Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary System Bab 39


__ADS_3

...Bab 39. Jebakan...


Minggu ujian akhir pun yang mana pemegang poin tertinggi selama beberapa bulan ialah Juan dengan poin 14.350, dibawahnya Alina dengan poin 14.200, Alex dengan poin 10.100 juga Marcella dengan poin 9.560. Semua poin itu ditampilkan pada papan digital.


Marcella yang melihat peringkat itu sontak terkejut, "Apa Sembilan ribu? Sial! Jika begini terus, ayah dan ibu ku akan marah," gumam Marcella.


Alex yang mendengar itu, "Ini semua karena Juan," potong Alex.


Marcella pun menengok kearah Alex, "Juan, apa maksudmu?"


"Sejak Lin berkenalan dengan Juan. Dia tidak pernah berkumpul sama kita, bukan! Lebih dari itu, dia bahkan tidak memerlukan uang lagi hingga Lin tidak mau berbisnis dengan kita," ucap Alex.


"Ahufuu ... benar. Sejak Bu Anita mengundurkan diri dan meninggalkan dunia. Kita tidak bisa mendapatkan nilai tinggi lagi bahkan Alina tidak ingin membantu," jawab Marcella.


"Cobalah kamu bujuk kembali Alina dan aku akan membujuk Juan!" ucap Alex.


"Baiklah, aku akan mencobanya," ucap Marcella.


Malam harinya, Marcella menghampiri Alina yang sedang belajar dengan penuh rasa keraguan.


"Lin, bisa bicara sebentar?"


Alina menghela nafas dan menaruh pulpen. Lalu, menoleh melihat Marcella.


"Ada apa?"


Marcella yang respon dari Aline itu, dia pun mengambil kursi dan duduk disampingnya Lalu, memegang tangan Alina.


"Lin, bisakah aku membeli jawaban ujian mu nanti? Please!"


Alina melepaskan tangannya dari genggaman Marcella.


"Aku sudah katakan bukan beberapa saat yang lalu, Aku sudah berhenti menjual jawaban ku."


"Lin, aku akan bayar dua kali lipat. Tidak, tiga kali lipat. Aku mohon bantuanmu!" ucap Marcella sampai menitihkan air matanya.


Alina pun menghela nafas panjang, "Maafkan aku, Marcella," jawab Alina sambil tersenyum lalu, dia kembali mengambil pulpennya.

__ADS_1


Marcella pun mengusap air mata nya.


"Lin, jika kamu tidak mau membantu mungkin Juan akan dalam bahaya," ancam Marcella.


Alina menoleh kembali melihat Marcella dan menatap tajam, "Apa maksudmu?!"


Marcella tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya. Sesaat kemudian, Alina melihat ponsel Marcella yang menyala dan melakukan panggilan dengan Alex.


Sontak Alina pun mengambil ponsel Marcella dan meski, Marcella mencoba untuk menolaknya namun, Alina lebih cepat dan menerima panggilan Alex tersebut.


"Alex, apa yang sedang kamu lakukan?!" tanya Alina.


Alex pun menjawab nya dan panggilan pun terputus. Hal itu membuat Alina panik dan beranjak dari kursi meninggalkan kamarnya.


"Lin!" seru Marcella yang ingin menghentikan


Ditempat yang berbeda, Juan sedang makan malam bersama Tae Woong dan Roman. Tiba-tiba beberapa siswa yang berada di kelas biasa menghampiri Juan dan mengepung nya.


Salah satu dari mereka, menyuruh Tae Woong dan Roman menjauhi Juan dengan nada yang kasar.


"Yoi, Lu Phantom, Ya!" teriak salah satu siswa kepada Juan.


Siswa yang menantang Juan pun merasa kesal hingga dia melemparkan makanan Juan yang ke lantai. Juan pun masih belum marah dan masih terdiam lalu, Juan pun dijambak oleh siswa yang mengancamnya.


"Oi, apa lu tuli atau apa, Aaa!" teriak siswa yang menjambak Juan.


"Apa urusanmu denganku? juga aku tidak mengenal siapa itu phantom," jawab santai Juan.


"Njing! gak mau ngaku, Lu!" siswa itu dari menjambak Juan beralih ke memegang kerah baju jaket Juan dan ingin melemparnya namun, Juan tidak tinggal diam dengan memegang satu tangan siswa itu untuk menahan lemparan nya.


"Emang itu bukan aku," ucap santai Juan namun, menatap tajam siswa itu.


"Bjingan!" siswa itu pun kesal dan melesatkan pukulan dengan tangan yang dipegang oleh Juan.


Juan menyadari serangan itu dan memukul dagu siswa itu lebih cepat daripada siswa itu. Dia pun sontak terjatuh ke lantai dan terbentur kursi di kursi belakang nya.


Beberapa temannya pun terkejut dan mereka pun sontak melanjutkan serangan kepada Juan. Disaat Juan melihat serangan dari belakang, dia pun melesatkan tendangan yang membuat siswa itu juga terjatuh ke tanah karena serangan itu juga sistem memberikan pesan.

__ADS_1


Kling!


[ Anda telah mendapat Skill Bela diri: Taekwondo.]


Juan pun tersenyum dan sontak menekan gelembung.


"Sistem! aktifkan skill Bela diri Taekwondo dan Tinju!" batin Juan.


Sesudah itu Juan dengan beberapa siswa disana saling jual beli serangan meski Juan kalah jumlah namun teknik bela dirinya sudah berada di tingkat master ditambah kemampuan fisik Juan yang meningkat membuat Juan dengan mudah menangkis serangan-serangan para siswa berandal dan melakukan serangan balik.


Sesaat Juan berhasil menjatuhkan semua siswa berandal, dia mendengar suara Bu Maya.


"Juan Prakoso, berhenti! apa yang sedang kamu lakukan?!" teriak Bu Maya.


Juan pun tidak menjawab nya dan menoleh ke arah Bu Maya yang mana dirinya terkejut melihat Alex yang tersenyum lebar disamping Bu Maya.


Saat melihat Bu Maya, semua murid yang terjatuh berpura-pura bahwa mereka kesakitan yang parah. Bu Maya pun terperdaya oleh geraman kesakitan para siswa tersebut.


"Juan, ikut Bu ke kantor! Alex, bantu mereka!" seru Bu Maya yang dengan kesal nya membalikan badan dan pergi.


"Baik," jawab tegas Alex.


"Baik, Bu," jawab Juan.


Juan pun yang melihat keadaan dirinya, dia menyadari bahwa dirinya terjebak dalam perangkap. Hal itu membuat Juan tersenyum sambil melangkah mengikuti Bu Maya.


Tae Woong dan Roman hanya bisa terdiam meski mereka ingin membantu namun, mereka menyadari kemampuan nya sehingga tidak bisa berbuat apa-apa.


"Juan," gumam Tae Woong yang melihat kepergian Juan begitu pun Roman.


Setibanya di luar sebuah murid wanita ikut keluar melihat apa yang terjadi. Yang mana salah satu nya, Alina dan Haruka.


Alina tahu bahwa itu jebakan dari Alex maka, dia pun menghampiri Juan dan berbisik.


"Juan, tenang saja. Aku akan membantumu," bisik Alina.


Juan tersenyum seraya menatap Alina. " Terimakasih, Alina." jawab santai Juan.

__ADS_1


Juan pun menepuk pelan bahu Alina lalu, melanjutkan langkah mengikuti Bu Maya.


Alina pun terus memandangi Juan dari belakang dengan ekspresi empati.


__ADS_2