
...Season 2 - Bab 03. Tournamen Cage dan Launching Game...
Beberapa hari sebelum tournament Cage. Jin bertempat tinggal yang tidak memiliki banyak perabotan bahkan ruang santai di kosongkan untuk dirinya berlatih.
Ditengah ruangan itu, Jin pun menutup mata dan mengambil nafas panjang berkali-kali. Lalu, Jin pun membuka matanya dan menekan gelembung.
Sebuah layar udara dengan chat pun muncul.
Sistem: Apa yang bisa saya bantu?
"Sistem, gabungkan semua skill Bela diri!"
Sistem: Anda harus mengeluarkan semua teknik bela diri dengan persyaratan 10 bela diri.
"Mari kita coba!"
Sistem: Apakah anda ingin mengunakan ruangan virtual?"
"Iya. Gunakan dalam mode latihan sparing."
Ruang Virtual adalah fitur yang mana pandangan penguna fitur menjadi ruangan seperti yang diinginkan dengan sistem yang mirip seperti alat game Virtual Reality (VR).
Beberapa saat kemudian, pandangan Jin berubah 360 derajat dari ruang santai menjadi Dojo yang berlantaikan kayu.
Sesudah itu, Jin pun mempraktekkan ilmu bela diri nya yang pertama [Tinju]. Lalu, [ Taekwondo], [ Aikido ], [ Karate ], [ Judo ], [ Muay Thai ], [Pankration], [ Wu Shu ], [ Tai chi ], [ Capoeira ], [ Kung Fu ], [ Kickboxing], [ Krav Maga ], [ Gulat ] dan [Penca silat].
Jin berhasil mengabung ke lima belas jenis bela diri dan Sistem pun memberikan pesan.
Kling!
[Anda telah berhasil mendapatkan unik skill Auto Fighting.]
Jin yang melihat itu pun tersenyum lantaran percobaannya pun berhasil.
"Terima kasih sistem."
Sistem: Sama-sama.
Sesudah itu, Jin pun mengembalikan pandangannya seperti semula dan tanpa dia sadari ada sebuah pesan masuk dari ponselnya. Jin pun mengambil ponsel nya dan melihat pesan itu berasal dari Majima dengan bertulisan bahwa dirinya sudah mendaftarkan Jin ke tournamen Cage yang akan diadakan Sabtu pekan ini dan Majima sudah memastikan bahwa Shin Maou akan turut hadir disan. Jin pun tersenyum melihat pesan itu lantaran momen yang selama ini dia tunggu akhirnya tiba.
Dan, malam itu pun tiba. Jin mempersiapkan diirnya dan keluar dari apartemen nya. Saat diluar, Jin bertemu dengan pria dewasa berambut gondrong bela dua dengan stelan jas merah yang juga sedang naik Lift.
Pria itu bernama Akiyama. Pemilik dari perusahaan pinjaman yang berada di lantai tiga.
"Yo, Jin," sapa Akiyama dengan senyuman lebar .
Jin yang melihat itu, dia pun menunduk kepalanya, "Akiyama -san."
Sesudah bertegur sapa Jin pun menaiki lift tersebut.
Akiyama pun memulai pembicaraan.
"Aku mendengar kamu mengikuti tournament Cage?"
"Iya."
__ADS_1
"Jika memang kamu membutuhkan uang, aku bisa meminjamkan nya," tawar Akiyama.
"Tidak usah. Terimakasih Akiyama -san tapi, aku membutuhkan sesuatu yang lebih penting. Tunggu! mungkin kah, Akiyama-san salah menekan lift keatas karena ingin membujuk ku agar tidak ikut tournament Cage?" ucap Jin.
Akiyama pun memegang kepala dan tertawa senang, "Hahaha ... Jin, kamu memang anak yang pintar. Bukan aku yang ingin membujuk mu tapi, Selen -chan yang memintanya," jawab Akiyama.
Sesaat Akiyama menjawab itu, pintu lift terbuka.
"Terimakasih Akiyama-san dan titipkan kata untuk berterimakasih kepada Selen -Nee san," ucap Jin sambil melangkah keluar lift.
"Jin, aku tidak mau menyampaikan. Sampai kan sendiri saat kamu pulang nanti dan Aku akan siap kan daging Korea untuk mu!" teriak Akiyama yang masih di lift.
Jin berjalan dengan melambaikan tangan keatas tanpa melihat Akiyama.
Akiyama pun tersenyum melihat Jin, "Boyya, pulang lah dengan selamat," gumam Akiyama.
Jin berjalan keluar menuju lokasi tournament Cage berada.
Lokasi nya sama dengan tempat Jin bertarung biasanya namun, ada sebuah ruangan khusus disana yang dimana sebuah arena bulat dengan jeruji besi dan dilengkapi oleh pelindung listrik disiapkan.
Jin pun berada di ruang ganti dan mempersiapkan dirinya.
"Aku tidak ingin kalah disini," gumam pelan Jin.
Lalu, Jin pun menekan gelembung.
Sistem: Ada yang bisa saya bantu?"
"Sistem, persiapan dirimu untuk mengaktifkan unik skill Auto Fighting!" seru batin Jin.
Sesaat kemudian Host pun memanggil Jin untuk naik keatas panggung sebagai pertandingan pertamanya. Jumlah peserta ada 8 dengan maka dari itu, Jin harus bertarung serta membunuh yang tiga lawannya untuk menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah satu juta Yen serta mendapatkan perhatian dari Shin Maou.
Sebelum pertandingan, Jin melihat kearah bangku penonton yang dimana Jin melihat Shin Maou sedang duduk di kursi VVIP. Jin pun tersenyum senang dan menambah semangat dalam pertarungan.
"Pertandingan dimulai!" seru pembawa acara.
Jin pun tersenyum remeh kepada lawannya, "Mari kita bersenang-senang!" ucap Jin.
Sesaat kemudian, Jin dan lawannya pun mulai bertarung.
Ditempat yang berbeda, Akiyama kembali ke bar Selena.
"Selamat datang!" sambut Selen.
"Iya, Aku sudah sampaikan semuanya." Akiyama pun duduk di sofa dan menyalakan rokok nya, "Dia memang orang yang keras kepala. Kita sulit untuk membujuk nya."
Selen pun menghampiri Akiyama dan duduk di samping nya lalu, menyalakan rokoknya.
"Terimakasih. Sekarang, kita hanya bisa berdoa. Dia akan menang," ucap Akiyama.
"Aku yakin Jin bukan lah pria yang lemah," sambung Selen.
Sesaat kemudian, Selen melihat televisi yang dimana televisi itu menayangkan Alina White sedang menghadapi peluncuran game online terbaru, Perfect Dream Online.
"Oh, Sudah mulai. Sebentar!" ucap Selen yang beranjak dari kursi dan menyalakan perekam televisi untuk acara itu.
__ADS_1
Akiyama pun bingung dengan perbuatan Selen, "Selen -chan, kenapa acara itu kamu rekam? kamu fans Alina White?"
Selen pun menoleh kearah Akiyama, "Bukan aku tapi Jin," jawab Selen.
"Jin?" kaget Akiyama.
"Iya, kemarin dia menangis melihat Alina White, Aku rasa dia punya hubungan khusus dengan Alina White," ucap Selen.
"Wow, seorang judi petarung bisa menangis juga," ledek Akiyama.
"Akiyama -san. Moo ... " ucap kesal Selen.
"Hahaha bercanda," jawab Akiyama.
Lalu, Selen dan Akiyama melihat acara tersebut.
Acara itu pun penampilan peluncuran game perdana Perfect Dream Online dari Megaxus yang dimana direktur mereka memberikan sambutan lalu, Alina White pun mengisi acara itu yang membuat para penonton dan penggemar nya histeris.
Setelah performance itu, Alina pun masih diam dan memberikan sebuah pernyataan.
"Boleh minta waktu nya sebentar? Sebenarnya, saya dan membuat game ini merupakan teman-teman saya sewaktu disekolah," ucap Alina dan memberikan kode kepada Tae Woong, Haruka dan Roman untuk naik panggung.
Mereka pun naik dan memberikan senyuman dan lambaian tangan.
"Sebenarnya, kami merupakan klub game semasa sekolah dan kami berlima. Satu orang ini sangat lah Jenius bahkan mengajari kami bagaimana cara membuat game? Dan ... dia juga selalu mengalahkan kami dalam peringkat sekolah. Aku selalu peringkat dua dan dia peringkat pertama ... Dia sudah seperti sahabat, guru dan ..." Alina menghela nafas dan menitihkan air matanya.
Begitu pun Tae Woong, Haruka dan Roman. Ada juga beberapa penonton yang ikut menangis.
Disaat yang bersamaan, Rania yang sedang beristirahat di asramanya turut melihat acara tersebut.
Lalu, Alina pun mengusapkan air matanya dan melanjutkan perkataannya, "Namun, takdir berbicara lain. Dia harus pergi meninggalkan kami semua satu setengah tahun yang lalu dan hari ini merupakan kami dedikasi untuk sahabat kami, Juan Prakoso.
Alina pun menyanyikan sebuah lagu dari Calum Scott - Your are reason dan sesudah itu, Alina bersama Tae Woong, Haruka dan Roman menyanyi kan lagu Ghost - Justin Bieber.
Sedangkan, mereka tidak tahu bahwa Juan yang sudah berubah nama menjadi Jin sedang bertarung di arena.
Jin mengunakan unik Skill [Auto Fighting] yang membuat Juan dengan mudah mengalahkan dan membunuh semua lawan nya.
Pertandingan pun usai dengan kemenangan mutlak Jin.
Shin Maou pun tersenyum lebar dan Standing upplause.
...# Extraordinary System #...
Hei, sahabat Juan. Maaf banget beberapa chapter sebelumnya, keterangan sistem aku satukan di narasi sehingga membuat sistem menjadi terabaikan.
Untuk kedepannya, aku akan mengedepankan sistem tapi, masih dibawah nalar logika manusia.
Karena ini Extraordinary System, sebuah yang membuat manusia melebihi batas kemampuan nya dan bukan God System, yang membuat penguna jadi dewa.
Serta jika MC masih dikatakan naif. Aku tanya, membunuh orang itu masih naif ya? sedangkan, Juan itu low profile bukan tipe MC yang menonjol ingin cepat berkuasa atau pun kaya. Dari Juan, aku ingin belajar meski kita kaya, berkuasa atau pun kuat kita harus tetap rendah hati dan memikirkan orang lain daripada dirinya sendiri.
Terima kasih untuk perhatian nya dan saran nya yang telah membangun dan belajar untuk menulis lebih baik terutama like, vote dan hadiahnya yang selalu membuat ku tetap update lebih dari satu setiap harinya.
Sekali lagi terimakasih dan maaf jika aku ada salah-salah kata.
__ADS_1
See ya..