Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 64


__ADS_3

...Season 2 - Bab 14. Reuni Alina dan Jin...


Malam natal yang panjang pun harus ditempuh oleh Jin dan Alina yang mereka pun diserang oleh beberapa kelompok yang tidak dikenal namun, Jin menduga mereka utusan dari Klan lain di Ryu Go Kuro.


Ditengah perjalanan, Alina terus berdiam dan menyandarkan kepalanya di punggung Jin. Melihat kesedihan Alina, Jin pun membawa Alina ke pantai dan menghentikan laju motornya disana.


"Turunlah! Dan, tenangkan dirimu, Nona!" seru Jin.


Mendengar itu, Alina pun bangun dan menegakkan kepalanya lalu, turun dari motor. Alina pun dengan tatapan kekosongan berjalan menghampiri laut. Tidak lama juga, Jin turun dari motor, melepaskan helm dan menyusul Alina.


Beberapa saat kemudian, Alina pun berteriak menghadap ke laut.


"AAAA!"


Jin yang ada disampingnya pun membiarkan nya teriak berkali-kali hingga akhirnya, Alina bisa tersenyum kembali dan mengalihkan pandangannya kepada Jin.


"Terimakasih, siapapun kamu," ucap Alina yang tersenyum lebar. "Tapi, jelas kan kepada ku. Apa yang terjadi kepadaku? Dan, aku mengingat saat kamu memperkenalkan diri mu dari Maou Klan. Apakah itu kelompok Yakuza? juga apakah aku benar-benar putri dari Yakuza?" tanya Alina yang terus-menerus.


Jin tidak menanggapi pertanyaan itu dan mengalihkan kepada topik yang lain.


"Sekali lagi, aku memperkenalkan diri. Namaku Jin Kazuma, Shateigashira atau letnan kedua dari Maou Klan. Salah satu dari Clan Ryu Go Kuro. Aku bertugas untuk menjaga dan melindungi anda dari-" ucap Jin terhenti oleh Alina.


"Tunggu! Sate? apakah itu sejenis makanan? juga, lebih dari itu. Kenapa kamu bisa bahasa Indonesia dengan fasih? namamu Jin Kazuma kan? kenapa bisa begitu?" ucap terus-menerus Alina.


Jin yang mendengar itu, dia pun tertawa kecil dari balik maskernya, "Dia sungguh tidak berubah," batin Jin.


Alina yang mendengar itu, dia pun menjadi tersinggung.


"Kamu tertawa? apakah ucapan saya ada yang lucu?!" tanya heran Alina.


Jin pun menghentikan tawanya, "Bukan seperti itu. Tapi, aku senang Nona bisa ceria lagi," ucap Jin.


"Mengapa aku harus berlama terlarut dalam kesedihan? dan ada seseorang yang pernah mengatakan, menangis bukanlah untuk merenungkan atau membuat berputus asa melainkan, menangis lah dan ubah lah menjadi semangat dan kekuatan," ucap Alina yang kembali ceria. Lalu, Alina menatap tajam Jin. "Jika memang kamu ingin melindungi dan menjaga ku maka, bukalah masker mu!" seru Alina.


Jin pun menudukan kepalanya, "Maafkan saya, Nona. Saya tidak bisa melakukannya," ucap pembelaan Jin.


Alina yang mendengar itu, dia pun mempertajam pandangan nya.

__ADS_1


"Jika, saya berada di kelompok Yakuza, pangkat siapa yang lebih tinggi? Saya atau kamu!" ucap tegas Alina.


"Anda," jawab Jin.


Alina pun mendekati Jin dengan pelan, "Maka dari itu, biarkan saya melihat wajah mu!" tangan Alina pun memegangi masker yang dikenakan oleh Jin dan Alina pun membuka nya.


Jin pun hanya terdiam dan membiarkan maskter nya dibukanya lantaran Jin juga ingin melepaskan keraguan dan menambah kepercayaan Alina terhadap dirinya meski identitas nya bisa terbongkar.


Tepat seperti yang diperkirakan oleh Jin. Alina terkejut hingga mundur beberapa langkah, menutup mulutnya dan menitihkan air matanya.


"Juan? Aku tidak mimpi, bukan?" ucap Alina dibalik tangan yang ditutupi nya.


"Juan sudah mati. Sekarang hanya ada Jin Kazuma," jawab Jin yang tersenyum kepada Alina.


Mendengar itu, Alina sontak berlari dan memeluk Jin.


"Syukurlah, kamu masih hidup." Alina dalam pelukan Jin melihat wajah nya. "Ak ... Aku pikir, kamu sudah mati."


"Kamu tidak salah. Juan yang kamu kenal sudah mati dan sekarang yang ada dihadapan mu ialah Jin Kazuma seorang Yakuza," jawab sendu Jin.


"Aku tidak mau tahu. Kamu adalah kamu dan berjanjilah! Apapun yang terjadi, Jangan tinggalkan aku!"


Jin pun tersenyum dan menerima kepalan tangan Alina. "Iya, Aku berjanji."


Jin dan Alina pun saling bertukar senyum. Lalu, mereka pun melanjutkan perjalanan nya menuju rumah nya Alina.


Dalam perjalanan, Alina pun berbincang kecil.


"Jin, cerita kan kisah mu?" tanya Alina.


"Cerita ku sangat panjang. Jika dituliskan mungkin bisa satu buku," jawab Jin sambil mengemudikan motornya.


"Aku jadi tidak sabar mendengar. Haha ..." ucap Alina yang diakhiri dengan tawa kecil.


Jin pun tersenyum dibalik nya.


Beberapa saat kemudian, Jin dan Alina pun tiba dirumah nya Alina yang dimana mereka dikejutkan dengan berbagai tulisan dan gambar hinaan serta makian memenuhi tembok rumah.

__ADS_1


"Ibu!" seru Alina.


Jin pun menghentikan laju motornya dan Alina pun sontak turun dari motor lalu, berlari masuk kedalam rumah untuk menemui ibunya. Tidak lama, Jin pun menyusul nya kedalam rumahnya.


Jin pun melihat Alina dan Ibu nya sedang berbincang. Lalu, saat Jin masuk pembicaraan mereka pun terhenti dan melihat kearah Jin.


"Nak Juan?" kaget Ibunya Alina.


Ibunya Alina pun mengenal Juan lantaran dahulu sewaktu Alina sekolah, Juan beberapa kali mengantar Alina pulang dan bertemu dengan Juan. Selain itu, Ibunya Alina tahu bahwa sepeninggal nya Juan. Alina mengalami kesedihan yang mendalam selama berhari-hari. Itulah kenapa Ibunya Alina mengenal Juan. Meski begitu, Alina menyangkalnya.


"Dia bukan Juan, Bu. Tapi, salah satu Yakuza Ryu Go Kuro, Jin Kazuma," ucap Alina yang memperkenalkan Jin.


Jin pun membungkukkan badannya, "Saya Jin Kazuma, Shateigashira dari Maou Clan."


Saat Ibunya Alina mendengar ucapan dari Jin itu, dia pun tersenyum. "Pada akhirnya, kalian datang juga dan ini semua pasti ulah kalian!"


Jin pun mengembalikan posisi badannya, "Iya, Nyonya. Mohon maaf. Semua kejadian yang menimpah Nona Alice disebabkan karena ketua tertinggi Goro Dojima telah meninggal dunia," jawab Jin.


"Oh, begitu. Pantas saja," jawab Ibunya Alina.


Alina yang duduk diantara mereka menjadi kebingungan lantaran tidak mengerti dengan pembahasan dari Jin dan Ibunya.


"Alice? Goro Dojima? siapa mereka semua?"


Jin dan Ibunya pun menghentikan percakapan nya dan mengalihkan pandangannya kepada Alina.


"Nyonya, saya sarankan anda untuk menceritakan semuanya sebelum saya memberikan surat wasiat dari ketua Dojima," saran Jin.


Ibunya Alina pun menghela nafas panjang, "Alina, ibu akan menceritakan kejadian 21 tahun yang lalu." Ibunya Alina pun memulai ceritanya.


Alina diam dan menyimak cerita dari ibunya tersebut.


...# Extraordinary System #...


Hei, Sahabat Jin. Mohon maaf di Chapter ini tidak ada plot sistem nya. terimakasih untuk pengertian nya.


See ya ...

__ADS_1


__ADS_2