
...Season 3: Bab 07. Perang Goblin dan rapat antar Hero....
Di dunia lain, Jin dengan kecepatan tinggi menggunakan skate board nya hingga Jin pun tiba dalam waktu 30 menit yang seharusnya mengunakan kuda memakan waktu 3 jam.
Disaat Jin melihat kemah besar dengan tanda tengkorak kambing. Jin yakin kemah goblin sudah dekat. Maka dari itu, Jin turun dari Skate board nya dan mencari tempat yang cocok untuk melakukan tembakan jarak jauh.
Sesudah Jin menemukan tempat yang cocok, dia mengeluarkan senjata Rifle dari fitur [Gudang]. Lalu, Jin pun meneropong dan mencari leader dari para goblin. Sesudah Jin menemukan nya, Jin melesatkan tembakan nya kearah goblin yang besar serta mengenakan pakaian armor ringan.
Sesaat para pemimpin goblin mati, seluruh goblin pun menjadi panik dan tidak beraturan. Beruntung para goblin tidak memiliki sihir penyembuhan diri maka Jin yang melihat kesempatan itu sontak mengeluarkan senjata RPG.
"Let's party!" seru Jin seraya melesatkan rocket.
Ciung! DBOM!
Sebagian dari pasukan goblin mati oleh ledakan roket yang diluncurkan oleh Jin.
Serangan itu disadari oleh para goblin lalu, mereka yang masih tersisa berlari kearah Jin.
Jin yang melihat itu sontak memasukkan senjata RPG nya. Lalu, memanggil sosok raksasa hitam.
"Ciel, aktifkan Judge Summon level 2!"
Sesaat kemudian muncul getaran datang yang lama kemudian muncul tiga raksasa hitam yang membantai semua goblin dengan cakarnya. Jin pun juga turun ke Medan perang dan menebas semua goblin dengan mengunakan katana hitam nya yang sudah dilapisi oleh Extraordinary Phalanx Type 5 - Enchant.
Sehingga, Jin dengan mudah nya membantai goblin begitu pun ketiga raksasa hitam atau Judge.
Sesudah berhasil membunuh semua goblin. Ketiga raksasa hitam kembali ke portal dan menghilang dari hadapan Jin. Lalu, Ciel pun memberikan informasi nya.
Kling!
[Judge Summon telah naik ke level 3.]
Menyadari betapa kuat nya keren ketiga raksasa itu, Jin pun berpikir untuk memodifikasi nya.
__ADS_1
Sambil beristirahat diantara tumpukan mayat goblin, Jin pun membuka fitur [Extraordinary Creator].
Dengan bantuan Ciel, Jin pun dengan mudah merubah dari Judge Summon menjadi [Extraordinary Judgement.]
Sesudah Jin membuat fitur itu dan cukup istirahat. Jin melanjutkan langkahnya pergi ke sisi pantai dan melihat tower tinggi yang ada di seberang laut.
"Itu kah Labirin demon Lord?"
Beberapa saat kemudian, Jin pun pergi ke seberang pulau dengan perahu kayu yang kebetulan berada di pantai.
Setibanya di seberang pulau, Jin merasakan hawa yang mencekam dengan hutan yang sangat rimbun dan gelap. Tidak hanya itu saja, Jin pun disambut oleh beberapa demon yang mendiami hutan namun, Jin dengan mudah menebas kepala mereka hingga tidak bisa penyembuhan diri.
Tidak selang lama, Jin tiba di desa yang sudah hancur dan hangus terbakar.
"Jadi inikah tempat desa klan Kazuma sebelum kedatangan demon Lord?" gumam sendiri Jin sambil melangkah pelan di desa itu.
Setelah Jin melangkah semakin dalam di desa terbengkalai itu, lagi-lagi ada beberapa demon yang menghalangi langkahnya. Namun, Jin dengan mudah mengalahkan nya dan sesudah itu, Jin melanjutkan langkah sampai di depan pintu masuk labirin dan Jin menghentikan langkahnya.
Lalu, Jin menghela nafas panjang dan menguatkan tekadnya, "Aku harus berhasil menaklukkan labirin ini."
...# Extraordinary System #...
Didunia dan tempat berbeda terlihat Alice sedang sibuk membaca di perpustakaan Kamar -Taj. Dia terus mencari cara untuk mengembalikan tubuh astral Jin ke dalam tubuhnya.
Tidak lama kemudian, Wong masuk ke perpustakaan.
"Nona Alice, mereka sudah berkumpul!" seru Wong.
Alice yang mendengar itu, dia pun mengalihkan pandangannya kearah Wong, "Aku mengerti."
Alice pun menutup buku, melepaskan kacamata dan pergi ke ruang rahasia yang berada di perpustakaan.
Setibanya disana, Alice dan Wong berhadapan dengan beberapa orang yang berada di hologram.
__ADS_1
"Hei, terimakasih kepada kalian semua yang telah bersedia membantu ku," ucap Alice.
Pembahasan pun dimulai yang mana topik pembicaraan tentang lokasi jiwa Jin.
Laporan pertama diberikan oleh seorang wanita cantik berambut pirang.
"Aku sudah mencari diseluruh planet namun, maaf. Aku tidak bisa menemukannya," ucap Carol Danvers (Captain Marvel).
Seorang pria besar dengan mengunakan kacamata menyambung pembicaraan, "Ilmu medis pun tidak mungkin seseorang meninggal tubuh nya ke dunia lain. Teori mimpi saja, Jiwa kita tetap berada di dunia ini. Bagaimana dengan 9 dunia, Thor?" ucap Bruce Banner (Hulk).
"Aku sudah meminta Heimdall untuk mencari Jin di sembilan dunia tapi, belum menemukan nya," ucap Thor.
"Apakah mungkin jiwa nya memang bukan di dunia lain. Bisa saja Jin berada didalam game. Bagaimana menurutmu, Morgan?" ucap Peter Parker (Spiderman).
"Hal itu tidak mungkin. Jika memang, jiwa Jin terjebak didalam game seharusnya dia terhubung dengan alat game yang dimainkan sedangkan, Jin. Dia tidak mengunakan console apapun. Jika saja ayah ada maka permasalahan ini lebih muda terjawab," jawab Morgan Stark (Iron Girl).
Lalu, seorang pria oriental menyambung pembicaraan, "Bagaimana dengan komik? Aku dari dulu suka membaca komik yang terlihat nyata," ucap Shang Chi.
"Iya, aku jadi teringat dengan salah satu komik itu," ucap Katy.
Carol yang mendengar itu, dia pun menghela nafasnya. "Baiklah, itu informasi dari ku. Jika ada sesuatu lagi, Bruce punya nomor ku," usai mengatakan itu, Carol menutup hologram nya.
"Aku juga pamit dan aku tidak mempunyai nomor nya," ucap Bruce Banner.
"Benar, Alice. Dia memang bersifat seperti itu," sambung Shang Chi.
"Nona Alice, Good luck! Aku mendoakan agar jiwa Jin bisa ditemukan dan Welcome the circus!" sesudah itu, Bruce menutup hologramnya.
Tidak selang lama, Shang Chi, Peter Parker dan Morgan Stark juga berpamitan dan menutup hologram.
Setelah semua nya pergi Wong memegang bahu Alice. Lalu, dia meninggalkan ruangan itu.
Alice pun menghela nafas panjang.
__ADS_1
"Jin, sebenarnya kamu dimana?"
...# Extraordinary System #...