Extraordinary System

Extraordinary System
Extraordinary system Bab 50


__ADS_3

...Bab 50. Kesedihan sebagai Awal...


Kesepakatan pun dibuat, Juan pun dinyatakan meninggal dunia saat melakukan penangkapan di rumah Yagashi Hirano.


Tentu hal itu membuat Rania, Alina dan teman-teman nya bersedih dan duka mendalam yang dirasakan oleh mereka saat menghadiri serta mengikuti acara pemakaman Juan yang ditempatkan di pemakaman umum bersebelahan dengan kedua adiknya dan paman serta tantenya.


Dari kejauhan terlihat sedang memperhatikan pemakaman dirinya sendiri dari kejauhan. Dia pun bisa melihat tangisan keras Alina didepan makam Juan.


"Maafkan aku. Alina!" gumam pelan Juan.


Tak lama kemudian, Alina pun pingsan. Juan pun dengan refleks ingin menghampiri Alina namun, Fox memegang Juan dan mengelengkan kepalanya. Juan pun menoleh kearah Fox dengan menitihkan air matanya.


Selain Alina, Rania pun juga menangis bahkan memaki-maki Juan lantaran dia ditinggal sendirian serta meninggalkan seorang kekasih yang baru saja menyatakan perasaannya.


"Juan, sudah waktunya!" seru Fox yang melihat jam tangannya.


Juan pun mengangguk kepalanya dan dengan berat hati Juan pun pergi dari pemakaman tersebut.


Setelah dari Makam, Juan pun pergi diantar oleh fox ke sebuah percetakan yang cukup besar yang mana terlihat Sloan sedang mengarah seluruh karyawan nya.


Sesaat Sloan melihat Juan, dia pun menyambutnya.


"Juan, selamat datang di percetakan harapan!"


"Jadi, disinikah pusat organisasi Ghost?"


Sloan pun mengajak Juan ke sebuah ruangan disana, "Mungkin iya, mungkin tidak tapi yang jelas mereka semua pembunuh sama seperti mu. Mari ikut denganku!"


Juan pun diajak oleh Juan ke ruangan kantor administrasi. "Disinilah tempat semua misi klien arsipkan," ucap Sloan.


"Dari negara kah?" tanya Juan.


"Tidak juga secara kebetulan misi mu lah yang dari negara." Sloan pun mengajak pergi Juan lagi ke ruangan yang berbeda, "Tidak semua misi dari negara terkadang misi itu berasal dari pihak swasta seperti menutup skandal, mencari kambing hitam dan sebagainya yang dibutuhkan," ucap Sloan sambil berjalan.


Mendengar itu, Juan pun menghentikan langkahnya.


"Tunggu! bukan, anda bilang misi penyamaran di Yakuza Lima naga hitam itu dari negara?" ucap bingung Juan.


"Memang, klien nya menteri pertahanan sendiri. Joseph Bowo," ucap Sloan.


Lalu, Juan dan Sloan pergi memasuki lift dan turun ke lantai Basement 10 yang mana Juan melihat lantai itu merupakan lantai latihan yang dimana Juan melatiha ruangan lantai tembak, berlatih senjata tajam seperti pisau dan pedang serta pelatihan fisik.

__ADS_1


Dan, Juan sendiri diantarkan oleh seseorang yang berbadan besar dan berkepala botak.


"Bullet, perkenalkan dia Juan!" ucap Sloan yang memperkenalkan Juan.


Bullet pun melihat kearah Juan dan memberikan tangannya, "Bullet!"


"Juan!" ucap Juan yang menerima tangan Bullet.


"Nama mu masih normal?" tanya Juan.


Juan pun terdiam lantaran tidak mengerti dengan maksud perkataannya. "Apa maksud anda?"


"Dia calon ghost di Yakuza Lima naga hitam maka dari itu, Bullet. Aku minta tolong untuk kamu menjadi mentor dan melatihnya selama satu tahun," potong Sloan.


Juan pun tahu akan pelatihan itu sewaktu dirinya mentandatangani dokumen dan Sloan menjelaskan bahwa Juan akan dilatih selama satu tahun.


Bullet pun menghela nafasnya, "Juan, kuberitahu misi itu sudah ada 15 ghost yang mati. Apakah kamu masih ingin? Jika kamu ragu. Sekarang belum lah terlambat!" ucap Bullet.


Juan pun tersenyum dan menjawab dengan santai, "Aku sudah memilih ini jadi kenapa tidak dicoba?"


Bullet dan Sloan pun saling bertukar senyum.


"Oke, kita mulai hari ini! Key!" seru Bullet.


"Itu namamu sekarang. Kamu mengerti?!" ucap tegas bullet.


"Baik," jawab Juan.


Juan pun telah berganti nama menjadi Key dan identitas Juan Prakoso sudah meninggal dunia di catatan negara.


Lalu, pelatihan Key pun dimulai ...


...# Extraordinary system #...


Ditempat yang berbeda, Alina terus melamun dikamarnya. Ibunya mencoba berkali-kali mengetukan pintu untuk memberikan makanan namun, tidak dibukanya. Sekalipun makanan dari di depan pintu, Alina sama sekali tidak makan ataupun minum.


Dikamar Alina menyandarkan badannya diujung tempat tidurnya. Tatapan kosong dengan lamunan saat hari-hari bersama Juan.


Tidak lama kemudian, kertas dan brosur audisi MJKT48 terjatuh dari meja nya. Saat itu, Alina pun terkejut dan pandangan teralih pada brosur yang jatuh tersebut.


Saat itulah, Alina teringat saat pergi bersama Juan ke taman kota. Juan pun bertanya sesuatu kepada Alina.

__ADS_1


"Lin, mimpi mu apa?" tanya Juan.


"Aku ingin menjadi artis terkenal lalu, menjadi produser dan membuat agensi entertainment ku sendiri," ucap Alina.


Juan pun melihat dengan seksama Alina dan mengangguk kepalanya.


"Ada apa dengan tatapan mu itu?" tegur Alina.


"Kamu cocok jadi artis, cantik, pintar dan berbadan tinggi. Jika itu tercapai maka izinkan aku saat ini menjadi penggemar pertama mu. Hehehe.." jawab Juan.


"Kalau begitu, dimana aku harus tanda tangan?" tanya Alina.


"Tunggu!" Juan pun mengambil dompet dan mengeluarkan foto saat Juan dan Alina di Festival game indie. "Disini!"


"Baiklah," Alina pun mengambil pulpen dari tas kecilnya dan mentandatangani foto tersebut. "Sudah."


"Horee, berarti sekarang aku resmi menjadi penggemar mu," ucap Juan.


"Yups, Senang bertemu dengan mu."


Juan dan Alina pun saling bertukar senyum dan tawa kecil. Ingatan itu membuat Alina yang termenung sedih menjadi tersenyum.


"Baiklah, Aku tidak boleh mengecewakan penggemar pertama ku!"


Alina pun beranjak kasur dan mengambil brosur itu lalu, keluar dari kamar dan memeluk ibunya yang saat itu sedang memasak. Ibunya tidak ingin bertanya apapun, dia pun cukup bersyukur bahwa putrinya sudah tidak mengurung diri lagi.


Beberapa hari kemudian, Alina pun mengikuti Audisi MJKT48.


...# Extraordinary system #...


Ditempat yang berbeda, Rania dengan mengunakan ransel pergi ke akademi kepolisian yang mana dia juga memegang formulir pendaftaran untuk masuk ke Akademi kepolisian.


Rania pun berhenti di pintu masuk dan melihat keatas.


"Ayah, Ibu, Andi, Juan, Yuri dan Yuda. Bimbinglah aku!"


Seusai bergumam itu, Rania pun masuk kedalam ruangan.


...# Extraordinary system#...


Ditempat yang lain juga, Tae Woong, Haruka dan Roman sedang bertemu dan rapat di perusahaan game Megaxus untuk membahas kerja sama mereka di project game terbaru nya MMORPG Perfect Dream Online.

__ADS_1


...# Extraordinary system #...


...# Season 1- Selesai #...


__ADS_2