
...Season 2 - Bab 02. Jin dan White...
Satu tahun kemudian ...
Di kota padat New Tokyo ada sebuah distrik yang dimana buka dan ramai di malam hari sampai pagi. Daerah itu bernama Kamurocho.
Distrik itu berbeda dengan distrik lainnya lantaran di distrik inilah tempat usaha malam berkumpul seperti Host club (Jasa pelayanan mewah pria), Hostess club (Jasa pelayanan mewah wanita), kredit office, Tatto artistik, cafe, club malam dan sebagainya. Ada pun beberapa usaha ilegal yang tidak terlihat oleh pemerintah dan di dalam pengawasan kelompok Yakuza Lima naga hitam.
Sedangkan, Jin atau Juan sedang berada di sebuah tempat sewer atau pembuangan air di Kamurocho karena disana lah tempat sebuah perjudian Duel dilakukan dan Jin sedang berada di arena melawan sosok pria bule yyang berbadan besar serta seluruh tubuhnya di penuhi tatto dengan suara gemuruh dari penonton dalam bahasa Jepang.
"Pertarungan Dimulai!" ucap Host juga wasit.
Jin pun menutup matanya dan lawannya pun berlari dengan melancarkan serangan pukulan yang kuat.
"Hiyaaaaaaaaa!" teriak pria bule.
Saat pria itu sudah berjarak dekat Jin pun membuka matanya dan melesatkan serangan tendangan memutar yang tepat mengenai leher pria bule itu sehingga pria bule itu terjatuh dan tidak sadarkan diri.
"Done." ucap Jin seraya senyuman lebar.
Host pun mengumumkan pemenang nya, "Pemenang nya, Jin Kazuma!"
Sorakan kegembiraan pun terdengar.
Itulah kegiatan Jin setiap malamnya. Hal itu lantaran mengincar dan menarik perhatian dari salah satu 5 pemimpin besar di Ryu Go Kuro (Lima naga hitam), Shin Maou. Dia seseorang yang sangat menyukai perjudian Duel. Maka dari itulah Jin mencari reputasi dalam perjudian Duel dan selama setahun disana, Jin belum mendapatkan kabar dari Shin Maou.
Sampai saat itu pun tiba, Jin yang baru saja selesai bertarung. Dia pun menganti baju dan mempersiapkan diri nya untuk pulang. Saat berganti baju penanggung jawab perjudian Duel, Goda Majima mendatangi Jin.
"Jin, kerja bagus." ucap Majima yang memberikan uang pertaruhan nya.
"Terima kasih, Majima -san," jawab Jin yang menerima uang tersebut.
"Tapi, Jika kamu menang terus maka pertaruhan untuk lawan akan kecil dan Saya pasti akan rugi. Bagaimana kalau pertarungan selanjutnya kamu mengalah?" tawar Majima.
"Tidak bisa. Maaf, Majima -san!" jawab Jin.
"Begitu. Sudah aku duga. Ne! bagaimana kalau kamu bertarung di Cage? aku dengar Shin Maou memimpin dari Ryu Go Kuro akan datang," tawar Majima.
__ADS_1
Jin pun terkejut senang lantaran berita itu namun, Cage merupakan duel Gambling yang tidak memiliki aturan atau batas waktu serta salah satu dari pertarungan itu harus ada yang mati. Tournament itu diadakan sebulan sekali dengan hadiah yang berlimpah namun, Jin tidak memikirkan hadiahnya melainkan mencari muka untuk membuat Shin Maou terkesan.
"Baiklah, aku akan ikut!" ucap Jin yang beranjak dari kursinya.
"Kamu yakin, Jin," ucap Majima.
"Iya, daftar saja aku karena aku sedang membutuhkan uang," ucap Jin sambil berjalan keluar.
"Oke, kali aja ketua Maou mau merekrutmu jadi anggota nya," ucap Majima.
"Aku tidak berharap. Bye, Majima -san!" jawab Jin yang melangkah keluar tempat perjudian itu.
Setibanya di Kamurocho, Jin disapa banyak orang lantaran dia sosok yang suka menolong dan seorang petarung yang kuat. Kenalan dari Jin juga merupakan karyawan malam seperti Hostess, Host atau Scout.
Scout merupakan mediator untuk pencarian artis dan model biasanya mereka mencari para wanita cantik untuk dijadikan model amatir atau jika wanita itu mau, mereka bisa menawarkan kepekerjaan ranjang atau AV.
Inilah kehidupan malam Jin berkat skill unik Insomnia 10 Days, dia bisa beraktifitas sehari semalam.
Jin pun mampir ke minimarket 24 jam untuk menyetorkan uang yang diterimanya sebesar 12.000 Yen. Seusai disetorkan, jumlah saldo Jin sebesar 322.500 Yen. Saat melihat itu, Jin merasa saldo nya setara dengan karyawan disini. Sebenarnya bisa saja Jin mengumpulkan Jutaan Yen tapi, itu akan menaruh curiga kepada Shin Maou. Maka dari itu, Jin memutuskan untuk hidup low profil.
Sesudah menaruh itu, Jin pun membeli beberapa makanan dan minuman kaleng lalu, barulah dia pulang.
Setibanya di depan apartemen pertokoan, Jin melihat seorang wanita dewasa yang cantik sedang mengangkat krat minuman bir nya.
Wanita itu bernama Selen, dia mantan Hostess yang sudah keluar dari club tempat dirinya bekerja dan memutuskan untuk membuka cafe kecil, Selena.
Jin yang melihat itu sontak membantunya.
"Selen Nee-san, biar saya bantu!" ucap Jin yang mengambil krat yang dibawa Selen.
"Terima kasih. Kazuma -san." jawab Selen yang tersenyum.
"Selen -Nee, sudah berapa kali kubilang, panggil aku Jin saja," jawab Jin sambil melangkah membawa krat.
"Hehehe .. Maaf, Jin." jawab Selen.
Selen dan Jin pun melangkah bersama ke cafe nya serta membantunya merapihkan barang yang baru saja di belinya.
"Selen -Nee san, Aku pulang dahulu, " ucap Jin sambil melangkah keluar.
__ADS_1
"Tunggu, kamu tidak mau minum! Saya berikan gratis! Bagaimana?" tawar Selen.
"Tawaran yang menarik," jawab Juan tersenyum lalu, dia pun duduk di kursi bar bulat.
"Seperti biasa kan?" tanya Selen.
"Iya."
Selen sambil menyuguhi minuman kepada Jin, dia pun bertanya, "Bagaimana pertandingan mu?"
"Menang dong," jawab bangga Jin.
"Jin memang pria yang luar biasa kuat," puji Selen.
"Selen Nee-san terlalu memuji," jawab Jin.
Selen dan Jin pun saling bertukar senyum.
"Yasudah bersantai saja dahulu disini!" ucap Selen lalu, Selen pun menyalakan televisi.
Dimana televisi itu menanyakan sebuah berits entertainment.
Alina White, seorang idol baru yang melejit terkenal dengan rambutnya yang putih, tarian yang luar biasa serta lagu solo pertamanya yang menduduki chart terbaik dalam dunia musik bahkan Music videonya yang sudah terunggah di elite you tube mencapai lebih dari 100 juta view dengan like serta pengikut mencapai jutaan.
Jin yang melihat itu pun tersenyum bahkan sampai menitihkan air matanya.
"Akhirnya, satu langkah mimpi mu tercapai," gumam Jin.
Selen pun tanpa sengaja mendengar gumaman Jin itu, "Jin, kamu kenal dengan white?"
Jin pun bergegas mengusap air matanya dan melihat kearah Selen dengan senyuman.
"Tidak begitu kenal hanya beberapa kali bertemu," jawab Jin.
"Oh, begitu."
Juan kembali melihat televisi dan tersenyum lebar melihat wajah Alina lagi setelah satu setengah tahun tidak bertemu.
...# Extraordinary System #...
__ADS_1