
...Season 4: Bab 13. Weekend pertama...
Di Utopia High School memiliki peraturan yang mana setiap akhir pekan para murid diizinkan untuk pulang atau mengikuti kegiatan klub untuk menambahan nilai.
Awalnya Juan dan Alina ingin langsung masuk ke klub game namun, kecerobohan Juan membuat Alina melarang Juan untuk masuk klub dan harus menyelesaikan permasalahannya di sekolah Utopia High School.
Maka dari itu, Juan dan Alina memutuskan untuk pulang namun, mereka tidak pulang melainkan pergi ke suatu tempat.
Sesaat pergi, Juan dan Alina pergi ke sudut sebuah gedung lalu, disana Juan merapalkan Sistem nya.
"Ciel, aktifkan Delta 6 - Gate!"
Lingkaran gerbang pun muncul dihadapan Juan dan Alina.
"Ayo!" seru Alina yang mengandeng Juan.
"Hah, iya." jawab Juan dan merelakan dirinya digandeng.
Juan dan Alina memasuki lingkaran gate yang mana dalam sekejap mereka tiba di ruang president markas besar Ryu Go Kuro.
Setibanya disana, Juan dan Alina disuguhi oleh todongan pistol dari seseorang pria berbadan besar yang mengenakan jas mewah.
"Siapa kalian?" seru pria besar itu.
Alina dan Juan yang melihat itu, dia pun melepaskan tangan mereka dan mengangkat kedua tangan nya.
"Tuan, apakah anda Goro Dojima?" tanya Alina.
"Siapa kamu?!" tanya dingin Goro.
Juan memotong pembicaraan, "Wanita ini Nona Alice Dojima, Putri dari Nyonya Joana Dojima."
Goro tidak percaya dengan perkataan Juan, "Omong kosong apa yang kalian bicarakan?"
Alina pun menjelaskan keberadaan dirinya tentang kejadian masa lalu yang menimpah dirinya dan Ibu kandung nya. Seraya berjalan pelan mendekati Goro.
Cerita itu didapatkan dari ingatan masa lalu sebelum nya. Lalu, Alina menunjukkan tanda lahir berupa goresan di bahu kanan nya. Hal itu membuat Goro Dojima menurunkan todongan pistol nya dan tidak lama, dia menitihkan air matanya.
__ADS_1
"Alice, putri ku!" gumam Goro.
Alina melontarkan senyuman dan tidak lama, Goro memeluk nya.
Juan yang melihatnya menjadi terharu. Pertemuan yang tidak pernah terjadi sebelumnya kini terjadi di kesempatan kedua.
Lalu, Alina dan Goro berbincang-bincang di ruangan tersebut. Mereka berbincang tentang masa kecilnya hingga Alina saat ini. Selain itu, Alina berbincang tentang dirinya yang kembali ke masa lalu dengan kemampuan yang dimiliki oleh Juan.
Goro yang mendengar itu, dia sontak melihat Juan dengan tatapan bangga. Lalu, Goro beranjak dari kursi dan memegang kedua bahu Juan.
"Juan, Terimakasih. Kamu telah menjaga putri ku satu-satunya."
Juan menjawab nya dengan tegas, "Sudah seharusnya, aku menjaga Alice karena dia, wanita yang sangat aku cintai," Juan mengalihkan pandangannya kearah Alina yang mana Alina juga menatap Juan dengan senyuman senang.
Goro yang melihat itu, dia tersenyum.
"Baiklah, aku akan membantu kalian selama itu juga demi kebaikan Ryu Go Kuro dan aku akan mengawasi pergerakan Haruto Masamune."
Alina pun beranjak dari kursi nya dan menghampiri Goro.
"Terimakasih, ayah! Dan, tolong Rahasia kan pertemuan ini!" ucap Alina seraya membungkukkan badannya.
Sesudah itu, Juan dan Alina berpamitan dengan Goro Dojima lalu, meninggalkan nya melalui gate agar tidak terlihat oleh para anggota Yakuza dan dalam sekejap mata, Alina dan Juan sudah berada di New Indonesia lagi.
Saat keluar dari Gate, Alina merenggangkan tangan nya keatas, "Inilah yang aku senang dari teleportasi. Aku bisa pergi kemana saja."
Juan hanya tersenyum melihat sikap Alina tersebut.
Sesaat kemudian, Alina dan Juan berjalan-jalan dan ditengah perjalanan, Alina terpikir sesuatu.
"Juan, waktu kita masih banyak. Bagaimana kalau kita pergi ke Kamar Taj yang ada di Ancient Nepal?"
"Tapi, gate hanya bisa mengunjungi tempat yang sudah aku kunjungi," jawab Juan.
"Mengunakan ingatan kah?" sambung Alina sambil mengusap-usap dagunya.
"Kalau Sling Ring di Mytic Art mengunakan apa?" tanya Juan.
__ADS_1
"Mengunakan ingatan juga namun, bisa mengunakan foto atau untuk menemui seseorang," jawab Alina.
Saat mendengar itu, Juan menghentikan langkahnya begitupun Alina.
"Bagaimana kalau aku mencoba nya?" ucap Juan.
Alina menganggukan kepalanya, "Sip, kita mencoba nya!"
Seusai mengatakan itu, Alina mengambil ponsel dan mencari gambar kota Kathmandu, Ancient Nepal.
"Juan, ini fotonya!" seru Alina seraya menunjuk kan foto di ponselnya.
"Oke, kita cari tempat yang memadai!"
Alina dan Juan pun pergi ketempat yang sepi lalu, Juan mencoba buka fitur gate dengan ingatan foto.
"Ciel, aktifkan Delta 6 - Gate!"
Sesaat kemudian, lingkaran muncul dan Alina yang melihat dibalik lingkaran tersenyum senang dan sontak masuk kedalam gate.
"Alina!" ucap Juan yang ingin menghentikan langkah Alina namun tidak berhasil maka dari itu, Juan pun mengikutinya.
Setibanya dibalik gerbang, Alina dan Juan terpukau dengan melihat pemandangan kota Kathmandu.
"Juan, kamu berhasil! kita benar-benar berada di tempat yang asing bagimu," ucap Alina.
"Iya, aku berhasil," ucap Juan.
Sesaat kemudian, ada seseorang pria yang menegurnya. "Siapa kalian?"
Juan dan Alina mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara tersebut.
Alina yang melihat sumber suara itu tersenyum senang lantaran pria yang menegurnya bukanlah orang asing.
"Master Wong! saya kesini untuk bertemu dengan anda," ucap Alina seraya memberikan tanda penghormatan kamar Taj.
"Hah?! bertemu dengan ku?" kaget heran Wong.
__ADS_1
Juan dan Alina tersenyum lebar melihat kearah Wong.
...# Extraordinary System #...