Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 103


__ADS_3

...Season 3: Bab 03. Pertaruhan Nilai...


Sesudah Juan mengantarkan kedua adiknya sekolah dengan mengunakan portal. Dia pun pergi ke sekolah nya juga namun kali ini Juan tidak mengunakan portal melainkan motor besarnya yang sudah lama tersimpan di [Delta Storage].


Kedatangan Juan ke sekolah membuat semua mata murid tertuju kepadanya seakan-akan mereka melihat seorang artis bahkan sampai Juan memarkirkan motornya dan berjalan ke kelas.


Juan menyadari tatapan itu lantaran tubuhnya yang telah berevolusi baik bentuk tubuh, tinggi bahkan wajah Juan menjadi menawan. Juan hanya membalasnya dengan senyuman.


Sampai lah Juan dikelas, semua teman sekelas nya juga menatapnya termasuk Nabila dan Alexa.


"Selamat pagi, semua nya," sapa Juan.


Lalu, Juan juga menyapa Nabila saat melewati nya. "Pagi, Nabila."


Nabila terkejut dengan sapaan Juan lalu, dia menjawab nya. "Oh, iya. Pagi juga Juan."


Juan pun duduk di kursinya lalu, melihat kearah luar jendela. "Sungguh nostalgia pemandangan ini."


Sesaat Juan mengingat pemandangan yang sering dilihatnya setiap hari lantaran dia jarang bergaul dengan teman-temannya.


Tidak selang lama, Bu Rini datang membawa kertas ujian.


"Baiklah, semua duduk! Ujian kita mulai!"


Sesudah itu, Juan pun mengerjakan soal ujian itu. Saat melihat ujian itu, Juan teringat bahwa masa lalu sebelum nya Juan mengunakan SEED untuk menjawab pertanyaan. Hal itu membuat Jin tersenyum sendiri. Tapi tidak kali ini, Juan dengan mudah mengerjakan nya sendiri tanpa bantuan sistem sesudah itu, dalam waktu 15 menit saja. Juan maju kedepan menghampiri Bu Rini.


Bu Rini yang sedang mengawasinya menatap heran.


"Juan, apa yang kamu lakukan? cepat kembali ke tempat duduk dan mulailah menjawabnya."


"Aku sudah selesai, Bu," jawab bangga Juan.


"Apa?!" ucap heran guru yang juga menganggap remeh Juan.


Sesaat kemudian, Jaya memotong pembicaraan dengan meledek kearah Juan, "Udah, Bu. Biarin aja. Paling juga dia pengen tidur habis mengemis tadi malam."


"Hahahaha ..."


Semua murid yang dikelas tertawa.


Hal itu mengingatkan Juan akan masa lalu yang sebelumnya yang membuat nya tersenyum.

__ADS_1


Dahulu Juan diam namun tidak kali ini, Juan membalikan badannya dan menghadap kearah Jaya dan lainnya.


"Jaya, bagaimana kalau kita bertaruh? Jika nilai ku diatas kamu maka kamu harus membayar ku begitu pun sebaliknya," tawar Juan.


Jaya tersenyum lebar dan berdiri. "Juan, itu tidak seru. Kita kali kan. Kalau kamu kalah 2 peringkat maka kamu harus membayar 2 kali lipat jika kalah 3 peringkat maka kamu harus membayar tiga kali lipat. Bagaimana kamu setuju?" ucap remeh Jaya.


"Berapa?" tanya Juan.


"50 ribu. Taruhan awal. Jika kamu tidak ada, hutang juga tidak masalah," jawab Jaya.


"Tidak masalah, aku ada uang untuk itu," jawab Juan.


Sesaat kemudian, seseorang memotong. "Aku ikut!" Alexa berdiri dari kursi. "Jika kalian kalah, maka kalian berdua harus membayar ku!"


Juan yang mendengar itu, dia tertawa kecil dalam batin. Juan tahu ini merupakan pembullian yang mana Alexa yang selalu peringkat pertama ikut bertaruh. Meski begitu Juan tidak gentar.


"Alexa, jika aku menang dari mu itu merupakan keajaiban. Jadi, tidak adil," jawab Juan.


"Juan, kamu terlalu memuji karena aku selalu peringkat pertama. Baiklah, Jika kamu menang dariku. Maka aku akan izinkan kamu untuk meminta apapun dari ku sebaliknya Jika kamu kalah, kamu harus menuruti segala permintaan ku!" ucap percaya diri Alexa dengan tatapan menggoda dengan satu alis dinaikkannya.


"Menarik. Baiklah, aku setuju," jawab Juan.


"Kalian ini berhenti main dan Juan, kamu keluar jangan menganggu murid lainnya!" seru kesal Bu Rini.


"Baik, Bu," jawab Juan dan dia meninggalkan kelas.


Di sekolah, Juan selalu berdiam diri di sudut sekolah untuk menghindari pembully dan murid lainnya.


"Tempat yang sungguh sempit," gumam Juan.


Beberapa saat kemudian, Nabila datang menghampiri Juan. "Juan!" sapa nya.


Juan pun melepaskan lamunannya dan melihat kearah Nabila, "Nabila, ada apa?"


Nabila memperdekat jarak nya, "Juan, hentikan pertaruhan itu. Jika, kamu kalah pasti kamu akan dipermalukan oleh Alexa!"


Juan tersenyum dan menatap Nabila, "Terima kasih, Nabila. Kamu sudah mengkhawatirkan diriku. Tapi," Juan memegang kedua bahu Nabila. "Tenang saja, aku pasti menang taruhan."


"Tapi ..." ucap khawatir Nabila belum hilang namun, Juan tidak begitu menanggapi nya.


Sore pun tiba. Sebelum pulang, Bu Rini mendatangi kelas nya Juan.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang ibu akan umumkan nilai tertinggi."


Bu Rini mengambil satu lembar yang berada di paling atas.


"Untuk ujian matematika bernilai 100 diraih oleh ... Juan Prakoso."


Saat nama Juan disebut semua orang terdiam dan terheran-heran. Bagaimana bisa seorang siswa bodoh mendapatkan nilai sempurna?


Terutama Jaya dan Alexa, mereka sampai menghampiri guru dan melihat kertas ujian Juan.


"Bu guru, dia pasti curang!" seru kesal Alexa.


Guru itu pun menjadi kesal dengan perlakukan Alexa dan Jaya. "Alexa, Jaya. Duduk ditempat kalian. Satu yang ibu akan beritahu kepada kalian Smart Rate Exam. Tidak mungkin melakukan kesalahan dan kecurangan. Jadi, ini murni hasil dari pekerjaan Juan sendiri. Kalian mengerti!"


Tidak hanya Alexa dan Jaya namun, semua murid dikelas berbisik-bisik dengan tatapan kearah Juan terkecuali Nabila, Dia tersenyum Senang melihat Juan yang mendapat kan nilai tinggi.


Juan tersenyum dan sesaat mengingat kejadian yang sama seperti masa lalu sebelum nya.


Setelah itu, Juan beranjak dari kursi dan menghampiri Alexa yang sedang memegang hasil ujian Juan. Lalu, Juan pun mengambil nya.


Tatapan Alexa, Jaya dan murid lainnya tertuju kepadanya.


"Aku menang. Alexa dan Ingat janjimu!" ucap Juan yang menatap Alexa dengan senyuman.


Alexa memalingkan wajahnya ke samping dengan wajah yang sedikit memerah. "Aku tahu, tidak perlu dibilang."


Juan melihat kearah Jaya, "Jay, peringkat berapa kamu?"


Jaya terdiam dan tidak mau menjawab lalu, salah satu siswa mengambil kertas nya Jaya dan membacakannya, "Peringkat 40, Juan!"


"Jadi 50 ribu kali 40, 2 Juta! berikan kepada ku!" seru Juan.


"Cihh ... baiklah, sebutkan nomor rekening mu!" ucap Jaya sambil mengambil ponsel.


Juan memberikan nomor rekeningnya dan tidak lama, dua juta masuk ke rekening Juan.


"Senang berbisnis dengan kalian!" ucap Juan.


Sesudah itu, Juan pergi meninggalkan kelas nya.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2