Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 119


__ADS_3

...Season 4: Bab 19. Negosiasi...


Alina dan Juan kini kembali melakukan aktifitasnya disekolah seperti biasa. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa namun, ditengah pelajaran. Juan dan Alina mendapatkan pesan dari bank mobile yang memberitahu bahwa ada pengiriman masuk sejumlah 1 juta USD ke masing-masing rekening dan langsung di rupiahkan menjadi 15 milliar rupiah.


Juan dan Alina yang melihat itu tersenyum senang dan pada hari itu juga Juan dan Alina mengajak Bu Anita ke atap sekolah yang mana tidak ada CCTV disana.


"Alina, Juan. Ada apa memanggil ibu ke sini?" tanya Bu Anita.


"Maaf, Bu. Saya menganggu ibu, kami ingin bertanya, Apakah ibu menjual soal dan jawabannya kepada Alex dan para murid Platinum?" tanya Alina.


"Itu ... " jawab ragu Bu Anita yang menundukkan kepalanya.


"Berikan aku alasan, anda menjual soal dan jawaban nya?!" ucap ketus Juan seraya menatap tajam.


Bu Anita yang melihat Juan dan Alina menghela nafas nya, "Uang! aku tidak seperti kalian yang hidup mewah, aku membutuhkan uang untuk membiayai kedua anak ku yang masih duduk dikelas sekolah dasar. Jika, kalian seorang singel parents pasti mengerti."


Juan yang mendengar itu ada perasaan sedikit bersalah yang mana pada masa lalu sebelum nya Juan telah membunuhnya namun, salah adalah salah apapun alasannya.


"Jika itu karena uang, sebutkan harga yang ibu Anita minta untuk menghentikan penjualan soal dan mengundurkan diri dari sekolah ini!" ucap ketus Juan.


"Hah? anak sekolah seperti kalian memang bisa membayar ku?!" ucap remeh Bu Anita.


Juan dan Alina tertawa kecil serta melihat satu sama lain. Lalu, tidak lama Juan dan Alina mengembalikan pandangannya


"Ibu yang meremehkan kami berdua," jawab Alina.


"Kalau begitu berikan aku 3 milliar rupiah. Maka aku akan meninggalkan sekolah ini," jawab nantang Bu Anita.


"Baiklah, aku akan langsung kirimkan tapi, jika Ibu tidak menempati janji maka aku akan membunuhmu," ucap dingin Juan dengan tatapan tajam.


Bu Anita yang melihat tatapan Juan pun menjadi ketakutan.


"Baik, aku akan menempati janji!" jawab paksa Bu Anita meski dibawah tekanan Juan.

__ADS_1


Mendengar itu, Alina sontak mengambil ponsel dan membuka bank mobile, "Bu Anita, sebutkan nomor rekening anda!" jawab ketus Alina.


Lalu, Bu Anita memberikan nomor rekeningnya dan Alina langsung mengirimkan 3 milliar rupiah dengan mudahnya di hadapan Bu Anita.


"Oke, done!" ucap Alina.


"Hah?" gumam kaget Bu Anita. Lalu, dia sontak membuka ponsel dan aplikasi bank mobile lalu, Bu Anita pun terkejut melihat rekening nya mengembung. "Siapa kalian sebenarnya?"


"Itu tidak penting. Jika, Bu Anita melakukan hal yang sama disekolah lain. Maka aku akan datang membunuh kedua anak ibu didepan mata ibu sendiri setelah itu, membunuh mu. Ibu mengerti?" ancam Juan.


"Iya, ibu mengerti," jawab Bu Anita yang merasakan hawa membunuh dari Juan dan membuatnya merinding.


Malam harinya, Juan dan Alina menyelinap keluar dan pergi ke Chamber dengan mengunakan Sling Portal dari Alina ke pintu masuk Imperium Tower. Yang mana, Alina dan Juan berpapasan dengan Tanya yang baru saja pulang dari kantornya dengan stelan blazer dan kacamata hitam serta tas kecil yang dibawanya.


Tanya pun sedikit terkejut namun, Saga sudah menceritakan tentang Juan dan Alina maka dari itu, Tanya tersenyum dan menghampiri Alina juga Juan.


"Mungkinkah, kalian sepasang penyihir yang membantu Chamber, Juan!" Tanya menunjuk kearah Juan lalu, beralih menunjuk kearah Alina, "Dan, Alina!"


"Iya, Nyonya Tanya," jawab Alina.


Tanya membuka kacamata hitam nya lalu, memberikan senyuman kearah Juan dan Alina.


"Oh, jadi kalian mengenaliku?!" ucap Tanya.


Alina dan Juan mengembalikan posisi lalu, melontarkan senyuman kepada Tanya.


"Ah, seperti suami ku belum pulang. Apakah kalian sudah makan malam?"


Alina menganggukkan kepalanya namun Juan mengelengkan kepalanya. Alina yang melihat Juan itu, dia pun mencubit pinggang nya.


"Wauh!" gumam Juan.


Tanya yang melihat itu membuat dirinya tersenyum. "Baiklah, ayo kita makan!" seru Tanya.

__ADS_1


Sesudah itu, Tanya mengajak Juan dan Alina ke restoran mewah milik nya yang ada di lantai rooftop.


Lalu, Juan dan Alina disuguhi oleh makanan Italia seperti lasagna, pizza dan spaghetti. Juan dan Alina dengan senang hati menerima nya dan menyantap nya dengan lahap.


"Makanlah sepuasnya, jika ingin nambah pesan saja. Gratis!" ucap Tanya.


"Benarkah, terimakasih. Nyonya Tanya memang malaikat," puji Alina.


Tanya tertawa kecil, "Kalian ini. Yasudah, aku kembali dulu ke apartemen dan anggaplah rumah sendiri."


Alina dengan semangat mengangguk kepalanya. Lalu, Tanya pun meninggalkan Juan dan Alina.


Beberapa saat kemudian, Saga datang bersama Raya dan mengajak Juan serta Alina untuk pergi ke Chamber.


Setibanya di Chamber, Juan dan Alina dikejutkan sebuah ruangan yang mana sebelumnya sangat tidak beraturan kini menjadi ruangan putih.


"Inikah ruang awal dungeon?" tanya Alina.


"Iya," Saga mengalihkan pandangannya ke arah Juan. "Juan, kamu berhasil dan sekarang Chamber milik mu!" ucap Saga.


Juan tersenyum dan mengangguk kepalanya.


Sesaat kemudian, Viki menyapa Juan.


[Selamat malam, master! Format factory telah selesai. Apa yang bisa saya bantu?]


"Viki, mari kita berubah dunia yang lebih maju!"


[Dimengerti!]


Juan, Saga, Alina dan Raya saling bertukar senyum.


...# Extraordinary System #...

__ADS_1


__ADS_2