
...Season 2 Bab 30. Pengkhianatan...
Jin dan Alice terkejut melihat markas besar Ryu Go Kuro yang seharusnya sedang mengadakan upacara pemakaman Goro Dojima kini banyak anggota Yakuza yang terkapar di halaman depan markas utama.
Alice yang melihat itu sontak menghampiri salah satu anggota Yakuza yang terkapar, "Apa yang terjadi?"
"Keluarga Maou berkhianat!" ucap pelan Yakuza yang meringis kesakitan.
Jin pun terkejut mendengar itu, "Apa?!" Lalu, Jin berlari kedalam ruangan.
Alice yang melihat itu sontak dia pun menyusul Jin.
Setibanya di dalam, Jin langsung disuguhi oleh para Yakuza Maou.
"Jin -san, maaf," ucap salah satu Yakuza yang memasang kuda-kuda nya.
"Kenapa kalian melakukan ini?" jawab Jin.
Para Yakuza Maou tidak menjawab dan langsung menodongkan pistol kepada Jin lalu, melesatkan nya secara bersamaan.
Melihat itu, Jin pun sontak memerintahkan Ciel.
"Ciel, Aktifkan Extraordinary Phalanx Type one. Shield!"
Sesaat kemudian, Jin di kelilingi oleh tembok transparan dan menahan semua peluru yang datang.
Dor! Dor! Dor!
Tembakan terus dilesatkan, mereka tidak peduli dan tetap menebak meski Jin bisa menahan nya dengan perisai tidak terlihat.
Alice pun datang namun saat melihat pertarungan Jin. Dia mundur dan melihat pertarungan Jin.
Sambil menahan peluru yang datang, Jin melihat kearah para anggota Maou.
"Aku masih menganggap kalian keluarga. Apakah kalian tidak menyerah?" ucap Jin.
"Urusei! tembak!" seru salah satu Yakuza.
Para Yakuza tidak mempedulikan ucapan Jin dan terus menembak.
"Baiklah, Jika itu keinginan kalian!" jawab ketus Jin.
Beberapa saat kemudian, para Yakuza kehabisan peluru lalu, Jin pun memerintahkan Ciel kembali.
"Ciel, Aktifkan Extraordinary Phalanx Type two - Reflection Archer!"
Seusai mengucapkan itu, Jin menyentuh perisai transparan dan menarik nya layaknya menarik anak panah. Setelah itu, Jin melepaskan tarikan nya yang membuat pelurunya yang menempel pada perisai berbalik arah dan menyerang para Yakuza hingga seperi Machine gun.
Serangan itu tentu membuat semua Yakuza disana terkapar dilantai. Alice yang melihat pertarungan telah usai, dia menghampiri Jin.
"Jin, kamu baik-baik saja?" tanya khawatir Alice.
"Ha, iya. Aku baik-baik saja," jawab Jin.
"Aku baru lihat sihir itu?"
"Aku juga baru mengembangkan nya," jawab santai Jin.
"Eh, luar biasa keren!" puji Alice.
__ADS_1
Sesaat Jin pun mengingatkan akan kemampuan baru nya itu yang berkategori kan Extraordinary fitur. Sedangkan, Extraordinary Phalanx sendiri merupakan mengabung antara gabungan fitur [Phalanx], [Fusion], [Dimension Home] dan ditambah skill [Program].
Hal ini dilakukan oleh Jin lantaran pertarungan nya melawan Task Master sebelumnya yang berakhir seimbang. Maka dari itu, Jin memutuskan untuk lebih kuat apalagi Jin memiliki Extraordinary System.
Sesaat kemudian, Jin tersadar dari lamunannya saat mendengar perkataan para Yakuza yang terkapar di lantai.
"Seperti yang diduga, Shateigashira Jin memang bukan orang biasa," ucap salah satu Yakuza yang mengeram kesakitan.
"Shateigashira, tolong hentikan perang ini!" ucap Yakuza yang lain yang juga terkapar dan mengeram kesakitan dilantai.
Jin pun mengangguk kepalanya kepada mereka dan kepada Alice. Sesudah itu, Jin dan Alice pergi ke ruang utama yang mana tempat pertemuan para eksekutif.
Lalu setibanya disana, Jin melihat pemandangan yang tidak mengenakkan yang mana banyak eksekutif Yakuza terkapar dilantai dengan bercucuran darah dan melihat Shinichi sedang menusuk Yuri.
Selain itu, Jin juga melihat Dago dan Shin Maou sedang diikat dan di kepung serta di todongkan pistol oleh mafia Track Suit.
"Kisama! apa yang sedang kamu lakukan?!" seru Jin.
Alice pun menyusul langkah Jin dan terkejut hingga menutup mulutnya saat melihat pembantaian di hadapan nya, "Apa yang terjadi disini?"
Shinichi yang mendengar itu, dia pun mengangkat pedang katana nya dan meletakkan nya di bahu kanannya lalu, melihat kearah Jin.
"Yo, Jin!" sapa Shinichi yang tersenyum lebar dengan percikan darah di wajahnya.
"Shinichi -Aniki, Kenapa kamu memberontak?" ucap Jin.
"Aku memberontak? ... Tidak, aku ingin cepat mengakhiri peperangan ini dan aku ingin membantu Teo Dojima -sama untuk merubah Ryu Go Kuro menjadi lebih baik dan lebih berkuasa," ucap Shinichi.
"Apa?"
Shinichi berjalan pelan menghampiri Jin, "Aku beritahu sesuatu yang menarik. Teo Dojima tidak hanya mengerakan ku ke sini saja tapi para pembunuh Dojima -sama juga sudah mengirimkan semua eksekutor nya untuk membunuh semua eksekutif yang mendukung Dago ataupun Alice!" ucap tajam Shinichi.
Disaat yang bersama ditempat berbeda, para eksekutif yang sedang berada di lift Kamurocho Imperium Tower. Mereka dikejutkan dengan para Yakuza yang sedang menodongkan pistol saat pintu lift terbuka.
Dor! Dor! Dor!
Ada juga salah satu eksekutif yang baru keluar dari kantor nya ingin pergi ke markas namun sesaat dirinya masuk mobil. Tiba-tiba mobil itu meledak dan membunuh dirinya.
Ditempat yang lain, ratusan Yakuza mendatangi Kamurocho yang membuat warga khawatir dan menutup pertokoan. Para Yakuza itu pun dipimpin oleh Teo.
".... Dan, aku kesini untuk membawa Dago dan Alice kehadapan Teo -sama untuk dieksekusi tempat di atap Kamurocho Imperium Tower," ucap Shinichi yang mengakhiri ucapannya.
Jin yang mendengar itu, dia pun maju selangkah, "Jika kamu ingin melakukan itu, LANGKAHI DULU MAYAT KU!" ucap Jin yang menatap tajam Shinichi.
"Itu yang akan aku lakukan!" ucap Shinichi dan memasang kuda-kuda pedangnya.
Dan pertarungan pun dimulai ...
Sesaat kemudian, Shinichi berlari kearah Jin dan mengayunkan pedang nya lurus kedepan. Jin pun tidak menghindari dan dia juga mencoba kekuatan skill baru nya.
"Ciel. Aktifkan Extraordinary Phalanx Type Three. Reflection Gate!"
Dinding bulat tranparan pun muncul dihadapan Jin.
Shinichi yang melihat itu, dia pun tetap melancarkan serangannya. Namun, saat pedang katana nya menyentuh lingkaran tranparan, pedang itu masuk tengelam kedalam lingkaran lalu, ujung pedang keluar disisi samping pedang yang ditusukkan nya hingga membuat pedang yang diayunkan oleh Shinichi mengenai perutnya sendiri.
Shinichi pun geram kesakitan, "Apa yang kamu lakuka?!"
"Just Trick magic!"
__ADS_1
Sesudah mengatakan itu, Jin melesatkan pukulan keras kearah Shinichi hingga dia terjatuh di lantai dan Jin menonaktifkan skillnya.
Melihat pertarungan Jin dan Shinichi membuat para penjaga yang mengepung Dago dan Shin Maou lengah. Hal itu membuat Alice mengambil kesempatan itu.
Alice pun menyerang para penjaga itu dan membebaskan Dago, Shin Maou juga eksekutif lainnya.
"Kak Dago, Paman Shin Maou. Kalian baik-baik saja?" tanya Alice seraya melepaskan ikatan tali mereka.
"Iya, Nona," jawab Shin Maou.
"Oo ... Aku baik-baik saja, Alice!" sambung Dago.
Sesudah itu Dago dan Shin Maou menghampiri Yuri Dojima dan memeriksa keadaan nya.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Alice.
"Luka nya tidak dalam," jawab Dago.
"Syukurlah, Kak Dago! Cepat bawa ke rumah sakit!" seru Alice.
Dago pun mengendong Yuri dan membawa nya pergi dengan pengawalan para eksekutif sedangkan Shin Malu masih berada disana.
Shinichi yang melihat itu, dia pun mengumpulkan tenaga nya dan berdiri kembali.
"Seperti nya aku telah meremehkan kalian," ucap Shinichi sambil mengusap bibirnya yang berdarah.
"Pengkhianatan mu pantas dihukum mati!" seru kesal Shin Maou.
"Hehehe ... Bunuh saja aku!" ucap nantang Shinichi.
"Alice Dojima -san, apa keputusan mu?" tanya Jin.
"Aku?" ucap Alice yang menunjukan jarinya kearah dirinya sendiri.
Jin dan Shin Maou melihat kearah Alice. Lalu, Alice pun menghela nafasnya panjang.
"Ahuffuu ... baiklah. Bunuh dia sebagai contoh akibat berkhianat di Ryu Go Kuro!" jawab Alice.
"Baik," jawab Jin.
Jin mengambil pistol kedap udara dari fitur [Gudang] lalu, menodongkan nya kearah Shinichi.
Shinichi pun menutup mata membentangkan kedua tangannya dan menadah keatas.
"Ryu Go Kuro, BANZAI!" teriak Shinichi.
Ciung!
Jin melesatkan tembakan tepat di kepala Shinichi.
Shinichi pun jatuh dan tidak bernyawa lagi.
Shin Maou yang melihat itu hanya berdiam seribu bahasa.
Sesudah itu, Alice membalikan badan dan berjalan keluar.
"Jin, ayo!"
"Baik," jawab Jin.
__ADS_1
Sesudah itu, Jin menyusul langkah Alice begitu juga Shin Maou yang menyusul tidak lama kemudian.
...# Extraordinary System #...