
...Bab 17. Acara Pertemuan Murid....
Hari ini merupakan hari pertama Juan masuk sekolah di Utopia High School dan saat Juan pertams kali masuk ke dalam gerbang sebuah papan hologram yang bertulis kan dengan bahasa Inggris.
Selamat datang untuk para siswa / siswi High Elite Class angkatan 2027 / 2028 di Utopia High School.
Harap seluruh siswa / Siswi berkumpul di ruang pertemuan!
Juan pun hanya melihat sekilas tulisannya itu dan mengikuti petunjuk arah ruang pertemuan. Dalam perjalanan ke ruang pertemuan, Juan melihat beragam ras yang ada di sekolah itu dari berwajah Republik Cina, Imperial Japan, Theorical India, Monarch South Korea, Holyland Arab dan berbagai belahan dunia lainnya. Hal itu mengingat kan Juan bahwasannya High Elite Class merupakan kelas internasional jadi sudahlah wajar jika ada berbagai ras disana.
Setibanya di ruang pertemuan, Juan pun duduk di kursi barisan tengah yang dimana Juan tidak ada satu pun murid yang dikenalnya. Beberapa saat kemudian, ada seorang siswa korea yang memiliki penampilan yang culun.
Sebelumnya acara dimulai, dia membuka bekal yang di bungkus kain untuk melihat isi bekal itu membuat semua murid disekitarnya kebauan oleh aroma makanan kimchi yang dibawanya.
__ADS_1
"Bau apa ini?" tanya salah satu murid disekitarnya.
"Hei, kamu cepat singkirkan benda itu!" seru murid yang lainnya.
Siswa korea hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya untuk meminta maaf dan dia pun menutup bekalnya kembali. Juan pun tersenyum dan sekilas berpikir walaupun sekolah Utopia High school merupakan sekolah elite dan high Class tapi dia akan berhadapan dengan para murid seperti di sekolahnya dahulu.
Juan pun tersenyum remeh.
Beberapa saat kemudian, seorang pria tinggi naik keatas panggung dan pembawa acara mengatakan bahwa dia ketus OSIS yang juga berada di kelas High Elite Class nama Alex Hirano. Seorang pemuda blesteran Indo dan Jepang.
"Maaf, kamu mau permen?" ucap pria Korea yang sebelumnya membuka makanan dan kali ini dia menawarkan permen kepada Juan.
Juan pun menerima permen itu dengan senyuman, "Terima kasih."
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, ketua OSIS itu pun menyelesaikan pidatonya setelah itu, kepala sekolah pun juga memberikan pidatonya. Dia bernama Maya Wijaya Kusuma. Putri dari Hatta Wijaya Kusuma.
Juan tidak mendengarkan pidato dari kepala sekolah melainkan menatap tajam. Juan menduga bahwa kemungkinan terbesar pelaku tabrak lari kedua adiknya ialah kepala sekolah sendiri bahkan saat Juan mengunakan skill: Investigasi hasil tetap berujung pada dirinya.
Juan pun tidak ingin bersikap gegabah yang akan berbalik kepadanya. Juan harus berpikir dan mencari bukti secara hati-hati dikarenakan Kepala Sekolah Maya bukanlah orang yang bodoh sampai membuat drama orang lain yang telah menabrak kedua adiknya.
Beberapa saat kemudian acara pertemuan pun usai. Juan beserta lainnya pergi ke loket admistrasi dan mengantri di sana. Tidak lama, kini giliran Juan tiba di loket admistrasi.
"ID?Nama?" tanya petugas administrasi.
"111093, Juan Prakoso."
Sesudah Juan mengatakan itu, petugas administrasi memberikan beberapa perlengkapan seperti buku panduan sekolah, kunci kartu asrama dengan nomor M408 dan kartu siswa yang mana Juan menempati kelas 12-D.
__ADS_1
"Terimakasih," ucap Juan seraya menerima perlengkapan itu semua dan Juan pun pergi ke asramanya untuk menaruh kopernya lalu, Juan harus kembali ke kelas dan memulai pelajaran nya dihari pertama nya.