
...Bab 45. Monster...
Ditengah perjalanan pulang Juan pun mendapatkan panggilan telepon yang membuatnya menghentikan laju motornya.
Saat melihat ponselnya, panggilan itu berasal dari Alina yang meminta VC. Juan pun menyalakan nya dan Juan pun terkejut saat melihat Alina yang sedang terikat vertical dengan mulut yang tertutup kain serta kedua tangannya ikat diatas. Lalu, Ada Alex dan teman-teman nya.
"Hei, Juan. Apa Loe mau nonton AV secara live? hahaha!"
Melihat itu, Juan pun menjadi marah, " Alex, Bjingan! dimana kamu?"
Alex tidak mempedulikan nya menghampiri Alina yang sedang terikat lalu, menarik baju nya hingga seluruh kancing di kemeja nya terlepas dan pakaian dalam serta bagian tubuh Alina terlihat. Alina pun ingin berontak namun, dia tidak bisa.
"Alexxxxx!" teriak Juan.
"Hahaha ... Datanglah ke gudang lama sekolah dalam waktu 5 menit jika terlambat maka, kekasihmu ini akan jadi mainanku! hahahaha!"
Juan yang mendengar itu, dia pun langsung menaruh ponselnya dan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi hingga sistem memberikan skill baru.
Kling!
[Anda telah mendapatkan Skill: Pembalap motor.]
Juan yang melihat itu sontak mengunakan dan mengawalinya dengan Standing. Juan pun dalam kondisi marah maka dia mengunakan SEED sehingga Juan bisa melajukan motornya dengan kecepatan diatas 100 km/jam dan Juan pun tiba dalam waktu kurang dari lima menit.
Setibanya di gudang lama sekolah, Juan pun menghentikan laju motornya dan masuk kedalam yang mana puluhan orang preman berada disana.
"Alex!" teriak Juan.
Sesaat kemudian, Alex pun datang dan bertepuk tangan. "Wow, Juan loe memang luar biasa."
"Alex, dimana Alina?!"
"Hohoho ... Sabar! Loe akan bertemu dengan nya dineraka setelah Gue menikmatinya sampai dia mati! hahahha!" ucap Alex.
"Njing!" ucap kesal Juan.
Semua preman yang ada di gudang itu pun mengelilingi Juan dengan memegang berbagai senjata.
"5 menit! Gue akan melakukan persiapan untuk Alina tercinta. Bye-bye!" ucap Alex yang membalikan badannya meninggalkan Juan lalu, memberikan kode kepada para preman untuk menyerang Juan.
"Alex, mau kemana kamu?!" teriak Juan.
Alex tidak mempedulikan, dia hanya melambaikan tangan. Sesaat kemudian juga para preman pun menyerang Juan dan pertarungan pun terjadi.
Saling jual beli serangan pun terus dilesatkan. Juan dengan mengunakan skill [ Taekwondo] dan [ Tinju ] sehingga beberapa preman tidak berdaya meski menggunakan senjata.
Ada pun Juan mengunakan teknik Muay Thai dengan melompat dan menendang dengan lutut kaki sehingga sistem memberikan nya skill.
Kling!
__ADS_1
[Anda telah mendapat skill Bela diri; Muay Thai.]
Ada juga Juan mengunakan teknik melempar dan sistem memberikan skill lagi.
Kling!
[Anda telah mendapat skill Bela diri: Aikido]
Disaat Juan berhasil mengalahkan sebagian besar preman, ada satu preman yang memiliki ilmu bela diri Wushu yang membuat serangan Juan ditepis olehnya dan membuat Juan terpojok meski Juan sudah mengunakan SEED
"Sistem, bantu aku!" gumam Juan.
Berkat kemampuan unik skill [ Fast regenerasi] Juan pun dengan mudah berdiri dan mencoba mengikuti gerakan dari lawannya dan hal hasil Juan pun mendapatkan skillnya.
Kling!
[Anda telah mendapat skill Bela diri: Wu Shu.]
Seusai mendapatkan skill itu, Juan pun menjadi seimbang dengan lawannya dan bergabung kombinasi dengan Juan berhasil mengalahkan nya hingga itulah lawan terakhir Juan.
Juan pun melanjutkan langkahnya ke ruangan Alex dan saat membuka pintu.
Dor!
Sebuah peluru pelesat kearah tubuh Juan.
Alex pun tertawa senang, "Hahahaha ... Mampus Loe, bgsat!" Seusai menembak Juan, Alex pun menghadap Alina.
"Lin, sekarang waktu untuk kita! Kamu tahu, Aku sudah lama jatuh cinta kepada tapi ... Kamu tidak pernah mengerti malah dekat dengan pria bgsat itu! njing!" ucap Alex.
Alina pun hanya bisa mengelengkan kepalanya seraya meneteskan air mata.
"Tidak akan aku biarkan, Alina jatuh ditangan orang bjingan seperti!" suara Juan memotong.
Alex dan Alina pun sontak melihat kearah Juan yang ternyata dia sudah berdiri seperi sedia kala dengan senyuman lebarnya.
"Kenapa?! Gue udah nembak Loe, Njing!" seru Alex. Lalu, Alex melesatkan tembakan lanjutan berkali-kali.
Dor! Dor! Dor!
Sebuah peluru terus melesat sampai darah terus mengucur di tubuh Juan.
"Hmmmmaaaas!" Alina terus berteriak sambil menangis hingga kain itu pun turun dari mulutnya, "Juannn!" teriak Alina.
"Alina, tenang lah! aku akan menyelamatkan mu dan membunuh bjingan ini!" ucap Juan sambil tersenyum lebar memandangi Alina dan Alex.
Disaat yang bersamaan, Juan mendapatkan skill unik.
Kling!
__ADS_1
[Selamat! Anda mendapatkan skill unik Mindless!]
Juan pun semakin tersenyum lebar saat melihat dan mengunakan skill itu.
Alex yang melihat itu, dia pun menjadi ketakutan.
"Mo.. monster! Loe bukan manusia!"
Klek! Klek!
Peluru dari senjata nya pun habis.
Hal itu membuat Juan tertawa, "Hahahaha, segitu saja kah mainanmu, Alex!"
Alex pun bertambah takut dengan ucapan Juan hingga membuat senjata yang dipegang nya terjatuh dan mundur beberapa langkah.
"Waktunya giliran ku!" ucap Juan.
Juan pun berlari dengan cepat dan melompat lalu, mengunakan lututnya untuk menendang kepala Alex hingga dia terjatuh. Lalu, Juan pun tersenyum lebar.
Meski, Alex sudah berada dilantai dengan Juan menginjak badannya. Alex masih bisa mengancam Juan.
"Juan, Jika loe bunuh Gue! Maka, urusan dengan keluarga Gue dan pastinya Loe, saudara-saudara lor dan orang-orang yang loe sayangi akan mati. Hahaha!" ucap bangga Alex.
"Hirano Clan kah?" Juan pun menatap Alex dengan senyuman manis, "Aku tidak peduli."
Sesaat mengucapkan itu, Juan pun melesatkan pukulan kuat kearah jantung Alex hingga dia pun muntah darah dan sulit untuk berbicara hingga serangan keduanya membuat jantung benar-benar berhenti. Saat Juan masih tertawa senang memukul Alex, suara Alina menghentikan nya.
"Juan, hentikan! sudah cukup! tolong!"
Suara itu pun menghentikan Juan dan dia pun menutup matanya dan mematikan unik skill [Mindless] nya.
Setelah menarik nafas berkali-kali, Juan pun menjadi tenang dan membalikan badan menghadap Alina lalu, melepaskan ikatannya.
"Alina, kamu baik-baik saja kan?" tanya Juan.
Alina yang sudah terlepas ikatannya sontak memeluk Juan dan menangis di pelukan nya. Juan pun menerima pelukan itu dan dia juga mempererat pelukannya.
Beberapa saat kemudian, polisi pun datang dan menodongkan pistol kearah Juan.
"Polisi! Angkat tangan mu!"
Juan pun melepaskan pelukannya dan memberikan senyuman serta menyatakan perasaannya, "Alina, aku jatuh cinta kepadamu." ucap Juan sambil mengangkat kedua tangan nya.
Alina pun juga tersenyum, "Aku juga mencintaimu."
Juan dan Alina pun saling bertukar senyum. Lalu, Juan pun ditangkap polisi beserta para preman disana.
Polisi itu sudah Juan berasal dari polisi yang mengejar Juan saat melewati rambu lalulintas. Juan sengaja memancing mereka untuk menjamin keselamatan Alina yang mungkin dirinya bisa kalah atau pun mati.
__ADS_1