina sedang duduk melamun dengan menundukkan kepalanya dan memegang album pertamanya.
Rachel yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya, dia pun melihat Alina yang sedang murung itu dan menghampiri nya.
"Alina?" sapa Rachel yang memegang bahu Alina dan tersenyum kepadanya.
Alina pun melepaskan lamunannya dan melihat kearah Rachel.
"Kak Rachel, maaf kan saya. Ini semua karena saya," ucap murung Alina.
Rachel pun tersenyum, "Jangan khawatir, Alina. Gosip yang tidak mendasar ini pasti berlalu! Jadi, semangat lah!" ucap Rachel seraya mengusap air mata di pipi Alina.
"Baik," jawab Alina yang tersenyum.
Beberapa saat kemudian, Alina dan tim Agensi pun keluar dari kantor yang dimana sebelumnya dipenuhi oleh fans kini kantor agensi di penuhi oleh awak media yang ingin meminta penjelasan perihal berita Alina.
Alina dengan mengunakan kaca mata hitam bersama dengan penjaga keamanan melewati kerumunan itu dan kejadian itu pun masuk televisi yang disaksikan oleh Jin yang saat itu masih di hotel.
"Cihh ... pergerakan mereka lebih cepat," gumam Jin.
Tidak lama kemudian, sebuah panggilan masuk dari Shin Maou pun masuk dan Jin pun mengangkat nya.
"Oyaji, mereka bergerak lebih cepat," ucap Jin.
"Aku tahu, pergerakan mereka di New Indonesia lebih cepat. Jin, bergegaslah!" ucap Shin Maou.
"Baik," jawab Jin.
Sesudah itu perbincangan di ponsel berakhir. Jin pun bergegas pergi meninggalkan hotel.
Malam pun tiba yang mana Alina harus mengisi acara malam natal. Banyak artis dan penyanyi mengisi panggung pada malam itu disertai berbagai seruan semangat dari para penonton nya.
__ADS_1
Hingga tibalah bagian dari Alina naik keatas panggung. Sebelum naik panggung, beberapa kali Alina menghela nafas nya dan melihat kearah Rachel.
Rachel pun memberikan tanda semangat untuk Alina yang membuat nya tersenyum. Saat itu, Alina pun naik keatas panggung.
Semua penonton terdiam dan tidak ada satu pun yang menyalakan light stick nya. Alina tidak mempedulikan hal itu, dia pun tetap tersenyum dan berdiri diatas panggung.
"Selamat malam semua dan Selamat Natal bagi yang merayakan!" ucap Alina yang melambaikan tangannya.
Panggung pun masih sepi dan tidak ada respon. Meski begitu, Alina tidak berputus asa dan dia memulai menyanyikan sebuah lagu.
Silent Night.
Ditengah Alina menyanyikan itu, dia pun menitihkan air matanya yang mana sampai saat itu, di panggung masih panggung gelap bahkan sampai lagu habis semua penonton terdiam tidak ada yang mengiringinya.
Dengan hati berat, Alina pun membungkukkan badannya. "Terimakasih banyak." Seusai mengucapkan itu, Alina pun mengembalikan posisi badannya namun tidak ada satu pun penonton yang bertepuk tangan.
Alina pun hanya bisa tersenyum. Tapi, tiba-tiba Alina dilempari telur oleh para penonton.
"Uhuuufuuu ... Turun kamu penjahat!"
"Jangan Sok suci!"
Berbagai hinaan terus dilontarkan oleh penonton.
Alina yang ketakutan hanya berdiam kaku dengan air mata yang jatuh di lantai. Tidak lama kemudian kerusuhan pun terjadi yang mana beberapa penonton ada yang naik ke atas panggung ingin sontak penjaga keamanan disana melindungi Alina dan ingin meninggalkan panggung tapi, Alina mengalami kesulitan untuk berjalan disebabkan penonton yang sudah mengerumuni nya.
Alina pun hanya terdiam ketakutan.
"Siapa pun tolong aku?!" gumam Alina.
Sesaat kemudian, Alina mendengar suara pukulan dan geraman kesakitan.
Buk! Buk!
"Siapa kamu?!"
Buk!
Alina yang mendengar itu, Dia pun melirik kesamping dan melihat sosok pria berpakaian hitam dengan masker hitam memukul para penonton baik itu pria ataupun wanita.
__ADS_1
Lalu, sesaat jalan terbuka. Pria itu pun menarik Alina dan menyeretnya pergi. Alina pun hanya terdiam dan mengikuti pria tersebut.
Setelah berhasil membawa pergi Alina. Pria itu mengeluarkan sesuatu dari jasket hitamnya dan melemparkannya yang membuat asap tebal. Alina pun semakin diseret dengan langkah yang cepat keluar panggung.
Setibanya diluar, Alina pun melihat pria itu dan mempertanyakannya.
"Kamu siapa?" tanya Alina yang sedang diseretnya.
"Aku Jin Kazuma yang bertugas untuk melindungi mu," jawab Jin dengan alat pengubah suara.
"Melindungi ku? dari siapa?" tanya Alina lagi.
Saat Alina bertanya itu, "Mereka!" jawab Jin yang menunjuk kearah beberapa pria berpakaian preman mengelilingi nya.
"Eh? siapa mereka?" sambung Alina.
"Tidak tahu," jawab Jin.
Sesaat kemudian, Jin dan Alina pun diserang dan Jin pun menahan serangan serta membalas nya. Saling jual beli serangan pun terjadi yang mana beberapa pria mencoba menarik Alina namun, Jin menghalangi dan menghajarnya hingga beberapa dari mereka pun tumbang tapi, rekan nya datang dari mobil Van yang baru saja datang dan berlari kearah Jin.
Jin yang melihat itu sontak dia menarik Alina kembali dan membawanya kabur berlari kearah motor Jin dan Mereka pun menaiki motor itu lalu, melajukan nya dengan kencang.
Alina yang tidak mengerti apa-apa, dia hanya memegang erat pinggang Jin.
Meski Jin sudah kabur dengan motor kecepatan tinggi, mereka pun masih dikejar oleh para gangster bahkan salah satu gangster ada yang keluar jendela dan menodongkan pistol nya.
Jin pun menunduk dan mempercepat lajunya. Alina sendiri yang dibelakang bertambah takut lantaran ada nya peluru yang melesat mengenai lampu belakang motor.
Jin melihat ada nya peluang untuk menyerang balik maka dari itu, Jin mengeluarkan pistol kedap suaranya dari fitur [Gudang].
"Sistem, gunakan skill Tembakan lengkungan!"
Sesaat kemudian, tangan Jin bergerak sendiri dan melesatkan tembakan secara horizontal yang membuat peluru melesat miring kebelakang mengenai ban mobil Van yang ada dibelakang nya.
Mobil Van itu pun terpelanting ke samping dan mengenai Van hitam lainnya yang membuatnya laju kedua Van hitam itu terhenti.
Jin pun tersenyum lalu, dia memasukkan pistolnya kedalam fitur [ gudang] lagi dan mencari tempat aman untuk berlindung.
...# Extraordinary System #...
__ADS_1