
...Bab 30. Klub Game...
Diruang OSIS ...
Seorang pria sedang menghadap Alex dengan wajah yang penuh dengan keringat dingin. Pria itu tidak lain Roman.
"Roman, kamu sebagai ketua club game harus tahu. Kenapa dirimu dipanggil?" ucap Alex Yang duduk di kursi ketua OSIS dengan tangan segitiga menutupi mulutnya.
"Iya, Ketua OSIS. Beri waktu saya sebulan lagi karena akan diadakan festival game indie. Jika, sekolah kita bisa menang. Saya harap ketua bisa menarik pembubaran klub game," pinta Roman.
"Baiklah, sebulan. Jika, kamu tidak bisa mendapatkan juara maka, klub game harus dihapuskan! Kamu mengerti, Roman?!" seru tegas Alex.
"Baik, ketua. Terimakasih atas kebijakan nya," ucap Roman.
"Yasudah, sana pergi! dan persiapkan dengan baik!" seru Alex.
"Baik, Ketua!" jawab Roman yang menunduk kepalanya. Lalu, pergi meninggalkan ruang OSIS.
Marcella yang ada disana juga memberikan komentarnya.
"Sepertinya itu akan sulit memenangkan game indie dalam waktu sebulan. Pengalaman mereka membuat game saja tidak pernah."
"Jika mereka memang tidak mungkin. Tapi, ada kemungkinan berhasil jika Juan atau Alina yang terlibat didalamnya. Menang atau kalah itu tidak menjadi masalah untuk ku," ucap Alex yang tersenyum lebar.
"Ahhh, aku jadi penasaran mereka berhasil atau tidak ya," sambung komentar Marcella yang juga tersenyum senang.
"Maka dari itu, mari kita lihat!" jawab Alex.
Diluar ruangan, Roman berjalan dengan menghela nafas berkali-kali dan menggaruk-garukan kepala belakangnya.
"Bicara mudah tapi bagaimana caranya membuat game?" Roman menepuk bibirnya, "Mulut berbusa."
Roman pun terus berjalan hingga masuk ke ruang klub game yang dimana klub itu berisikan berbagai jenis game papan juga video game.
__ADS_1
Tae Woong juga Haruka berada disana, walaupun mereka berdua kelas tiga tapi Roman sudah menjadi teman baik Tae Woong begitu Haruka, dia memiliki hobi bermain game. Maka dari itu, mereka pun bergabung di klub game.
Sedangkan, anggota klub Game sudah tidak ada karena klub game dianggap rendah dan klub yang selalu bermalas-malasan tanpa ada prestasi sedikit pun. Maka dari itu, murid kelas dua dan satu ragu untuk bergabung dalam klub tersebut.
Haruka dan Tae Woong yang melihat Roman masuk sontak mereka menghampiri nya.
"Roman, bagaimana? berhasil kah membujuk ketua?" tanya penasaran Tae Woong.
"Bisa tapi kita harus memenangkan festival game indie." jawab Roman.
"Apa? roman bahkan kita tidak pernah tahu bagaimana cara membuat game?" ucap kaget Haruka.
"Maka dari itu, apakah kalian punya kenalan yang pernah membuat game? Jika kalian tahu, saya bersedia membayar mahal untuk jasanya." ucap Roman.
Tae Woong yang mendengar itu, dia pun mengingatkan sesuatu. "Tunggu, Juan seperti nya bisa membantu!"
Roman dan Haruka pun sontak membuka kedua matanya dengan lebar, "Benarkah itu?!"
"Iya, saya pernah melihat Juan sedang memainkan game berjenis Third party buatan sendiri." ucap Tae Woong yang menyakinkan.
Haruka dan Tae Woong pun menganggukan kepalanya. Lalu, mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan klub game.
Roman, Haruka dan Tae Woong mencari Juan. Lalu, didapatilah Juan sedang sibuk dengan laptop nya di kelas. Sontak Roman dan lainnya menghampiri Juan terlebih mata mereka terbuka saat melihat Juan bermain game yang tidak pernah Roman lihat.
"Benar seperti dugaan Tae Woong," ucap kagum Roman.
Juan yang sedang dikelilingi oleh temannya mereka bingung hingga membuat dirinya menghentikan permainannya.
"Roman, apa maksud mu?" Juan juga melihat kearah Tae Woong juga Haruka. "Ada apa ini?" tanya Juan yang terheran-heran.
Roman pun sontak memegang kedua bahu Juan.
"Juan, apakah ini game buatanku sendiri?" tanya Roman.
__ADS_1
"Meski belum sempurna tapi memang ini, game buatan ku sendiri."
"Untuk itu, Juan bantulah klub game kami untuk memenangkan festival game indie agar klub game tidak tutup. Saya mohon!" pinta Roman.
"Tapi, aku bukan anggota kan juga game ini aku ciptakan untuk kedua adik ku yang sedang menjalani perawatan di rumah Sakit," jawab Juan.
"Juan, Saya akan membayar nya berapa pun!" pinta paksa Roman.
"Kapan festival game indie diadakan?" tanya Juan.
"Bulan depan. Lebih tepatnya 3 Minggu lagi," jawab pelan Roman yang takutnya Juan tidak sanggup.
"Juan, saya juga memohon. Klub game selama ini terus diremehkan dan direndahkan maka, sebelum lulus. Kami ingin klub game ada peminatnya dan meraih prestasi." sambung Haruka
Juan pun mengusap-usap dahinya untuk berpikir. Sesaat, Juan pun teringat akan dirinya yang masih sekolah di Sky school yang mana Juan diremehkan dan direndahkan.
"Baiklah, aku akan membantu kalian."
Mendengar jawaban itu, Roman, Tae Woong dan Haruka saling bertukar senyum.
"Terimakasih, Juan." ucap Roman begitu pun juga yang lainnya.
...# Extraordinary System #...
Catatan Kecil:
Hasil rekomendasi.
- Survival zombie 9 poin.
- MMORPG Fantasi barat 6 poin.
- MOBA 3 poin.
__ADS_1
- Fantasy timur 2 poin.
Terima kasih atas partisipasinya kepada semua nya.