Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 49


__ADS_3

...Bab. 49 - Organisasi Ghost...


Setelah Juan berhasil membunuh Yagashi. Dia pun dikepung oleh polisi dan ditangkap. Sebenarnya, Juan bisa saja melarikan diri tapi jika Juan lakukan itu dirinya akan mempersulit kehidupan Rania, satu-satunya keluarga yang Juan miliki begitu juga Alina, Kepolisian pasti juga akan mempersulit kehidupannya maka dari itu, Juan lebih baik diam dipenjara lagi.


Namun, Juan tidak diantar ke penjara nusa Kambangan melainkan ke sebuah tempat yang dikelilingi oleh banyak tentara disana dan mobil pun berhenti di sebuah tempat seperti benteng dengan pintu baja.


Juan pun ditarik turun dengan pengawalan dari polisi dan beralih ke tentara. Saat melihat itu, Juan merasa seperti akan di eksekusi mati.


Setibanya didalam sebuah bunker, Juan pun dilucuti semua pakaiannya dan hanya diberikan celana pendek dan singlet saja. Lalu, Juan ditarik oleh dua tentara disamping kiri dan kanan juga tentara bersenjata berat dibelakang Juan. Sekalipun, Juan ingin melarikan diri. Dia akan di eksekusi saat itu juga.


Setelah berlajan beberapa langkah, Juan pun dipaksa duduk yang mana kursi itu penuh dengan kabel juga selang infus. Ada juga seorang pria yang mengenakan pakaian dokter dengan masker putih diwajahnya.


Juan yang sudah duduk, dia pun tersenyum lantaran Juan saat itu yakin bahwa dirinya akan dieksekusi mati.


Semua kabel dan infus sudah di tempelkan dan semua personil didalam ruangan juga sudah keluar.


Dibalik kaca yang ada dihadapannya Juan terdapat beberapa operator yang sedang memeriksa keadaan Juan baik fisik dan kesehatan nya juga seorang wanita berjas hitam sedang berdiri ditengah dengan melipatkan tangannya mengawasi Juan yang ada di ruangan itu.


Tidak lama kemudian, Pria paruh baya yang sebelumnya ada di penjara masuk kedalam ruangan itu. Dia sudah merapihkan dirinya dan mengunakan jas.


Kedatangan nya itu disambut berdiri dan memberikan hormat oleh semua orang diruangan itu.


"Fox, apa sudah siap?" tanya pria paruh baya kepada wanita yang berdiri ditengah.


"Sudah, ketua. Tinggal tunggu perintah anda!" ucap Fox yang menganggukan kepalanya.


"Lakukan sekarang!" perintah ketua.


"Baik!" jawab Fox dan lainnya.


Sesudah itu mereka pun melakukan sesuatu yang mana Juan pun disetrum dengan tegangan tinggi. Juan pun mengeram kesakitan namun, Sistem memberikan skill baru.


Kling!


[ Anda mendapatkan Anti sengatan.]


Didalam rasa sakit, Juan pun memaksakan diri untuk menekan gelembung dan berhasil.


Sistem: Apa yang bisa saya bantu?


"Aktifkan Skill Anti sengata," perintah dalam batin Juan.


Berlahan rasa sakit pun menghilang dan Juan pun berpura pura kesakitan. Lagi sistem memberikan skill.


Kling!


[Anda mendapatkan skill akting.]


Juan yang melihat itu sontak mengunakannya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, ketua itu menanyakan sesuatu.


"Siapa kamu?!" siapa yang memerintahkan kamu?!" tanya ketua.


Juan dalam akting pun menjawab nya, "Tidak ada. Aku bergerak sendiri."


Ketua itu pun melihat monitor, "Bagaimana?"


"Stabil dan tidak berbohong," ucap Operator yang membacakan hasil deteksi kebohongan.


Fox yang melihat itu, dia pun menaruh curiga.


"Terlalu tenang. Apakah dia bisa menahan sengatan itu?" ucap analisa Fox.


Ketua itu pun mengerut dahinya dan berpikiran yang sama. Lalu, dia pun memberikan perintah yang berbeda.


"Berganti ke KCL (obat untuk menyengat saraf)!" seru ketua.


Sengatan pun dihentikan dan dokter pun masuk lalu menyuntikan sesuatu di infus Juan. Hal itu membuat Juan geram kesakitan dan rasa sakit itu lebih kuat dibandingkan sengatan listrik sebelumnya.


Hal itu sistem pun menambahkan skill kepada Juan.


Kling!


[ Anda mendapatkan skill Anti kcl.]


Sistem pun tidak berhenti di situ, dia pun mengirimkan pesan baru.


Kling!


Juan yang melihat itu, dia pun mengunakan nya dan ketua bertanya hal yang sama.


"Siapa kamu?! Siapa yang menyuruhmu?!" tanya ketua.


"Tidak ada, aku melakukan sendiri untuk membalas perbuatannya membunuh keluargaku," ucap Juan sambir berakting kesakitan.


Ketua pun menghela nafas panjang, "Sepertinya dia cocok." Ketua itu melihat semua orang yang ada di sana, "Bagaimana menurut kalian?"


Fox pun melihat kearah monitor, "Dia monster. Bagaimana bisa dia masih memiliki mental setenang ini."


"Selama monster itu bisa kita didik maka, suatu hari nanti dia akan berguna," ucap ketua.


"Saya mengerti," jawab Fox.


Sesudah itu, Ketua memberikan perintah untuk membawa Juan ke ruangan berbeda yang mana ruangan itu seperti ruangan introgasi dengan kursi dan meja yang kecil serta dia tinggal seorang diri disana.


Tidak lama kemudian, ketua dan wanita bernama Fox mendatangi ruangan tempat Juan berada.


Juan pun melihat kedua orang itu dan tersenyum.

__ADS_1


"Pak tua ternyata anda pemimpin di tempat ini."


Ketua itu pun tersenyum dan duduk dihadapan Juan. "Aku senang, kamu bisa mengenaliku."


"Aku tidak akan pernah lupa dengan apa yang kulihat," jawab bangga Juan.


"Perkenalkan aku Sloan dan ini ..." Sloan memperkenalkan wanita disampingnya. "Dia Fox."


"Salam kenal," sapa Fox.


Juan tersenyum kecil dan mengangguk kepalanya.


"Lalu, ini dimana?" tanya Juan.


"Aku seorang Caster, pencari sosok agen berbakat dan kami menyebutnya Organisasi Ghost," ucap Sloan.


"Ghost?"


"Seseorang yang dianggap mati namun masih hidup," jawab Fox.


"Lalu, apa tujuan kalian membawaku kesini untuk membunuh ku karena telah membunuh Yagashi Hirano," jawab Juan.


"Tidak, malah kami berterimakasih kepadamu telah mengurangi hama di negara ini," jawab Juan.


Juan pun tersenyum kecil, "Lalu, apa yang kamu inginkan dariku?"


Sloan pun meminta dokumen kepada penjaga yang ada disampingnya lalu, menujukan sesuatu kepada Juan.


"Aku akan memberikan dua pilihan pertama, Kamu akan kembali ke penjara Nusa Kambangan dengan resiko nyawamu dan orang-orang terdekat mu akan diincar oleh Yakuza Lima naga hitam atau Kamu mati dan perputaran balas dendam usai," jawab Sloan.


"Jadi, aku akan di eksekusi mati?" tanya Juan.


"Seperti yang ku katakan sebelumnya, kami tidak akan membunuhmu melainkan membunuh identitas mu sebagai Juan Prakoso," sambung Fox.


"Lalu, apa untungnya bagi kalian?" tanya balik Juan.


"Ini bukan untuk kami melainkan untuk negara, Jika, kamu setuju maka kamu akan menyamar dan masuk ke Organisasi Yakuza Lima naga hitam," jawab Sloan.


"Undercover kah?"


"Yakuza Lima naga hitam adalah organisasi yang menguasai seluruh daratan Imperial Japan baik dalam bisnis dan politik namun, disisi lain mereka penjual obat terlarang yang tersebar di seluruh negeri New Indonesian ini," ucap Sloan.


"Kami sudah puluhan tahun ingin menghancurkan organisasi mereka namun, Ghost yang kami kirim hanya berakhir dengan kematian," sambung Fox.


"Juan, apa pilihan mu? tanya Sloan.


Juan pun menutup matanya dan berpikir secara matang dan tidak lama, dia membuka mata serta menghela nafasnya.


"Kalian memang kejam, itu bukanlah pilihan melainkan sebuah perintah untuk misi bunuh diri. Tapi, selama kalian menjamin keselamatan Rania dan Alina maka, aku akan menjalankan misi ini," ucap tegas Juan.

__ADS_1


"Aku mengerti. Rania dan Alina akan kami lindungi," jawab Sloan.


Sesudah itu, Juan pun menandatangani dokumen yang ada diatas meja. Sebuah dokumen kerahasiaan negara dan sesudah itu, Organisasi Ghost membuat sketsa drama kematian Juan.


__ADS_2