Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 62


__ADS_3

...Season 2 - Bab 12. Reuni dan Informasi tidak terduga....


Pada malam itu, Jin sama sekali tidak menduga nya bahwa dia akan didatangi oleh Sahabat sewaktu sekolah dahulu, Tae Woong.


Lalu, Jin pun mengajak nya ke bar Selena dan berbincang disana dengan Jin yang membuka obrolan.


"Kenapa kamu disini? disini bukan tempat untuk mu!" ucap santai Jin.


"Juga bukan untuk mu," jawab Tae Woong.


Jin pun tersenyum kecut, "Tae Woong, Juan yang kamu cari sudah tidak ada. Dia sudah mati terlalap api bersama dengan keluarganya," jawab Jin.


"Tapi, kamu adalah kamu. Di dunia manapun atau siapapun kamu, biarkan aku menjadi teman mu. Karena Juan, kamu adalah teman pertama ku," jawab Tae Woong.


Jin pun tersenyum. Lalu, dia mengangkat gelasnya, "Untuk pertemanan kita!"


"Iya, untuk pertemanan kita!" sambung Tae Woong.


Lalu, mereka pun mengadukan gelas dan bersulang.


Kling!


Sesudah itu mereka pun minum secara bersamaan. Sesudah minum, Jin melanjutkan pembicaraan.


"Tae Woong, siapa saja yang mengetahui kehadiran ku?"


"Tenang saja, tidak ada yang mengetahui identitas mu karena aku telah menyelidiki mu dari sejak kematian mu yang tidak wajar. Aku yakin kamu pasti masih hidup," ucap Tae Woong.


Jin pun tersenyum, "Terimakasih. Tolong rahasiakan itu dan mulai sekarang yang kamu kenal bukan Juan melainkan Jin!" ucap Jin.


"Baik, Jin," jawab Tae Woong.


Beberapa saat kemudian, Akiyama datang menghampiri Jin dan Tae Woong dengan membawa gelas dan botol minuman.


"Boleh bergabung?"


Jin dan Tae Woong pun melihat kearah Akiyama.


"Tentu juga bergabunglah Akiyama -san," jawab Jin.


Tae Woong pun mengangguk kepalanya.


"Yoshh! ayo kita ke ronde dua!" seru semangat Akiyama-san.


"Boleh dong bergabung juga?" sambung Selen.

__ADS_1


Jin dan Tae Woong pun tersenyum dan mengizinkan nya.


Sesudah itu mereka berempat pun berbagi cerita terutama Tae Woong yang merupakan pendesain game yang cukup populer. Adapun cerita tentang perjalanan Akiyama. Sampai tidak merasa pagi pun akan menjelang yang mana Akiyama sudah mabuk berat dan Tae Woong ingin berpamit pulang.


"Selen -san, Aku pamit dahulu dan titip salam kepada Akiyama-san," ucap Tae Woong.


"Iya, datanglah lagi kapanpun yang kamu mau. Bar ini selalu terbuka untuk mu," ucap Selen.


"Terimakasih, Selen -san," jawab Tae Woong.


"Biarkan aku mengantarmu!" sambung Jin yang beranjak dari kursi.


Sesudah itu, Jin dan Tae Woong pun melangkah keluar dan berbincang kecil disana.


"Jin, aku tidak masalah bahwa kamu berganti identitas dan membohongi semua orang. Tapi, aku minta berbicara lah terus terang kepada Alina," ucap Tae Woong sambil berjalan.


Mendengar itu, Jin menghela nafas panjang.


"Tae Woong, Alina sudah berbeda terutama diriku yang hidup dalam dunia kegelapan sedang dia." Jin melihat bintang, "Alina sudah menjadi bintang yang jauh dari jangkauan ku," jawab Jin.


"Begitu kah. Tapi, bintang yang bersinar didalam kegelapan bukan didalam cahaya," jawab Tae Woong.


"Eh? apa maksudmu?" tanya Jin.


"Tidak ada," jawab santai Tae Woong.


"Jin, jika kamu membutuhkan bantuan. Kabari saja aku!" ucap Tae Woong.


Jin pun mengangguk kepalanya, "Hm, iya."


Sesudah itu, Tae Woong pun masuk ke taksi dan meninggalkan Jin.


Beberapa saat kemudian, suara petir pun muncul dan hujan teras pun turun yang membuat Jin gegas pulang dan setibanya di dekat Apartement nya, Jin melihat ada mobil Shin Maou yang sedang parkir disana.


Melihat itu sontak Jin mempercepat langkah dan pergi ke bar Selena yang mana setibanya disana ada Shin Maou dan Shinichi. Jin pun menghampirinya.


"Oyaji, Aniki!" sapa Jin yang membungkukkan badannya.


"Jin, duduklah. Ada sesuatu yang harus kusampaikan!" seru Shin Maou.


Jin pun mengembalikan posisi badan nya dan duduk dihadapan Shin Maou.


Shinichi yang berada di kursi berbeda memberikan kode kepada Selen dan dia pun mengerti dengan kode Shinichi, Selen pun mengunci pintu masuk bar dan merubah tanda buka menjadi tutup.


"Oyaji, ada apa?" tanya Jin.

__ADS_1


"Jin, rahasiakan apa yang kamu dengar ini!" seru Shin Maou.


"Baik," jawab Jin.


Shin Maou pun menurunkan volume suaranya, "Goro Dojima telah dibunuh oleh seseorang," ucap Shin Maou.


Goro Dojima merupakan bos center atau bos tertinggi dari lima Boss di Ryu Go Kuro.


Jin yang mendengar itu, dia pun mengerutkan dahinya dan terkejut.


"Apa? Dojima -Oyabun dibunuh oleh siapa?"


"Kami masih mencari pelakunya," jawab Shin Maou.


"Jin, permasalahan bukan disitu. Kami bisa dengan mudah menemukan pelakunya namun, permasalahan utama nya ..." Shin Maou melihat tajam Jin, "Perebutan kedudukan pewaris di Dojima Klan."


"Aku mengerti. Tugasku ialah melindungi dan membantu salah satu dari pewaris sampai naik tahta. Siapa yang harus aku lindungi? Dago Dojima ataukah Teo Dojima?!" ucap Jin.


"Kamu memang anak yang cerdas namun, bukan mereka!" jawab Shin Maou.


"Lalu, siapa?"


Shin Maou pun melihat kearah Shinichi, "Shinichi!" ucap Shin Maou.


Shinichi pun mengambil sebuah surat dan foto dari kantong dalam jas nya. Lalu, diberikan nya lah surat dan foto itu kepada Jin.


Shin Maou pun menunjukkan foto kepada Jin, "Jin, lindungi dia. Pewaris tunggal dari istri pertama Goro Dojima, Joanan Dojima bernama Alice Dojima."


Saat Jin melihat foto itu, dia pun terkejut bahwasannya wanita dalam foto itu ialah Alina Naysa.


"Ini! Bukan kah, Alina White?!" tanya Jin.


"Tepat sekali dan informasi ini hanya aku dan Ketua Dojima saja namun, Beberapa hari ini informasi bocor tentang anak satu-satunya dari Joana Dojima dan ada kemungkinan, Anego (Istri Oyabun) Yuri Dojima akan membunuhnya. Sebelum itu terjadi, aku ingin kamu melindungi nya dan memenuhi surat ini," ucap Shin Malu yang diakhiri dengan memberikan surat kepada Jin.


"Baik," jawab Jin yang menerima surat tersebut.


Jin pun membaca surat itu yang dimana Goro Dojima mengatakan permintaan maaf dan pernyataan bahwa Alice Dojima ditunjuk untuk mewarisi kedudukan Goro Dojima dan menjadi pemimpin tertinggi di Ryu Go Kuro.


Melihat itu, Jin pun menghela nafasnya.


"Jin, hanya kamu yang bisa menjalankan misi ini! apakah kamu bersedia?" tanya Shin Maou.


"Baiklah, aku akan menerima nya," jawab Jin.


"Terimakasih, Jin," jawab Shin Maou.

__ADS_1


... # Extraordinary System # ...


__ADS_2