
...Bab 47. Prison Break...
Sudan sebulan Juan berada dibalik jeruji. Disana, Juan melakukan aktifitas seperti biasa yang mana berolahraga, bekerja di pabrik penjara sebagai penjahit, pemotongan kayu dan sebagainya. Terkadang bermain basket atau sepak bola bersama narapidana lainnya.
Sebenarnya bisa saja Juan untuk melarikan dari penjara tapi, dia tidak ingin menjadi buronan yang akan menambah nama baik keluarganya.
Juan pun pernah melihat Yuri dan Yuda menangis melalui kamera laptop milik kedua adiknya itu hal itu lantaran mereka diledek dan dihina sebagai adik seorang pembunuh. Selain Yuda dan Yuri, keluarga Paman Ferdi juga mengalami hal yang sama maka dari itu, Juan mengurung kan niatnya untuk melarikan diri terlebih lagi dalam sebulan ini Juan menyelidiki kenapa dirinya dengan mudah dimasukan kedalam penjara.
Dan, Juan pun mendapatkan jawaban bahwa semua itu berasal dari penyuapan Hirano Clan dari hakim, jaksa bahkan pengacara Juan sendiri. Hal diketahui saat melihat beberapa orang yang mengadili Juan mengalami pembengkakan akun bank mereka.
Sewaktu Juan mengetahui itu, dia hanya bisa mengelus dada dan menghela nafas panjang.
"Orang miskin dan tidak punya kekuatan jabatan. Mereka akan selalu teraniaya dan terhina," batin Juan saat melihat hal investasi nya melalui Virtual Clone Laptop nya.
Maka dari itu, Juan memutuskan untuk menjadi orang biasa saja didalam penjara namun, takdir berkata lain.
Juan yang sedang duduk disisi lapangan dihampiri oleh penjaga penjara.
"Napi 3648. Kamu ada yang mencari mu."
"Mencari ku?" ucap bingung Juan yang dia mengetahui bahwa keputusan hakim Juan tidak boleh menemui siapapun dalam satu tahun di awal masa hukumannya.
"Iya, ikutlah dengan ku!" seru penjaga.
Juan pun beranjak dari kursinya dan mengikuti penjaga itu yang mana langkahnya menjadi sorotan napi yang lain nya.
Setibanya di ruang kunjungan, Juan melihat ada dua pria besar yang mengenakan jas kulit dengan emblem PolNI (Polisi New Indonesia).
"Selamat siang, saudara Juan. Kami dari kepolisian ingin meminta keterangan," ucap salah satu polisi.
Juan pun duduk di kursi, "Iya, ada apa ya? Apakah ini karena saya?"
__ADS_1
"Bukan, Tapi ada berita dan sesuatu yang saudara harus ketahui," jawab Polisi.
"Apa itu?" tanya Juan
Polisi yang lainnya menunjukan sebuah berkas yang mana terdapat berbagai foto jasad yang sudah terbakar.
"Kami ada berita duka, rumah keluarga anda telah mengalami ledakan besar akibat dari kebocoran gas dan membuat 4 orang tewas terdiri Dua jasad dewasa dan 2 jasad kanak-kanak. Lalu, satu orang selamat bernama Rania Dewi. Kami masih investasi apakah ini murni kecelakaan ataukah kesengajaan."
"Ini Bohong. Tidak mungkin kecelakaan, Om Ferdi dan Tante Lia orang yang sangat teliti. Jadi, tidak mungkin!" ucap Juan yang menjatuhkan air matanya. Juan pun beranjak dari kursinya dan memukul Meja. "Itu tidak mungking!" teriak Juan yang langsung menarik kerah jaket polisi yang duduk dihadapan Juan.
Melihat itu, rekan polisinya sontak menodongkan pistol. "Napi 3648, lepaskan tanganmu!"
Penjaga penjara pun juga sontak masuk dan memegangi Juan.
"Lepaskan! ini bukan kecelakaan tapi pembunuhan! Lepaskan!" teriak Juan saat dirinya diseret oleh penjaga penjara.
Pertemuan itu sontak berakhir yang mana Juan dimasukan kedalam sel isolasi dan menangis semalaman.
"Yuda, Yuri! Paman Ferdi! Tante Lia!" gumaman Juan seraya menangis termehek-mehek.
Pada malam itu juga Juan mengunakan unik skill Insomnia nya dan memulai penyelidikan dari dunia Maya. Dengan mengunakan Virtual Clone Laptop nya dan skill [Hacking] serta [Investigasi] nya. Juan dengan mudah menemukan rekaman CCTV yang mana saat Tante Lia mempersiapkan tukang gas masuk ke rumahnya. Disana Juan mengetahui bahwa tukang gas itu orang dari Yakuza Hirano Clan.
"Sudah ku duga, dia tidak akan diam saja," gumam Juan.
Sesudah mendapatkan informasi itu, Juan pun memutuskan untuk kabur dari penjara dan dia pun menyusun rencana.
Keesokan harinya, Juan yang saat itu sedang piket untuk bersih-bersih. Dia pun mencuri pemutih dan memasukan nya kedalam penyimpanan sistemnya.
Dan dimalam harinya, Juan pun meminum pemutih itu yang membuatnya kejang-kejang. Penjaga penjara disana sontak terkejut dan membawa Juan ke ruang kesehatan namun menurut dokter di penjara, Juan harus dilarikan ke rumah sakit.
Semua penjaga pun menurutinya dan pada malam itu, Juan dilarikan ke rumah sakit.
__ADS_1
Pria paruh baya itu pun menatap curiga dengan Juan dan dia pun menghampiri kepala penjara disana.
"Handoko, kirim satu orang untuk mengawasi. Ada yang aneh dengan bocah itu!" ucap pria paruh baya.
"Baiklah, jika anda yang berpikir seperti itu," jawab kepala penjara Handoko.
Sesudah itu, Handoko pun menyuruh sipil yang ada disana untuk menyampaikan perintah nya. Sipir itu pun mengangguk kepalanya dan pergi melaksanakan tugasnya.
Ditempat yang lain, Juan dan beberapa sipir sudah berada di mobil ambulan melintasi kota yang mana juga Unik Skill [Fast Regeneration] sudah menyembuhkan Juan seutuhnya tidak hanya itu Unik Skill Juan sudah berevolusi.
Dalam kondisi, menutup mata Juan melihat pesan tersebut.
Kling!
[ Anda telah berhasil meningkatkan unik Skill Fast Regeneration menjadi Ultimate Skill Restoration.]
Juan mengabaikan pesan itu sejenak lalu, Juan mendengar suara mobil dan beberapa orang dijalan. Dalam kondisi mata tertutup Juan pun menyadari bahwa dirinya sudah di kota maka dari itu, Juan pun melancarkan aksinya.
Juan membuka mata lalu, melihat sipil yang ada disampingnya. Sontak sipil itu ingin mengeluarkan senjatanya namun langkah Juan lebih cepat dan memukulnya sipil itu dengan kedua tangannya yang masih terborgol.
Ada pun sipil yang disisi lainnya lalu, Juan dengan cepat melancarkan serangannya Head butt atau serangan mengunakan dahi kepala Sipil itu dan dilanjutkan dengan menendangnya dengan keras.
Pertarungan Juan itu membuat mobil tidak stabil dan berjalan tidak beraturan. Saat melihat itu, kedua sipil itu dikursi depan melihat kebelakang yang mana dia terkejut melihat sipil yang menjaga Juan sudah tidak sadarkan dirinya.
"Apa yang kamu lakukan?!" teriak sipir di kursi depan.
Juan pun tidak mempedulikannya dan membuka pintu belakang meski kondisi ditengah jalan.
Sesudah itu, Juan sepintas melihat pistol di pinggang kedua sipir maka dari itu, Juan pun mengambil kedua pistol itu dan dimasukannya kedalam sistem penyimpanan setelah itu, Juan pun melompat dari mobil ambulan itu dan melarikan diri melewati menyebrangi jalan raya dan mengunakan skill [ Parkour ] untuk menghindari mobil yang melintas. Lalu, melewati kerumunan orang.
Ambulan itu pun terhenti begitu juga mobil polisi penjaga. Lalu, polisi dan sipil itu keluar dengan menodongkan pistol meski sudah menembaki Juan tapi semua tembakan nya meleset dan mereka pun menjadi berputus asa.
__ADS_1
Berita itu pun sampai di Handoko, "Apa Juan kabur? ... Baiklah, kalian kembali saja dahulu!" sesudah itu dengan kesal Handoko menutup teleponnya. Lalu, melihat keara pria paruh baya yang memperingati nya. "Tepat seperti yang kamu katakan."
"Iya, mari kita awasi apakah dia layak atau tidak?" jawab pria paruh baya yang berdiri disisi jendela.