Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 43


__ADS_3

Hai, sahabat Juan semua. Terima kasih kepada teman-teman semua yang telah berpartisipasi dalam menentukan alur cerita Juan kedepan.


Dengan hasil vote:


B. Alur Mafia: 57 Poin


A. Alur Pengusaha: 18 poin


E. Alur detektif: 17 poin


D. Alur Guru: 5 poin.


C. Alur Agensi artis: 4 poin.


Dengan perolehan itu maka Alur Juan akan menjurus kepada Mafia yang mana kematian dan darah akan selalu ada.


Zhehahahah ....


Oke, sekali lagi terima kasih atas partisipasinya.


See ya ...


...Bab 43. Solusi Hatta Wijaya Kusuma....


Seluruh media saat ini dihebohkan oleh sosok peretas Phantom yang telah menyebarkan keburukan dari sekolah elite Utopia High school bahkan tidak butuh satu hari, Hacker Phantom sudah memiliki fanclub.


Tidak hanya disekolah, kantor kementerian pendidikan juga dihampiri wartawan dan media lainnya. Yang mana, Menteri pendidikan ialah ayah dari Bu Maya sendiri, Hatta Wijaya Kusuma.


Pada saat itu, Hatta sedang berada di mobil dan menerima telepon dari presiden langsung.


"Baik, Pak. Saya akan mengusut total sekolah saya sendiri."


"Jika tidak sampai terselesaikan maka tidak lebih dari 24 jam. Jabatan kamu saya copot!" seru president dari balik telepon.


"Saya mengerti, pak!"


Sesudah itu telepon pun terputus.


"Semua nya sudah diselidiki?" tanya Hatta kepada Seketaris nya.


"Sudah, pengirim berinisial phantom mengirim dokumen aslinya," ucap Seketaris yang menunjukan sebuah dokumen di iPad nya.

__ADS_1


"Jadi, begitu. Dia bukan orang sembarangan. Bagaimana dengan BPK( Badan Pemberantasan Korupsi)?" tanya Hatta.


"Belum ada gerakan," jawab Seketaris.


"Kalau, begitu kita harus lebih cepat!" seru Hatta.


"Baik, Pak!" jawab Seketaris.


Setelah itu, Hatta dan anak buahnya turun dari mobil dengan penjagaan ketata karena wartawan yang mengerumuni nya. Tanpa ada komentar Hatta pun terus melangkah ke dalam kantor.


Setibanya didalam, Alina pun menyerobot mendekati Hatta.


"Pak, Saya dari Utopia High school. Ada sesuatu yang saya ingin sampaikan?!" seru Alina meski langkah nya sudah terhenti oleh pengawal nya Hatta.


Hatta yang mendengar itu, dia pun memberikan kode untuk melepaskan Alina dari pegangan pengawalnya.


"Saya mengerti. Perkenalkan dirimu!" seru Hatta.


Alina pun dilepaskan oleh pengawal nya lalu, dia pun memperkenalkan dirinya.


"Saya Alina Neysa. Kelas 2-B High Elite Class." ucap perkenalan Alina seraya menundukkan kepalanya.


"Baiklah, kamu jelaskan di ruang saya!"


Alina pun ikut dengan Hatta kedalam ruangan menteri yang mana disana Alina menjelaskan semuanya.


"Lalu, apa kamu memiliki rencana untuk membantu bapak?" tanya Hatta.


"Ada," jawab tegas Alina.


"Jelaskan kepada ku!" sambung Hatta.


Alina pun menjelaskan perincian rencana nya dan hal itu, Hatta pun menyetujuinya.


"Satu batu kena dua burung. Baiklah, saya ikut rencana mu. Siswi Alina Neysa," ucap Hatta dengan tersenyum.


Hatta pun tidak bisa memikirkan rencana lainnya kecuali rencana dari Alina jika kamu tidak ada solusi, jabatan nya lah yang menjadi taruhau.


Siang harinya, Hatta pun mengunjungi sekolah nya dengan pengawalan yang ketat. Awak media yang berada di sekolah sontak menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Hatta. Selain awak media, Bu Maya serta para guru lainnya menghampiri Hatta.


"Pak Menteri, anda sudah datang." ucap Bu Maya.

__ADS_1


Hatta tidak merespon hanya batuk sengaja sambil merapihkan jas nya. Sesaat kemudian, Alina pun juga keluar dari salah satu mobil pengawal menteri yang mana membuat Bu Maya terkejut.


"Para teman media lainnya. Maksud kedatangan saya disini untuk menyelesaikan permasalahan disini maka dari itu, saya akan mengadakan konferensi pers saat ini juga!" ucap Hatta.


Bu Maya yang mendengar itu sontak mengambil tindakan persiapan untuk konferensi pers di auditorium sekolah.


Saat Alina melangkah ke dalam ruangan auditorium. Alina ditahan oleh Alex.


"Lin, apa yang kamu lakukan?" tanya Alex.


Alina pun menatap tajam Alex, "Aku melakukan apa yang harus kulakukan." jawab Alina yang melepas tangan Alex yang memegang dirinya. Lalu, Alina pun masuk ke ruangan.


Beberapa saat kemudian, konferensi pun diadakan yang mana Hatta menjelaskan beberapa poin penyelesaian diantaranya.


Dalam pidato Hatta, berita yang diluncurkan baik video dokumen atau pun video rekaman di lift merupakan Hoax editan dari peretas bernama Phantom. Hal itu sudah di buktikan di Kominfo. Maka dari itu, Hukuman siswa bernama Juan Prakoso ditarik dan diizinkan untuk sekolah lagi dan menempuh ujian susulan dan atas ketidaksanggupan dari kepala sekolah yang menangani permasalahan ini maka, mulai saat ini. Beliau dicabut dari cabatannya serta izin pengajarnya.


Itulah keputusan dari Hatta menteri pendidikan.


Alex pun menjadi geram kesal karena keputusan dari Pak Hatta tersebut.


Ditempat lain, Alina sedang berlari menghampiri rumah Juan yang mana saat itu, Juan sedang menyapu halaman.


"Juan!" sapa Alina.


Juan yang mendengar itu, dia pun menghentikan aktifitasnya dan menoleh kearah suara itu yang ternyata Alina sedang berdiri dan tersenyum.


"Lin?" jawab Juan.


Alina yang melihat Juan sudah melihat dirinya. Dia pun sontak berlari menghampiri Juan dan memeluknya.


"Juan, kita berhasil!" ucap Alina dipelukan Juan.


Juan terbujur kaku dan tidak mengerti maksud dari ucapan Alina itu namun, apapun itu Juan yakin itu merupakan kabar yang baik.


"Oh, iya. Terima kasih," jawab Juan yang menerima pelukan Alina dan memegang punggungnya.


Sesaat itu juga sistem mengirimkan sebuah pesan baru.


Kling!


[Anda telah mendapat skill: Pelukan Romantis.]

__ADS_1


Melihat itu, Juan tersenyum sendiri.


"Memang itu perlu ya," batin Juan.


__ADS_2