
...Bab. 41 Keputusan Sekolah....
Juan yang terlibat perkelahian, dia dipanggil oleh kepala sekolah Maya disebabkan perkelahian dirinya dengan para siswa di kantin dan sesuatu yang tidak diketahui oleh Juan.
Di ruang Kepala sekolah, Juan menghadap Bu Maya juga Alex sebagai ketua OSIS.
"Juan, apa kamu tahu kesalahan mu?" tanya Bu Maya.
"Berkelahi, Bu. Dan aku hanya membela diri saja," jawab Juan sambil menundukkan kepalanya.
"Hanya itu saja?" tanya Bu Maya yang menatap curiga kepada Juan.
"Iya," jawab Juan.
Sebenarnya, Juan mencurigai bahwa Bu Maya telah mengetahui identitas nya sebagai Phantom dan menyerang Bu Anita. Maka dari itu, Juan mengunakan Skill [ Penipu] untuk membuat alasan.
"Jika kamu berkata seperti itu maka, Ibu akan tunjukan sebuah video!" ucap Bu Maya lalu, dia pun mengambil flash disk dan memasang nya pada komputer diatas meja. Lalu, menunjukkan sebuah video berupa kamera CCTV di lift yang dimana, Juan sedang menganti baju bahkan menghilangkan nya.
Juan yang melihat itu, dia memaki dirinya sendiri didalam hati karena kecerobohan nya tidak menghapus rekaman video disana.
Tepat seperti yang Juan duga. Namun, Juan tidak mengakuinya. Dia menjelaskan alibi saat malam penyerangannya akan tetapi, Bu Maya tidak menerima alasan apapun malah membuatnya semakin kesal.
"Juan, diam! Saya tidak ingin mendengarkan alasan mu!" ucap kesal Bu Maya.
Juan pun menjadi terdiam.
"Kamu tahu, ini bukan masalah kecil dan ini percobaan pembunuhan. Saya tidak bisa memutuskan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepadamu, Skorsing atau dikeluarkan dari sekolah ini?! sekarang, kamu tidak boleh bersekolah atau ikut ujian, kamu mengerti!" marah Bu Maya.
"Baik, Bu," jawab pasrah Juan.
"Sekarang, Ibu akan masukan kamu ke ruang isolasi!" ucap Bu Maya.
Sesudah itu, Juan pun dibawa ke ruang isolasi oleh penjaga keamanan dan berita tentang Juan pun cepat menyebar sehingga banyak murid yang melihat nya dibawa pergi oleh penjaga keamanan. Alina dan lainnya ingin mendekati Juan namun tidak bisa. Juan pun hanya memberikan senyuman kepada mereka. Lalu, Juan pun pergi ke ruang isolasi yang dimana ruangan itu seperti ruang tahanan.
"Ahufuu ... baiklah, mari kita ambil positifnya!" gumam Juan.
__ADS_1
Setelah itu, Juan pun membuka extraordinary System untuk mengisi waktunya. Dia pun bermain catur dan candy puzzle yang membuat IQ nya meningkat lima poin dan jumlah tabungan bertambah 640 USD atau 9,6 juta dengan ini total tabungan Juan ditambah 10.000 USD atau 150 juta menjadi 664.843.000 rupiah.
Ketenangan Juan itu tentu berasal dari skill uniknya, Refresh. Maka dari itu, Juan merasa santai meski masalah besar menimpah nya.
Dan, hari ujian pun tiba yang mana Juan hanya bersantai dan bermain dengan sistemnya apalagi Juan memiliki Virtual Clone Laptop sehingga bisa bermain game PC.
Sedangkan, dikelas Alina seperti yang dijanjikan. Dia hanya membutuhkan satu jam untuk mengerjakan soal dan dalam waktu 45 menit. Alina memberikan jawabannya kepada Marcella, Alex dan beberapa murid yang lainnya yang satu sekelompok dengan mereka.
Teknik yang digunakan oleh Alina pun mengunakan teknik jam yang dimana menit menunjukan soal dan detik menunjukkan jawaban seperi yang dilakukannya pada menit pertama tangan kanan diam di meja. Lalu, saat detik menunjukan arah angka dua. Alina bergerak acak. Itu tanda bahwa soal pertama jawabannya B begitu pun seterusnya.
Sampai ujian benar-benar berakhir dan disaat itu juga hari sidang komite sekolah untuk kasus Juan.
Pada pagi itu, petugas keamanan datang untuk menjemput Juan. Tanpa ada perlawanan, Juan pun bersama petugas keamanan pergi ke ruang sidang yang tentu saja banyak murid yang melihat langkah Juan termasuk Alina dan teman-teman Juan lainnya.
Alina pun tersenyum kepada Juan namun, Juan melihat ada air matanya yang terjatuh di pipinya. Juan dari kejauhan memberikan senyuman dan anggukan kepala kepada Alina.
Alina yang melihat itu, dia pun mengusap air matanya dan memberikan senyum.
Beberapa saat kemudian, Juan pun berada di ruang sidang komite Sekolah dan rapat pun dimulai.
Juan mendengarkan berbagai ocehan yang menghina dirinya atau ocehan merusak reputasi sekolah maka dari itu, keputusan akhir nya Juan dikeluarkan dari sekolahnya. Awalnya,
Tae Woong dan Roman pun turut membantu merapihkan barang.
"Maaf, saya Juan. Saya tidak bisa melakukan apapun," ucap Tae Woong yang menundukkan kepalanya.
"Huaa ... Maaf, Juan. Saya sama sekali bukan orang yang berguna!" ucap Roman seraya menangis termehek-mehek.
"Tidak perlu meminta maaf. Ini bukan kesalahan kalian, ini adalah salah ku sendiri juga ... Tunggu sebentar!"
Seusai mengatakan itu, Juan pun mengambil sebuah flashdisk dan memberikan nya kepada Tae Woong.
"Tae Woong, ini AI Elixir. Aku berikan kepadamu. Tolong jaga tim Nexus!" Juan juga melihat kearah Roman, "Roman, tolong jaga!"
Tae Woong dan Roman pun mengangguk kepalanya.
__ADS_1
"Serahkan kepada kami!" ucap percaya diri roman.
"Saya akan menjaganya baik-baik," jawab Tae Woong yang juga menitihkan air matanya.
Sesudah itu, Juan berpelukan dengan Tae Woong dan Roman.
Tidak lama Juan pun pergi meninggalkan mereka.
Setibanya diluar asrama terlihat Alina sedang menunggu kehadiran Juan dengan wajah yang sedih.
Juan yang melihat itu, dia pun memberikan senyuman kepada Alina.
"Hei, Alina. Kenapa kamu menangis?" tanya Juan yang melihatnya dengan jarak yang dekat.
Alina pun mengedipkan dan mengusapkan matanya, "Aku tidak menangis hanya kelilipan saja." ucap Alina yang diakhiri dengan senyuman lebar.
Juan pun melihat kelangit, "Yaaa, aku pergi lebih cepat padahal banyak yang kulakukan bersama mu."
"Aku juga ada banyak hal yang ingin ku lakukan bersama mu," ucap Alina yang tersenyum lebar hingga kedua matanya tertutup.
"Kalau begitu, kita berjanji. Jika, kamu sudah lulus nanti jangan lupa mampir ke rumah ku. Aku akan membuatkan makanan enak untuk mu," ucap Juan.
"Janji?" ucap pelan Alina yang menundukan kepalanya. Dia pun teringat akan janjinya yang di langgarnya.
"Iya?" ucap Juan yang memberikan jari kelingking nya.
Alina pun menyadarkan lamunannya dan mengalihkan kepada Juan yang sedang memberikan jari kelingking nya.
Alina pun menerima jari kelingking itu dan Janji kelingking pun terjalin.
"Aku berjanji."
Juan dan Alina pun saling bertukar senyuman. Sesudah itu, Juan pun melanjutkan langkah melewati Alina.
Alina pun berbalik badan melihat langkah Juan yang meninggalkan sekolah.
__ADS_1
"Juan ..." ucap pelan Alina yang meneteskan air matanya kembali melihat kepergian Juan.
...# Extraordinary System #...