Extraordinary System

Extraordinary System
Bab terakhir - Extraordinary System


__ADS_3

...Season 5: Bab 08. Proposal in Harvest Festival....


Di tempat yang berbeda, sosok Humanoid bernama Tiara membuka pintu kamar tidur seorang gadis berumur 8 tahun. Dia Fay Indraguna.


Rumah yang cukup sederhana yang ditinggalinya. Fay ingin hidup sederhana seperti anak-anak lainnya.


Tiara pun masuk dan menghampiri Fay lalu, membangun kan Fay dengan lembut.


"Fay, bangun! sudah pagi. Sarapan juga sudah siap!"


Fay bergerak kecil di kasur dan tidak lama, dia membuka matanya.


"Ah, iya."


Fay pun bangun dari rebahannya dan langsung pergi ke kamar mandi. Tiara yang masih disana, dia langsung membereskan kamar nya.


Sesudah itu, Tiara keluar dari kamar dan pergi ke ruang berikutnya. Ditengah perjalanan terlihat Rendy yang sedang sarapan di ruang makan.


"TV On!"


Sesaat televisi yang sebelumnya mati dengan perintah itu televisi nyala sendiri.


"Next!" seru Rendy dan chanel televisi berpindah.


Tiara tidak mempedulikan itu, dia pergi ke dapur yang mana dia sedang memanaskan sup buatan nya. Saat melihat sup itu sudah matang, Tiara mematikan kompor halogen bukan dengan digit pada kompor melainkan mengunakan fitur remote pada AI nya. Begitu juga, saat melihat mesin pencuci otomatis yang rusak. Tiara sontak menghubungi jasa servis.


Meski, rumah Fay sederhana namun ayahnya, Saga tidak menginginkan putrinya hidup sesusahan maka dari itu, Saga menaruhnya beberapa teknologi di rumahnya Fay.


Sesudah itu, Tiara mempersiapkan semua sarapan dan menyajikan semua makanan di atas meja. Setelah semuanya rapi, Tiara berdiri disamping meja makan dengan tangan kebelakang.


Disaat yang sama, Fay berjalan dan duduk di ruang makan dengan pakaian yang sudah rapi dengan seragam merah putih nya untuk berangkat sekolah.


"Fay, seperti nya Kakak akan pulang terlambat. Kamu baik-baik dirumah," ucap Rendy.


Fay tidak menjawab hanya memberikan anggukan kepala.


Lalu, Rendy juga melihat kearah Tiara. "Tiara, tolong jaga Fay!"


"Dimengerti!" jawab Tiara.


beberapa saat kemudian, Rendy, Fay dan Tiara pun pergi yang mana Rendy mengantar Fay sekolah dan Tiara ditugaskan untuk menjaga nya disana.


Setibanya disekolah, Fay dan Tiara turun. Pada masa itu, anak sekolah dasar tidak sedikit orang tua mereka menitipkan anak nya kepada Humanoid yang memiliki fitur kemampuan menjaga anaknya.


"Fay, semangat!" seru Rendy.


Fay tidak peduli dan terus melangkah ke dalam sekolah. Rendy tidak malah dengan sikap Fay itu dan dia hanya tersenyum lalu melanjutkan mobilnya.


Beberapa saat kemudian, laju mobil Rendy berhenti disalah satu perusahaan game dan disana Rendy bertemu dengan seseorang.

__ADS_1


"Hei, namaku Rendy Purnomo, Direktur Operator Prakoso Industries," ucap Rendy yang memberikan tangannya kepada seseorang.


"Salam kenal. Saya Kira Hernandez!"


Rendy dan Kira saling berjabat tangan dan bertukar senyum.


...# Extraordinary System #...


Setelah mendaftar Yuri di sekolah SMA, Juan dan lainnya kembali desa yang mana mereka melihat banyak warga yang sedang berkumpul di pusat desa.


Saat kedatangan Juan dan lainnya, mereka disambut baik oleh para warga. Para warga bertegur sapa dan berbincang kecil terutama kepada Alina.


Alina yang memiliki sifat supel dan mudah beradaptasi membuat nya dengan mudah membaur dengan para warga.


Juan pun tersenyum menatap Alina yang penuh senyuman dan tawa kecil. Sesaat Alina menyadari tatapan Juan dan dia menoleh kearah Juan lalu, membalasnya dengan senyuman juga.


Dalam sesaat Juan mengingat saat pertama kali bertemu dengan Alina di Utopia High School, kematian ibunya dan kebersamaan di Ryu Go Kuro. Tanpa Juan sadari, dia menjatuhkan air matanya dan Juan melepaskan lamunannya serta mengusap air matanya.


"Seperti nya sudah waktunya," gumam Juan.


Pada saat itu, Juan mendapatkan informasi dari para warga bahwa nya festival panen akan segera dilaksanakannya.


Lalu, Juan pun terpikir sebuah ide untuk menambahkan acara dan Juan membicarakan nya kepada Pak Sutiyoso.


Sesudah acara itu usai, Juan, Alina dan Yuri kembali ke rumah yang mana disana sudah terlihat truk yang tidak begitu besar dengan mobil sedan terparkir di rumahnya.


"Sepertinya begitu," jawab Juan.


Sesampainya nya di rumah terlihatlah Yuda disana bersama dengan dua Humanoid, Josh dan Chloe.


"Kak, maaf. Aku baru pulang," ucap Yuda yang beranjak dari kursi dan berdiri lalu, memeluk Juan.


"Syukurlah, kamu datang," ucap Juan yang berada di dalam pelukan Yuda.


Ditengah pelukan Yuda berbisik. "Kak Juan, aku sudah membawa yang kakak minta."


"Terimakasih. Kamu sangat membantu."


Sesudah itu, mereka pun masuk kedalam rumah.


Malam Festival Panen pun tiba, semua orang berkumpul di pusat desa untuk berbagai suka cita dengan bernyanyi dan menari dengan berbagai hasil panen diatas meja dan berbagai hidangan makanan dan minuman yang tentu saja dihadiri oleh Juan, Alina, Yuri dan Yuda.


Ditengah festival Juan menarik Alina yang membuat dirinya sedikit terkejut.


"Alina bisa ikut aku sebentar?" tanya Juan seraya menarik Alina.


"Kemana?" jawab Alina namun, dia memasrahkan dirinya ditarik.


Juan pun mengajak Alina menelusuri perbukitan yang berada disisi barat desa dan menaiki bukit dan langkah mereka berhenti di tepi berbukitan yang mana Juan dan Alina disuguhi oleh pemandangan laut dengan langit yang penuh bintang dan bulan purnama menghiasi malam.

__ADS_1


"Alina, lihat lah!" seru Juan yang memamerkan pemandangan yang telah ditemukan nya.


"Wuahh ... indahnya!" kagum Alina seraya melihat pemandangan laut yang terbentang luas. Lalu, tidak lama Alina melihat kearah Juan, "Sejak kapan kamu menemukan pemandangan seindah ini?"


Juan menjawab hanya dengan senyuman lalu, tidak lama Juan memegang tangan Alina dan berlutut satu kaki dihadapan Alina.


"Alina, beberapa waktu telah kita lewati. Banyak yang sudah dilalui bersama suka atau pun duka. Tidak mudah memang. Tapi, aku selalu heran. Segala kesulitan bagiku seperti tidak ada apa-apanya asal itu bersamamu. Boleh saja aku mendapatkan kesulitan yang besar jika itu, ada kamu disisiku dan semuanya pasti akan berakhir dengan kebahagiaan."


Juan pun melepaskan tangan Alina dan mengambil kotak merah kecil dan menunjukkan sebuah cincin berlian yang sangat cemerlang dari pantulan cahaya bulan.


"Alina, aku menyayangimu, aku setulus hati mencintaimu dan izinkan aku berbagi hidup dengan mu." Juan mengambil cincin dari kotaknya dan menunjukkan nya kepada Alina. "Alina, will you marry me?" Juan menatap harap dengan senyuman kecil.


Alina tersenyum seraya air mata yang menetes di pipinya dengan memegang kedua pipi dengan tangan nya.


"Aku sudah lama menunggu, bodoh."


Juan yang mendengar itu tertawa kecil. Begitu juga Alina. Lalu, Alina mengusap air matanya dan memberikan tangan nya untuk meminta mengenakan cincin tersebut.


"Tentu saja. Aku menerima nya dan cepatlah, kasihan para warga sudah menunggu," ucap Alina dengan senyuman lebar.


Juan pun sontak mengenakan cincin itu di jari manis Alina. Lalu, Juan berdiri dan memeluk Alina.


"Terimakasih, Alina."


"Eih, kamu mencuri kata ku. Terimakasih, Juan."


Tidak lama kemudian, Juan dan Alina melepaskan pelukannya dan mereka berciuman dibawah sinar bulan yang cerah.


Beberapa bulan kemudian, pesta pernikahan pun diadakan di Metropolis Jakarta, New Indonesia dan pernikahan itu menjadi pernikahan terbesar dan termewah pada tahun tersebut.


Tidak ada itu saja, tamu yang mereka undang bukan hanya para pengusaha dan Yakuza melainkan beberapa murid serta master dari Kamar -Taj seperti Wong dan Dr. Strange. Lalu, ada juga anggota Avengers lainnya seperti Peter Parker, Stark family dan Raja Wakanda sendiri.


Malam hari di hari resepsi, Juan keluar dari ruangan dan melihat langit malam.


"Dengan ini perjalanan ku berakhir. Terima kasih Extraordinary System."



Akhirnya, sampai juga di penghujung novel ini. Terimakasih atas segala dukungan baik yang baca, like, vote dan terutama hadiahnya.


Terima kasih juga kepada teman-teman yang sudah setia membaca sampai pada bab ini yang meski alur nya menjadi kacau dan berantakan. Hehehe.


Aku juga mohon maaf jika ada perkataan, cerita dan tulisan yang kurang berkenan untuk teman-teman semua.


Sekali lagi, aku berterimakasih tanpa dukungan kalian, aku juga tidak memiliki semangat untuk terus update dalam keadaan apapun.


Dan, sampai bertemu lagi di karya ku selanjutnya.


See ya in New Novel.

__ADS_1


__ADS_2