
...Season 5: Bab 06. Detektif Cybercrime...
Dimalam yang sama dengan tempat yang berbeda, Yuda Prakoso sedang berdiri tenang didalam lift dengan memainkan koin kecilnya dengan jemarinya. Dia tidak sendiri, Yuda ditemani oleh Humanoid miliknya RK - 900 dan Yuda memberikan nama Josh.
Lokasi penyanderaan berada di lantai teratas dan pada lantai 50, lift itu terbuka.
Polisi yang mengenakan armor lengkap yang ada disana sontak melaporkan kepada semua.
"Utusan negosiasi dan detektif Cybercrime tiba!"
Yuda pun melangkah keluar dan mengangguk kepalanya kepada petugas itu lalu, masuk kedalam ruangan yang mana ruangan itu sudah berantakan serta sudah banyak nya Petugas yang menjaga.
"Sungguh disayangkan tempat sebagus ini menjadi berantakan seperti ini," ngeluh Yuda yang diakhiri dengan menghela nafas.
"Yuda, kita harus bergegas!" seru Josh.
"Iya, ya. Ayo! pertama kita temui kapten tim!" jawab malas Yuda.
Yuda dan Josh melanjutkan langkahnya yang mana sang kapten sedang melakukan pemantauan.
"Lapor, kapten Mulyono. Saya Yuda," sapa Yuda.
Kapten itu mengalihkan pandangannya kearah Yuda.
"Oh, jadi kamu detektif Cybercrime itu dan rongsokan nya," ucap kapten Mulyono.
Yuda yang mendengar itu, dia tersenyum kecil.
"Lalu, bagaimana status nya?" tanya Yuda.
"Masih sama, satu Humanoid menyandera satu keluarga dan aku sudah memposisikan semua pasukan untuk bersiap," ucap kapten.
__ADS_1
Disaat Yuda sedang berbincang, Josh pergi menelusuri ruangan untuk mencari petunjuk agar presentasi negosiasi semakin tinggi.
Josh memiliki fitur yang dibuat khusus untuk detektif dan Intel. Selain itu juga Josh dilengkapi dengan fitur [Rekontruksi], Sebuah fitur yang mampu merekonstruksi adegan dari beberapa benda yang ditemukan di TKP dan saat rekonstruksi berhasil, Josh mengirimkan nya kepada Yuda berupa video.
Dan, Yuda yang menerima video itu dia pun mendapatkan beberapa topik untuk negosiasi.
"Baiklah, kapten. Aku akan tunjukan! semua tidak harus diselesaikan dengan kekerasan," ucap ledek Yuda.
"Cihh ... coba saja!" jawab nantang kapten.
Seusai itu, Yuda pergi ke lokasi penyanderaan. yang mana ayah dan ibu mereka sedang diikat dan duduk didepan sosok humanoid yang memegang pistol.
"Hei, Dani. Aku Yuda, bagaimana kalau kita bernegosiasi?" ucap Yuda yang berlahan menghampiri penyandera dengan mengangkat kedua tangan.
"Kenapa kamu tahu namaku?!" seru Dani yang sontak menodongkan pistol kearah Yuda.
"Dani, Bukankah kamu sangat dekat dengan keluarga ini! Kenapa?" ucap Yuda.
Ditengah percakapan Yuda dan penyandera, dia melihat Josh yang sedang mengendap-endap menghampiri penyandera. Yuda yang melihat itu, dia pun melanjutkan percakapan nya penyandera hingga pandangan nya teralih.
Sampai pada akhirnya dijarak yang sudah dekat penyandera sadar akan kehadiran Josh dan ingin menembak sandera tapi, Josh berlari dan mendorong nya hingga terjatuh dilantai sampai-sampai penyandera menembak asal
Dor!
Suara itu sontak membuat para polisi turun tangan dengan menghampiri dan menodongkan senjata kearah penyandera.
Namun, disaat yang sama Yuda menempelkan ponselnya dan menghubungkan nya. Lalu, setelah terhubung Yuda mengendalikan humanoid itu dengan ponsel dan mematikan nya.
Sesudah itu, para Polisi bergegas mengambil sandera dan membebaskan nya. Sedangkan, Yuda menghela nafas panjang dan Josh berdiri.
"Kerja bagus, Josh!" ucap Yuda yang memegang bahu Josh.
__ADS_1
Josh hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Beberapa saat kemudian, kapten Mulyono datang dan memberikan tangannya.
"Detektif Cybercrime, kerja bagus!"
"Ya, sama-sama," jawab Yuda
Yuda dan kapten itu saling bertukar senyum dan berjabat tangan. Tidak lama Yuda pun melepaskan jabat tangan itu dan meninggalkan kapten Mulyono bersama Josh.
Keesokan pagi ditempat berbeda, sinar matahari pagi dan suara ayam berkokok membangunkan seorang wanita cantik yang sedang tidur di kursi teras. Wanita itu Alina.
Selain itu, Alina mendengar suara seseorang yang sedang bekerja dan bau rumput tercium olehnya. Hal itu membuat nya membuka mata dan Alina pun terkejut lantaran dirinya ditutupi oleh selimut.
"Sudah pagi kah?" ucap Alina seraya mengucek matanya.
Juan yang sedang memotong rumput, dia pun menghentikan aktifitasnya lantaran melihat Alina yang sudah bangun.
"Selamat pagi, Alina," sapa Juan.
Alina mengumpulkan kesadaran dan menjawab Juan.
"Selamat pagi juga Juan!"
Sesaat kemudian, Juan menghampiri Alina.
"Maaf, Alina. Semalam aku tidak memindahkan mu melihat mu begitu pulas tidur," ucap Juan.
Alina tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Tidak masalah. Tapi .." Alina memegang kedua pipi Juan. "Hari ini, kamu harus mengajakku kemana pun kamu pergi."
Juan tersenyum dan mengangguk kepalanya. Begitu pun Alina yang membalasnya dengan senyuman.
__ADS_1