
...Season 5: Bab 03. Kenyataan...
Juan yang sedang berada di luar angkasa sontak turun dan terbang menuju Kamurocho, Imperial Japan dan landing diatap menara Milenium Tower yang mana ada beberapa Yakuza sedang berjaga.
Saat melihat Juan yang sedang memakai kostum, mereka serempak menodongkan pistol kearah Juan.
"Siapa kamu?!" seru salah satu Yakuza.
Juan yang melihat itu sontak melepaskan Nano Machine yang ditopeng nya sehingga wajah Juan terlihat jelas namun masih memakai kostum.
"Ini aku, Juan."
Melihat Juan, mereka sontak menurunkan pistolnya dan membungkukkan badannya.
"Maafkan, ketidak sopanan kami. Ketua Juan!" ucap serempak para Yakuza.
Juan sudah terkenal di Ryu Go Kuro lantaran kedekatan nya dengan Alice Dojima yang telah berubah nama Alina Dojima.
Keputusan Alina itu untuk menghormati ibu yang telah membesarkan.
Selain itu juga, Juan dikenal sebagai penemu Robotic dan Drone yang mana Ryu Go Kuro juga mengunakan robot dari Prakoso Industries.
"Kalian antarkan aku ke lokasi penembakan ketua Goro Dojima!" seru Juan.
"Baik!" jawab para Yakuza.
Sesudah itu, Juan pun melepaskan semua pakaiannya dan seluruh Nano Machine kembali ke jam tangan milik Juan. Lalu, Juan beserta lainnya pun pergi ke lokasi.
Setibanya disana, Juan melihat ruangan kerja Goro Dojima yang berantakan dan beberapa barang yang terjatuh, Juan mengunakan fitur [Simulator]
Sebuah fitur kemungkinan reka ulang atau kemungkinan yang akan terjadi dengan fitur itu, Juan mampu melihat reka ulang dari kejadian di ruang itu.
"Begitu, kecepatan dan kemampuan nya bukan manusia," gumam Juan.
Saat Juan mengatakan itu, Dago pun menjawab nya.
"Iya, Juan. Dia bukanlah manusia."
__ADS_1
Juan yang mendengar itu sontak mengalihkan pandangannya ke arah Dago.
"Dago," sapa Juan.
Dago dengan tatapan dingin menghampiri Juan. "Ada sesuatu yang ingin ku tunjukan!" ucap dingin Dago.
Juan yang melihat itu terheran dengan ekspresi marah dari Dago.
"Ada apa, Dago?"
Tanpa banyak bicara lagi, Dago mengambil tab yang mana tab itu sudah berkembang dengan layar udara dari sebuah alat berukuran penggaris.
"Lihatlah!" seru ketus Dago.
Juan pun melihat rekaman CCTV yang mana membuatnya terkejut.
"Key?"
"Benar, Aku tahu bukan kamu yang memerintah kan nya tapi, bagaimana kamu mempertanggungjawabkan nya?!" ucap dingin Dago.
"Aku mengerti. Serahkan ini kepadaku!" jawab Juan.
Juan pun menjawab nya hanya dengan anggukan kepala.
Seusai itu, Juan memerintahkan Ciel.
"Ciel, aktifkan gate!"
Sesaat kemudian, ribuan nano machine keluar dari jam tangan Juan dan membentuk lingkaran dihadapan Juan yang mana ditengah lingkaran itu berubah di lokasi Chamber.
Setelah terbentuk sempurna, Juan masuk kedalamnya dan nano machine mengikuti Juan lalu, masuk kedalam jam tangan Juan serta gate itu pun menghilang dari hadapan Dago.
Sesudah Juan pergi, salah satu anggota Yakuza menghampiri Dago yaitu Shinichi.
"Ketua Dago, apa anda mempercayai nya?" tanya Shinichi.
"Entahlah. Tapi, aku tidak ingin bermusuhan dengan nya," jawab Dago.
__ADS_1
"Apakah karena dia kekasih nya Nona Alina?" sambung tanya Shinichi.
"Itu salah satu nya tapi, Juan bukanlah manusia. Dia jelmaan Iblis dan malaikat. Kekuatan dan Kejeniusan nya diluar logika," jawab Dago.
"Iya, saya juga merasa seperti itu," jawab Shinichi.
Ditempat yang berbeda dengan wajah yang sedih, Alina memasuki ruang rawat ayahnya yang terbaring di sebuah kapsul. Dengan tatapan sendu, Alina melihat ayahnya dari balik kaca.
"Ayah, berjuang lah! Aku masih membutuhkan ayah!"
Saat mengatakan itu, Alina teringat percakapan ayahnya yang saat itu, Alina dan Goro sedang minum teh bersama-sama di halaman belakang rumah nya yang memiliki taman bergaya Jepang Kuno.
"Alina, sudah berapa lama kamu berpacaran dengan Juan?" tanya Goro.
Alina terkeju saat mendengar pertanyaan itu dan membuat dirinya malu, "Ayah, kenapa bertanya seperti itu?"
"Ayah hanya penasaran saja?" tanya Goro.
Alina menundukkan kepalanya, "3 tahun." Alina juga berkata dibatin nya. "5 tahun di masa lalu sebelum nya."
"Sudah lama ya, apakah kalian sudah membahas pernikahan?" tanya Goro.
Mendengar itu, Alina sontak panik. "Kami belum berpikir sejauh itu dan Juan serta aku ingin menempuh karir dahulu."
Goro tertawa kecil, "Ayah mengerti. Namun, pekerjaan ayah mempertaruhkan nyawa jadi tidak tahu kapan ayah akan mati?"
"Ayah bicara apa? Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti ayah bahkan sampai ingin membunuh ayah?! Aku pasti akan melindungi Ayah," ucap tegas Alina.
"Terimakasih, Alina. Hanya saja .." Goro menoleh ke taman. "Ayah ingin mengendong cucu sebelum ayah mati."
"Ayah ..." ucap Alina.
Lalu, Alina memeluk Goro dan Alina pun tersadar dari lamunannya.
"Ayah, dampingi lah aku sampai anak dan cucuku. Jadi, berjuang lah!"
Seusai mengatakan itu, Alina menempel kepala dan badannya di kapsul dan menutup mata nya.
__ADS_1
... # Extraordinary System #...