Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 72


__ADS_3

...Season 2-Bab 22. Hakuro Terada...


Pada pagi itu, Jin, Alice dan Dago tiba di rumah besar Terada Clan. Beberapa saat tiba disana, pintu besar yang berbahan kayu itu terbuka dan dari dalam ada seorang pria berjas hitam menyambut kedatangan Jin dan lainnya.


"Dago -sama. Tuan Hakuro telah menunggu anda, Silahkan! Saya akan antarkan," ucap pria berjas yang mempersilahkan Jin dan lainnya untuk mengikuti dirinya yang sudah melangkah terlebih dahulu.


"Baik," jawab Dago.


Sesudah itu, Jin dan lainnya masuk kedalam rumah besar yang mana para Yakuza yang ada di sana menundukkan kepalanya untuk memberikan hormat kepada mereka.


Ditengah melangkah, Alice berbincang pelan.


"Jin, apakah setiap Yakuza seperti ini?" ucap pelan Alice yang melihat sikap hormat para Yakuza.


"Iya, seperti itu lah," jawab pelan Jin.


"Ehh ... menarik," sambung Alice.


Beberapa saat kemudian, Jin dan lainnya tiba di ruang yang besar dengan lantai kayu dengan desain ruang tradisional rumah Jepang.


Yang dimana, ada satu pria paruh baya yang sudah duduk dikursi roda dengan berjajar Yakuza berbaris disisi kanan dan kirinya duduk dogeza.


"Selamat datang, Tuan muda Dojima!" ucap sambutan dari pria paruh baya tersebut.


Dago, Jin dan Alice membungkukkan badannya. "Bagaimana kabar anda, Tuan Hakuro?" ucap Dago.


"Silahkan duduk!" seru Hakuro.


Dago, Jin dan Alice mengembalikan sikap nya setelah itu, duduk bersila di lantai. Lalu, Dago pun memulai pembicaraan.


"Hakuro - Jiji (Kakek), apa anda sudah mendengar kabar pengeboman Imperium Tower?"


"Iya, sungguh berita yang memilukan dan aku berduka akan kematian putra ku," jawab Hakuro yang menunduk kepalanya.


Alice yang melihat itu, dia pun memotong pembicaraan.


"Aneh! Jika paman Hakuo adalah putra kakek, kenapa kakek bersikap santai seperti itu?"


Mendengar itu, salah satu dari anak buahnya merasa kesal.

__ADS_1


"Deme! siapa kamu berani lancang berbicara disini!"


Alice pun tersenyum lalu, melihat kearah Jin dan Dago. Mereka berdua pun mengangguk kepalanya. Lalu, Alice pun berdiri dan membungkuk badannya.


"Salam kenal, aku Alice Dojima! Putri dari Joana Dojima."


Hakuro yang mendengar itu sontak terkejut begitu pun para bawahannya.


"Saya tidak menyangka, kamu masih hidup? Bukan hanya itu saja bahkan kamu seorang selebritis dan tidak pernah bersembunyi," ucap Hakuro yang tersenyum senang.


Alice pun mengembalikan posisi badannya, "Ini semua berkat ibu angkat ku."


"Seperti aku harus berterimakasih kepadanya," ucap Hakuro.


Alice pun tersenyum kecut, "Sungguh sangat disayangkan seperti Hakuro -Jiji sudah telat untuk itu."


"Kenapa?" tanya Hakuro.


"Mafia Swallow telah membunuhnya," potong Dago.


"Ahufuu ... aku minta maaf telah mempertanyakan nya. Aku turut berduka cita," jawab Hakuro.


"Terimakasih Hakuro -Jiji," ucap Alice.


Mendengar itu, Alice pun maju lalu berlutut satu kaki untuk menyamakan ketinggian, "Hakuro -Jiji, aku terima ini dari ketua Goro Dojima," ucap Alice yang memberikan surat wasiat nya kepada Hakuro.


Hakuro pun menerima surat itu dan membacanya yang membuatnya terkejut.


"Jadi, Dojima -san ingin kamu menjadi pewaris nya?!"


"Iya. Tapi, aku tidak menginginkannya."


"Kenapa?" tanya Hakuro.


"Aku hanya ingin kedamaian dan hidup bersama." Alice melihat kearah Jin, "Dirinya saja. Didunia apapun bahkan neraka sekalipun," Alice pun tersenyum begitu juga Jin.


Hakuro pun menyadari tatapan itu dan dia pun mempertanyakan Jin.


"Siapa kamu?"

__ADS_1


Jin membungkukkan badannya dalam kondisi duduk bersila.


"Saya Jin Kazuma, Shateigashira dari Maou Klan."


"Maou? Jadi kamu bawahan nya Shin Maou?" tanya Hakuro.


"Iya, saya bertugas untuk melindungi Nona Dojima," jawab Jin.


"Lebih dari itu, dia adalah teman ku," potong Alice.


"Jadi begitu. Lalu, Alice -san apa rencana mu?" tanya Hakuro.


"Aku ingin memberikan kursi itu untuk." Alice menghadap dan melihat Dago. "Dago -Niisan."


Saat mendengar itu, Hakuro melihat Dago yang sedang mengarukan kepala belakangnya.


"Sebenarnya aku juga ingin menjadi Oyabun. Tapi, inilah satu-satunya cara untuk menghindari peperangan," ucap Dago.


"Jika begitu, rencana kalian. Aku akan membantu kalian berdua," jawab Hakuro.


Sesaat Hakuro mengatakan itu dari balik pintu terdengar seruan.


"Tunggu! Aku tidak menyetujuinya!"


Krekkk!


Pintu pun terbuka dan terlihat seorang pria yang penuh dengan otot, berambut pirang juga ada goresan pisau di bibirnya masuk kedalam ruangan bersama beberapa orang berjas hitam dan memegang pistol masuk lalu, berdiri dibelakang Hakuro beserta bawahan.


Jin, Alice juga Dago sontak berdiri dan menghadap kearah pria besar itu.


"Teo?!" ucap kaget Dago.


Jin dan Alice yang mendengar itu sontak terkejut dengan kehadiran kakaknya yang lain, Teo Dojima.


"Yo, lama tidak bertemu, Dago -Niisan dan ..." Teo melihat kearah Alice, "Adik ku yang cantik."


Alice, Dago dan Jin memandang Teo dengan tajam. Teo pun tersenyum senang.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


Hei, sahabat Jin. Terimakasih masih setia membaca kisah Jin ini dan aku juga berterima kasih kepada para desainer grafis noveltoon yang membuat cover baru untuk novel ini dan lebih keren.


See you in next Bab ...


__ADS_2