
...Season 2 Bab 33. Last Battle...
Diatap Imperium Tower, Jin dan Alice saat ini berhadapan dengan Teo Dojima. Lalu, Teo pun menantang Jin untuk bertarung satu lawan satu.
Alice yang mendengar itu, dia pun mundur beberapa langkah.
Lalu, Teo pun melepaskan bajunya hingga tatto harimau kuning terlihat di punggung nya dan Jin juga membuka bajunya hingga gambar tengkorak bermata merah dengan mengunakan tundung hitam terlihat pada punggung Jin.
Teo yang melihat itu, dia pun menyadari sesuatu.
"Tatto itu mungkin kah kamu Phantom!"
"Iya dan aku disini untuk membunuh mu juga Haruto Masamune," ucap Jin.
"Jadi begitu, Kamu yang telah membunuh paman Yagashi dan Alex. Menarik! Ini akan menambah alasan ku untuk membunuhmu!" ucap Teo.
Lalu, Teo pun mengambil katana dan memasang kuda-kuda nya. Melihat Teo yang mengunakan Pedang katananya. Jin pun juga mengambil pedang nya.
"Bersiaplah! Hiyaaaaa!" teriak Teo yang berlari kearah Jin sambil melesatkan pedangnya.
"Hiyaa!" teriak Jin yang juga mengayunkan pedang nya.
Tak! Tang!
Saling jual beli serangan pedang pun terjadi.
Teknik yang digunakan Teo cukup tinggi hingga bisa mengimbangi Jin. Tapi, Jin pun tidak kalah. Dia terus bertahan dan menyerang sambil menunggu kesempatan.
Lalu, saat melihat kesempatan Jin menebas kaki Teo.
Langkah Teo pun terhenti dan berlutut satu kaki serta mengeram kesakitan. Sesaat kemudian terdengar suara wanita.
"Teo, berhenti lah!"
Jin dan Teo pun menoleh kearah suara itu yang ternyata berasal dari Yuri yang duduk dikursi roda beserta Dago dibelakang nya.
"Presiden," jawab Jin yang menundukkan kepalanya.
"TIDAK AKAN!" Teo mengumpulkan tenaga untuk berdiri. Meski, Teo bisa berdiri tapi keseimbangan goyah. "AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA!"
Teo melepaskan katananya dan berlari serta melesatkan tinju kearah Jin.
Jin yang melihat itu, dia pun menunduk kepalanya untuk menghindari pukulan Teo lalu, Jin melakukan serangan balik dengan meninju perut Teo sehingga dia pun terjatuh.
Jin menganggap pertarungan telah usai dan dia pun melangkah mendekati Alice dan lainnya.
Namun, tiba-tiba ada yang menembak Jin, Alice, Yuri dan Dago secara bersamaan hingga Semua nya terkena luka tembak termasuk Jin yang tidak sempat menangkis laju nya peluru.
Lalu, mereka semua sontak mengalihkan pandangannya ke arah sumber tembakan.
"Haruto!" gumam Jin.
"Kisama, jadi semuanya ini adalah skema mu, Haruto Masamune!" seru Yuri.
"Skema? Aku revolusioner yang akan menjadi presiden dan menjadikan Ryu Go Kuro menguasai seluruh Imperial Japan dan dunia," ucap Haruto.
"Apa katamu?!" ucap kesal Yuri.
Sesaat kemudian, luka tembak Jin pun pulih dan dia mengambil pistol dari fitur [Gudang] dan melesatkan tembakan kearah Haruto.
Dor! Tang!
Jin pun gagal menembak Haruto karena munculnya sebuah prisai dari bawah tanah.
Jin pun menatap tajam hal itu yang menghalangi pelurunya itu.
"Hahahaha ... Jin tidak hanya kamu saja yang memiliki sihir. Wahai sosok yang perkasa datanglah!" seru Haruto.
Sesaat kemudian muncul lingkaran hitam pekat dan dua tangan hijau muncul merangkak keatas sosok Makhluk hijau yang penuh dengan otot dan memiliki tinggi tiga meter.
Jin yang melihat itu menatap tajam, "Kenapa ada makhluk asing di sini?"
Disaat yang sama, Jin mendapatkan pesan dari sistem.
Kling!
__ADS_1
[Anda mendapatkan fitur Judge Summon.]
Jin yang melihat itu, dia pun mengabaikannya sejenak lantaran fokus dengan monster hijau yang muncul di hadapan nya.
"Makhluk apa itu?" ucap Alice.
Mendengar ucapan Alice, Yuri dan Dago melihat Alice.
"Kamu terlihat sudah pulih?" tanya Dago.
Alice tersenyum lebar, "Just Magic Trik."
Sesudah monster itu keluar seutuhnya, dia pun meraung, "Huaaaa!"
"Hahaha ... Wahai Orge perkasa habisi mereka semua!" seru Haruto.
Jin, Alice dan lainnya sudah bersiaga untuk melawan monster yang ada dihadapannya.
Ogre yang mendengar itu, dia pun berbalik badan menghadap Haruto.
"Oi! Aku ini Tuan, patuhi perintah ku!" seru Haruto.
"Grrrrr!"
Ogre itu tidak mematuhi Haruto malah dia memegang dengan erat bahu Haruto dan menatap tajam kepada nya.
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan! Aku ini tuan yang memanggil mu!" seru panik Haruto sambil mencoba melepaskan pegangan Orge namun tidak berhasil.
Ogre itu tidak mendengar kan lalu, dia membuka mulutnya, "Gwuaaaa!"
"AAAAA!" Haruto menjerit kesakitan, tubuhnya kaku dan bersinar orange.
Lama kemudian, muncul bola putih yang melayang dari tubuhnya hingga melayang ke mulut Orge dan disantapnya. Karena peristiwa itu tubuh Haruto hangus terbakar.
"Apa yang dia lakukan?" tanya Alice.
"Apapun itu, Haruto pantas menerima nya."
Setelah Orge itu memakan bola dari tubuh Haruto, Orge itu pun berbalik badan menghadap kearah Jin.
Disaat yang bersamaan, Jin mendapatkan peringatan system'.
Kling!
[Terdeteksi kekuatan asing muncul. Level bahaya tinggi.]
Mendengar itu, Jin pun maju kedepan. "Alice, lindungi mereka dan Jangan terlihat dengan pertarungan ku!"
Alice menganggukkan kepalanya, "Aku mengerti. Jin ... Berhati-hati lah!"
Jin menjawab nya dengan anggukan kepala.
"Gwuaaaa!" teriak Orge lalu, dia pun berlari menyerang Jin.
Melihat itu, Jin sontak memberikan perintah kepada Ciel.
"Ciel, aktifkan Extraordinary System Phalanx type Five - Enchant!" batin Jin.
Sesaat kedua tangan dan kaki Jin terlapis oleh bungkus transparan. Setelah itu, Jin pun berlari kearah Orge sehingga mereka saling berlari dan bertukar pukulan.
Namun, Jin yang memiliki badan yang lebih kecil lebih diuntungkan, Jin dengan mudah menghindari pukulan itu dan menyerang denga tinjuan keras ketubuh badan Orge dan membuatnya terpental.
Jin bisa melakukan serangan itu berkat tangan nya yang sudah dilapisi extraordinary Phalanx.
Sesaat kemudian, Orge untuk pun menjadi kesal dan meraung keras.
"Gwuahhh!"
Dalam raungan itu, berlahan kulit Orge berubah menjadi merah dan sistem memberikan peringatan.
Kling!
[Terdeteksi peningkatan kekuatan tiga kali lipat.]
Menyadari itu, Jin pun tidak tinggal diam.
"Ciel, aktifkan SEED!"
__ADS_1
Sesaat kemudian, mata Jin berubah kosong dan diarah yang berlawanan Orge berlari lebih kencang dan lebih kuat hingga langkahnya nya membuat getaran. Jin pun juga berlari diarah yang berlawanan dan saat ditengah, Jin dan Orge saling jual beli serangan.
Jin yang memiliki teknik lebih tinggi ditambah mengunakan fitur [Auto Fighting] membuat nya unggul dan mampu memukul telak Orge merah.
Alice, Dago dan Yuri yang melihat pertarungan itu terkagum-kagum melihat kemampuan Jin.
Setelah beberapa teknik dilesatkan oleh Jin, Orge pun tumbang kembali dan terjatuh dengan berlumuran darah.
"Aku akan mengakhirimu!" ucap Jin seraya mengeluarkan pedang katana dari fitur [Gudang].
"Grrrrr!" Orge merah bergeram kesal dengan Jin. Lalu, dia melihat Teo disana. Orge itu pun sontak mengambil tubuh Teo dan menyerap Jiwanya.
"AAAAA!" Teo teriak kesakitan.
Jin yang melihat itu, dia pun berlari dan melompat seraya mengayunkan pedang katana nya secara vertikal.
"Hiyaaa!"
Meski Jin mencoba untuk menyelamatkan Teo namun dia terlambat, Jiwa Teo berhasil diambil dan dimakan yang membuat cahaya terang mengelilingi dan mementalkan Jin.
Sesaat cahaya itu lepas, Orge itu pun berubah menjadi sosok monster chimera yang mengerikan.
"Gwuaaaa!" raung Orge.
Jin yang melihat sosok monster itu, dia pun menatap tajam seraya mencari cara untuk mengalahkan nya.
Disaat Jin memikirkan itu, Ciel memberikan saran.
Kling!
[Saran. Gunakan fitur Judge Summon!]
"Baiklah, Ciel. Aku percaya kepada saran mu."
Jin pun berdiri dan meluruskan tangannya.
"Ciel, Aktifkan fitur Judge Summon!"
Sesaat kemudian terasa getaran yang kuat dari langkah kaki sesuatu. Disaat yang bersamaan Chimera sudah sadar sepenuhnya nya dan dia pun ingin melontarkan serangan apinya namun tiba-tiba dari belakang Jin muncul tiga sosok raksasa dengan tubuh hitam pekat berlari kearah Chimera.
Setelah itu ketiga sosok memukul, menendang, membanting serta mencabik-cabik Chimera hingga Chimera itu menjerit kesakitan dan dia pun ingin menghindari serangan para raksasa hitam namun, Jin yang melihat itu. Dia tidak membiarkan nya.
"Tidak akan aku biarkan!" Jin pun mengaktifkan skill lainnya, " Extraordinary Phalanx Type Six, Chain."
Perisai itu pun berubah menjadi rantai dan Jin melemparkan rantai itu kepada Chimera hingga dia tidak bisa terbang dan Chimera itu terus tercabik-cabik hingga Chimera itu lemas lalu, ketiga sosok raksasa hitam itu mengelilingi nya dan diserap jiwanya sehingga Chimera itu hangus terbakar.
Disaat yang bersamaan, Jin mendapatkan pesan.
Kling!
[Anda telah menaikan Judge Summon level 2.]
Jin yang melihat itu, dia tersenyum sendiri.
"Darah dibalas darah. Monster dibalas monster."
Seusai para raksasa hitam membakar Chimera, dia pun berbalik badan kearah Jin dan berlari namun, saat sudah didekat Jin. Ketiga Monster itu melompat ke portal transparan dan menghilang.
Alice dan Semua nya hanya terdiam kaku melihat peristiwa mengerikan itu. Jin yang melihat mereka, dia pun menenangkan nya.
"Alice, semua. Tenang saja! kita menang!" ucap Jin yang tersenyum.
Alice pun melepaskan lamunan dan mengalihkan pandangannya ke arah Jin yang mana dia tersenyum dengan wajah yang pucat.
"Iya, terimakasih, Jin. Dan, istirahat lah dahulu," ucap Jin yang membalas senyuman.
Sesaat kemudian, Jin pun menutup mata dan kehilangan keseimbangan. Alice yang melihat itu, dia sontak berlari kearah Jin.
Lalu, Jin pun jatuh pingsan tepat saat Alice tiba didekat nya.
"Istirahat lah, Jin," ucap Alice yang menepuk-nepuk punggung Jin.
Dan, pertarungan panjang pun berakhir.
__ADS_1