
...Bab 44. Alina di rumah Juan...
Setelah pengumuman Juan bisa masuk sekolah lagi. Alina pun meminta izin untuk keluar sekolah sebentar untuk mendatangi Juan. Setibanya, dirumah Juan. Alina pun melihat Juan dan sontak memeluknya yang membuat Juan terdiam.
"Ehh ... Lin, ada apa? bukankah kamu seharusnya sekolah dan Sebenarnya sih aku senang tapi sampai kapan kamu memeluk ku," ucap Juan.
Alina yang mendengar itu sontak tersadar dan melepaskan pelukannya dengan cepat.
"Maaf, aku tidak maksud!" ucap Alina yang salah tingkah dengan merapihkan rambutnya kebelakang.
"Maksud juga tidak apa-apa," ucap ledek Juan.
"Eh?" kaget Alina.
Karena ucapan Juan itu, sistem memberikan pesan baru.
Kling!
[ Anda telah mendapatkan Skill: Gombal.]
Juan pun tersenyum sendiri yang mana Skill itu membuatnya mengelengkan kepalanya.
Tak lama kemudian, Yuri dan Yuda keluar untuk memberitahu sesuatu.
"Kak Juan, makan siang nya sudah Si ... Wua, ada kak Lin!" ucap Yuda.
"Kak Lin," sambung Yuri.
"Yuda, Yuri. apa kabar?" ucap Alina yang melambaikan tangannya.
Yuri dan Yuda pun sontak menghampiri Alina.
"Baik, kak," jawab Yuda.
"Ayo kita makan bersama!" seru Yuri.
Alina pun melihat kearah Juan yang sedang tersenyum lalu, Juan memberikan kode anggukan kepala.
Sesudah itu, mereka pun masuk. Setibanya didalam, Alina memperkenalkan diri kepada Paman Ferdi dan Tante Lia.
"Selamat siang Tante, Om. Saya Alina teman nya Juan," ucap Alina.
Tante Lia yang melihat Alina pun sontak menghampiri nya, "Oh, Iya.kita baru mau makan. Ayo kita makan bersama!"
"Iya, Tante."
Paman Ferdi pun juga menyambut ramah, "Nak Alina, kamu cantik sekali! Ayo kita makan bersama!" seru Paman Ferdi.
"Hehe ... terima kasih, Om," jawab Alina dengan senyuman lebar.
__ADS_1
Rania yang juga sudah duduk di kursi makan, dia pun melihat kearah Alina, "Kakak, pacar nya kak Juan yaaa ..." ledek Rania.
"Bukan-bukan, saya hanya temannya Juan saja," ngelak Alina yang salah tingkah.
"Tuh kan, salah tingkah." Rania melihat kearah Alina, "Kak Juan, kapan nembak nya nih?"
"Rania, kita cuman temen. Berhenti meledek Alina," ucap Juan.
"Oke, oke. Aku Iya aja deh. Oiya, Aku Rania." ucap Rania yang memberikan tangannya.
"Alina," jawab Alina yang menerima tangan Rania.
Setelah itu mereka pun makan bersama dan setelah nya, Alina memberitahu sesuatu.
"Juan, Tante, Om dan semua. Ada berita baik," ucap Alina.
"Berita apa itu?" tanya Tante Lia.
"Juan, hari Senin depan sudah boleh masuk sekolah lagi. Pak Menteri Hatta telah membersihkan nama Juan dan mengizinkan untuk ujian susulan," penjelasan Alina.
"Benarkah, syukurlah, Juan. Kamu bisa bersekolah lagi," ucap senang Tante Lia.
Tidak hanya Tante Lia, Om Ferdi juga Rania turut senang.
"Terimakasih, Lin sudah menyempatkan diri datang ke sini untuk memberikan informasi ini," ucap Juan.
Setelah itu, Alina pun main bersama Yuda, Yuri dan Andy yang mana mereka sedang memainkan game Evil Island.
"Hei, kalian tahu yang buat cinema nya itu kakak Loh," ucal bangga Alina.
"Oiyaa, wuaaa ... Keren!" respon kagum Yuda.
"Kakak luar biasa," sambung kagum Haruka.
Juan pun tersenyum saat melihat kedekatan Alina dengan kedua adiknya. Tatapan Juan itu disadari oleh Alina. Lalu, Alina pun menatap balik dan memberikan senyuman kepadanya.
Waktu pun cepat berlalu dan berganti malam, Alina pun pamit dengan keluarga nya Juan Namun, sebelum pergi Juan mengajukan sesuatu.
"Alina, aku antar ya?" ucap Juan.
"Tidak usah, saya bisa sendiri," jawab nolak Alina.
"Udah malam loh, kak Alina. Kasihan kakak kalo pulang sendirian," ucap Rania yang memperkuat ucapan Juan.
"Tapi akan merepotkan," ucap Alina.
Juan pun memakai helmnya dan menaiki motor besar nya, "Udah Ayo naik! nanti tambah malam.
Alina pun dengan malu-malu menaiki motor Juan.
__ADS_1
Juan pun menarik tangan Alina agar memeluk pinggang nya, "Pegang yang erat!"
Alina pun sontak terkejut tapi, membiarkan nya dan dia pun tersenyum saat memeluk pinggang Juan.
"Tante, Om. Saya pergi dulu," pamit Juan.
"Iya, hati-hati dijalan!" jawab Tante Lia.
Dan Juan pun melajukan motornya.
Selama perjalanan tidak ada pembahasan. Alina pun terlihat kelelahan dan menyandarkan kepalanya di punggung Juan.
Juan yang menyadari itu, dia pun membiarkan nya.
Tidak lama kemudian, Juan pun sampai di sekolah dan menghentikan laju motornya. Juan pun melihat sekitar yang mana malam itu terlihat sangat sepi.
"Kenapa sepi sekali ya?" tanya Juan.
"Ah, mungkin sudah pada istirahat. Lagian, hari ini tidak ada pelajaran dan aktifitas," jawab Alina yang sedang turun dari motornya Juan.
"Oh, begitu," jawab Juan seraya menerima helm dari Alina.
"By the way, terimakasih ya. Udah mau mengantarkan ku," ucap Alina.
"Sama-sama. Yasudah, sana masuk dan istirahat!" ucap Juan.
Alina pun mengangguk kepalanya dan tersenyum, "Iya."
Sesudah itu, Juan pun menurunkan kaca helm nya, "Bye-bye, Lin!" ucap Juan.
"Bye-bye, Juan," jawab Alina.
Sesudah itu, Juan pun melajukan motornya dan Alina berjalan masuk ke Asrama nya namun, beberapa murid mengelilingi nya.
"Kalian mau apa?!" seru Alina dengan tatapan waspada.
Beberapa siswa pun mengangguk kepalanya lalu, menghampiri Alina untuk ditangkap tapi Alina berontak, "Lepaskan!"
Meski mencoba berontak, tenaga Alina tidak bisa melepaskan pegangan mereka dan tidak lama, ada seseorang yang menaruh sapu tangan yang berisikan obat sehingga Alina pun tidak sadarkan diri.
Sesaat kemudian, Alex pun muncul dari bayangan.
"Ambil ponselnya dan bawa dia!"
Ponsel Alina pun diambil dan Alina dibawa ke suatu tempat.
Alex pun mengambil sebuah pistol dari selipan celananya, "Juan, gue tidak akan membiar loe menganggu peringkat lagi. Jika tidak bisa mengeluarkan mu maka kematian lah yang bisa," ucap Alex yang diakhiri dengan senyuman lebar.
... # Extraordinary system #...
__ADS_1