
...Season 2 Bab 19. Golden City...
Kamurocho merupakan tempat malam di New Tokyo, Imperial Japan. Sedangkan, di New Indonesia, Metropolis Jakarta terdapat distrik malam juga yang bernama Golden City yang mana ditengah distrik itu memiliki gedung bertingkat 50 lantai, Imperium Tower.
Dan di gerbang masuk distrik berdiri Jin dan Alice.
"Disini kah tempatnya?" tanya Alice.
Saat Alice bertanya itu, Jin pun mengingat tentang perkataan Shin Maou yang mengatakan bahwa jika, Alice tidak menginginkan kursi presiden Dojima maka temui kakaknya, Dago Dojima yang juga dia tinggal di New Indonesian.
"Ya, menurut Oyabun, disini lah tempatnya!" jawab Jin. Lalu, dia melihat Alice, "Alice, apa kamu yakin tidak ingin membuat mewarisi kedudukan ayahmu?"
Dengan tapapan dingin, Alice melangkah dan menjawab nya, "Aku tidak tertarik dengan hal itu."
Langkah Alice pun terus maju dan meninggalkan Jin yang masih terdiam. Dia pun mengingatkan perkataan yang sama beberapa jam yang lalu.
Pada saat itu, Jin sedang melatih kemampuan menembak Alice dengan berbagai senjata bahkan teknik tembakan melengkung.
Sesudah menyelesaikan latihannya, Jin pun memutuskan untuk memberitahu misi yang sebenarnya.
"Alice, ada sesuatu yang harus kusampaikan," ucap Jin dengan nada yang serius.
Alice pun melihat kearah Jin, "Ada apa?"
Lalu, Jin dan Alice pun berbincang di ruang makan dan Jin pun memberikan sepucuk surat dari Goro Dojima, ayah kandung Alice dan dia pun membacanya namun, Alice berekspresi dingin.
"Dasar ayah yang tidak berguna! Jika, tidak ada surat wasiat ini maka, ibu ku tidak akan mati!" ucap dingin Alice yang meremas surat itu.
Jin yang melihat itu, dia pun memegang tangan Alice. "Tenanglah, Alice."
Ciel pun melaporkan sistem Ordinary.
[Lapor. Subjek 001 telah mengunakan unik Skill Refresh.]
"Terimakasih, Ciel," batin Jin saat melihat laporan itu.
Lalu, Jin yang melihat keraguan Alice. Dia pun menyambung percakapan nya.
"Alice, jika kamu tidak ingin menjadi pewaris ini maka bekerja sama lah dengan salah satu kakakmu dan Jika kamu mau maka, aku siap membantu mu."
Alice pun menaruh tangan nya diatas tangan Jin dan tersenyum kepada Jin.
__ADS_1
"Terimakasih, Jin."
Jin dan Alice pun saling bertukar senyum. Lalu, Alice pun memutuskan untuk bertemu dengan salah satu kakaknya yang secara kebetulan. Dia sedang ada di New Indonesian.
"Jin, kamu sedang melamun apa?!" seru Alice yang menyadarkan lamunannya.
"Oh, iya," jawab Jin dan dia pun menyusul Alice yang sudah berjarak beberapa langkah di depannya.
Alice dan Jin pun melangkah bersama-sama sambil melihat sekitar serta berbincang-bincang.
"Jadi, inikah kota malam. Aku baru pertama kali datang kesini dan aku tidak pernah terpikir untuk datang kesini dan kamu tahu Jin, distrik ini dikenal sebagai distrik penguras uang. Satu bulan gaji seseorang bisa habis dalam semalam saja," ucap Alice yang melihat sekelilingnya.
"Iya. Disini lebih luas dibandingkan dengan Kamurocho tapi lebih sepi," jawab Jin.
Sesaat kemudian ditengah jalan, mereka bertemu dengan seorang wanita Hostess yang sedang di kelilingi oleh beberapa preman yang mabuk.
"Lepaskan! Aku bukan plcur!" ucap wanita Hostess.
"Ayolah kita bersenang-senang di hotel! Hahahaha!" ucap pria yang memegang wanita Hostess.
"Lepaskan!"
Melihat peristiwa itu, Alice pun maju dan membantu wanita itu dengan mengambil tangan preman dan memukulnya hingga preman itu terjatuh ke tanah.
Wanita Hostess itu sontak berlari dan berlindung dibelakang antara Jin dan Alice.
"Wanita jlang!" seru kesal preman yang lain. Lalu, dia melesatkan pukulan kearah Alice namun, memukul dengan tapak kearah dada preman itu hingga dia terjatuh dan bergeram kesakitan.
Alice yang melihat itu, dia pun tersenyum dan mengangkat satu alisnya. Jin pun juga membalasnya dengan senyuman.
Preman yang satu nya lagi merasa tersudutkan maka dia pun mengambil pisau dan menyerang Alice.
Alice pun menyadari serangan itu, dia sontak menangkap tangan preman itu lalu, membantingnya.
Dan pertarungan pun usai.
Setelah itu, Jin dan Alice menghampiri wanita Hostess.
"Hei, kamu tidak apa-apa?" tanya Alice.
"Siapa mereka?" sambung Jin.
__ADS_1
"Terimakasih kepada kakak semua." hostess itu melihat kearah Alice, "Aku baik-baik saja dan .." Hostess itu mengalihkan pandangannya kearah Jin, "Mereka adalah para preman Dago Dojima yang mabuk dan telah melecehkan ku dengan mermas bagian tubuhku."
Alice yang mendengar itu, dia pun terkejut. "Dago Dojima?!" Alice pun melihat kearah Jin. Begitu pun Jin juga melihat Alice.
"Dimana dia sekarang?" tanya Jin.
"Dia masih di klub Hostess Hope, tempat ku bekerja," jawab Hostess.
"Bisakah bawa kami kesana!" seru Alice.
"Iya, Silahkan ikut dengan saya!" seru Hostess.
Sesudah itu Jin dan Alice mengikuti Hostess itu sampai di salah satu klub bernama Hope.
"Disini!" ucap Hostess.
"Baiklah, terimakasih. Kami akan kedalam," ucap Alice.
Hostess itu mengangguk kepalanya dan tersenyum. Lalu, Jin dan Alice pun masuk.
Setibanya didalam terlihat seorang pria seumuran dengan Jin sedang duduk minum bersama dengan beberapa Hostess dan para preman nya.
Melihat kerumunan itu, Jin dan Alice menghampiri nya.
"Lama tidak berjumpa, Dojima -san!" ucap Jin yang menganggukkan kepalanya.
Dojima yang sedang bersantai, dia pun menatap tajam Jin sedangkan, Alice sedikit kebingungan.
"Eh? jadi pria mesum ini, Kakak Ku!" ucap Alice.
Mendengar itu, tatapan Dago teralih pada Alice. Para preman yang duduk disana pun juga berdiri dan kesal.
"Apa yang kau katakan itu kepada Aniki? Ahh, wanita rendahan!" seru kesal preman.
"Jin, siapa dia?" tanya dingin Dago.
"Dia adik anda, Alice Dojima," jawab Jin.
"Pantas saja. Dia mirip dengan ibu kecil," ucap Dago.
"Apa katamu?" ucap Alice.
__ADS_1
Dago dan Alice pun saling menatap dengan tatapan tajam.
...# Extraordinary System #...