Extraordinary System

Extraordinary System
Extra Bab : Extraordinary System part III


__ADS_3

...Extra Bab part III...


Juan dan Alina saat ini berada ditengah badai yang membuat seluruh fitur, sihir dan mesin padam.


Alina yang mengetahui bahwa mesin pesawat yang dinaiki nya mati. Alina menggenggam erat tangan Juan dan tangan Alina dingin juga bergetar. Hal itu lantaran Alina ada rasa ketakutan.


Juan yang menyadari itu sontak melihat kearah Alina dan memberikan senyuman.


"Tidak perlu khawatir, Alina. Kita pasti selamat!"


Mendengar dan melihat Juan, Alina yang awalnya takut dan panik. Dia pun mulai tersenyum serta mengangguk kepalanya.


"Hidup dan mati ku sudah kuserahkan kepadamu, suami ku!"


Juan yang mendengar itu, dia tersenyum lalu memegang kepala dan mencium kening nya. Sesudah itu, Juan dan Alina saling bertukar senyum.

__ADS_1


Pesawat yang ditumpangi oleh Juan dan Alina semakin turun. Tidak hanya itu, petir yang menyambar mengenai sayap pesawat hingga turun nya pesawat semakin cepat.


Juan dan Alina mengembalikan ke depan yang mana pesawat mereka sudah melewati awan hitam dan terlihat lah laut yang terbentang luas dibawah nya.


"Laut!" seru senang Juan seraya memperlebar kedua matanya.


Disaat yang sama, Alina mengerti dengan ucapan Juan. "Sayang, mungkinkah?!"


Juan mengangguk kepalanya dan tersenyum lalu, dia melihat kearah Anton.


Pilot itu pun mengangguk kepalanya dan beranjak dari kursi nya. Lalu, mereka bertiga pergi ke arah pintu untuk mengambil kapal parasut yang ada didekat pintu.


Langkah Juan dan lainnya semakin berat dan tergoncang lantaran kemudi pesawat sudah tidak ada yang mengendalikan lantaran Anton sudah mengikuti langkah Juan.


Setibanya di pintu, Anton pun mengambil kapal parasut itu dan memberikan nya kepada Alina

__ADS_1


"Nyonya Alina, ini!"


"Iya."


Disisi lain, Juan bersiap menarik tuas pintu pesawat. "Kalian, siap!"


Alina dan Anton mengangguk kepalanya. Sesudah mendapatkan jawaban itu, Juan pun menarik tuas dan membuka pintu hingga angin kencang menerpa nya namun Juan berhasil menahan nya dengan memegang tuas.


"Ayo!" seru keras Juan lantaran suara hutan dan petir yang membuat suasana menjadi bising.


Anton dan Alina pun menghampiri Juan lalu, saling berpegangan tangan.


"Dalam ketiga kita lompat! Satu! ... Dua! ... Tigaaa!"


Setelah hitungan ketiga, Juan, Alina dan Anton pun melompat dari pesawat dan terjun ke laut.

__ADS_1


...# Extraordinary System #...


__ADS_2