
...Season 4: Bab 16. Broken Chamber of The Secret....
Juan dan Alina saat ini berada di ruang rahasia milik Saga Indraguna. Namun, ruangan itu berbeda dari ruangan yang sudah temui oleh Juan di dunia nyata. Ruang itu mirip seperti labirin yang pernah dikunjungi nya di dunia lain.
Tidak hanya itu, ruangan itu seakan-akan pecah oleh lubang hitam. Juan yang penasaran dengan keadaan itu, "Apa yang terjadi disini?"
"Ikut dengan ku! Aku akan menjelaskan nya!" jawab Saga dengan ekspresi serius dan melangkah ke sebuah ruangan yang tidak jauh dari tempat Juan berdiri.
Setibanya disana, Juan melihat ruangan santai yang dilengkapi bar, billiar dan permainan lainnya serta memiliki set sofa untuk tamu. Juan dan Alina pun dipersilahkan untuk duduk oleh Saga.
Lalu, Alina dan Juan duduk disofa itu begitu pun Saga. Lalu, Saga menjelaskan tentang dirinya.
Sesudah perang bisnis dengan Prima Group. Lima tahun kemudian, Saga hidup damai dengan ketiga istrinya bahkan Saga sudah memiliki dua anak bernama Rendy, Johan dan Fay.
Kyle, putra sulung Saga dari Tanya Wu. Johan, Putra kedua Saga dari Rachel Prima dan terakhir Fay, putri bungsu Saga dan Agitta Grindwald.
Saat Saga mengucapkan istri ketiga, Alina pun terkejut, "Jadi, Ketua Saga memiliki tiga istri!"
Saga tidak merespon hanya memberikan senyuman dan anggukan kepala.
Disisi lain, Juan mencurigai sesuatu. "Maaf, jika aku salah. Apakah Nyonya Agitta Grindwald, manusia dari dunia lain?"
"Hah?! benarkah?" kaget Alina.
Lagi-lagi Saga tersenyum, "Seperti yang aku duga. Kamu memang jenius. Benar, Agitta sosok wanita dari dunia lain yang mengelola dungeon ini bersama ratusan rakyat nya akan tetapi, satu tahun yang lalu.
Sosok penyihir datang ke Dungeon bernama The Lord Strange. Alina dan Juan terkejut mendengar nya hingga mata mereka terbuka lebar dan saling menatap untuk sesaat.
Disaat The Lord Strange invasi ke dungeon, dia membunuh semua orang disana lalu menyerap energi kehidupan mereka.
__ADS_1
Tidak hanya penghuni dalam Dungeon namun, The Lord Strange juga menyerap energi sihir di dungeon. Namun, penyerapan energi itu berhasil dihentikan oleh Agitta dengan meleburkan diri ke dungeon dan memindahkan The Lord Strange yang tidak ketahui serta menutup akses ke dunia lain.
Ekspresi Saga berubah sedih saat menjelaskan hal itu, "... Berkat Agitta juga lah dungeon berhasil diselamatkan meski mengalami kerusakan 90 persen." Saga pun menenangkan diri dan mengusap air matanya dengan sapu tangan yang diberikan oleh Raya. "Maka dari itu, aku membutuhkan bantuan mu untuk memperbaiki dungeon."
"Bagaimana Ketua Saga yakin kalau aku bisa memulihkan dungeon?" ucap ragu Juan.
"Sewaktu pertarungan melawan The Lord Strange, dia menyebutkan nama Juan Prakoso dan dia mengumpulkan energi untuk mengambil energi kehidupan mu," jawab Saga dengan tatapan tajam kearah Juan.
Alina yang mendengar itu, dia mengeram kesal dan marah hingga dia mengepalkan kedua tangan nya dengan keras. "Tidak akan aku biarkan. Siapapun menyakiti Juan?!"
Juan yang mendengar itu melontarkan senyuman lalu, memegang tangan Alina yang dikepalnya dengan keras. Saat tangan di pegang oleh Juan, Alina sontak menoleh kearah Juan dan melihat senyum nya sehingga membuat dirinya tenang.
"Terimakasih," ucap Juan.
"Sudah seharusnya, aku juga melindungi mu," jawab Alina.
Juan dan Alina saling menatap serta bertukar senyum.
Alina dan Juan serempak mengalihkan pandangannya kearah Saga.
"Iya. Silahkan!" ucap Alina.
Lalu, Saga melanjutkan ucapannya. "Maka dari itu, aku tahu yang bisa memperbaiki dungeon hanyalah penyihir yang sama dengan The Lord Strange yaitu kamu, Juan."
Juan yang mendengar itu, dia menghela nafas panjang. "Meski takdir berubah menjadi damai. Namun, aku tidak bisa melepaskan masalah yang rumit." Juan melihat kearah Saga disertai senyuman, "Baiklah, aku akan mencoba nya tapi, aku tidak bisa berjanji apapun."
Saga tidak menjawab hanya memberikan senyuman.
Seusai perbincangan itu, Juan bersama dengan Alina, Saga dan Raya kembali ke Chamber. Lalu, Juan jongkoknya dan memegang tanah Chamber dengan kedua tangan. Setelah itu, memerintahkan Ciel.
__ADS_1
"Ciel, aktifkan fitur Delta 800. Absolute Analyzer!"
Absolute Analyzer sebuah fitur yang mampu menganalisa apapun baik dunia nyata atau pun tidak nyata.
Karena fitur itu membuat seluruh ruangan Chamber berubah menjadi hujan angka dan huruf berwarna hijau atau di sebut hujan kode Matrix.
Kling!
[Analisa selesai. Kerusakan 95 persen. Kapasitas mana, 40 persen. Titik kritis ditemukan!]
Sesudah melihat laporan Ciel, Juan melepaskan tangannya dari lantai dan berdiri.
Lalu, Juan melangkah ke suatu arah yang membuat Saga dan Alina terheran.
"Juan, ada apa?" tanya Alina yang juga mengikuti langkah Juan.
"Orang yang bertanggung jawab kerusakan dungeon ini ada disini!" jawab dingin Juan.
Saga yang mendengar itu, dia pun terkejut, "Apa katamu?!"
Juan tidak menanggapi ucapan Saga dan berhenti di tembok perbatasan.
"Ciel. Buka segel!"
Sesaat kemudian, dinding berubah menjadi pintu dan Juan serta lainnya masuk kedalam ruangan itu yang mana mereka melihat sosok yang tidak asing untuk Juan dan Saga.
Pria yang mengenakan jubah hitam dengan sayap unggu. Lalu, saat Juan datang sosok itu membuka matanya dan menatap tajam Juan.
"The Lord Strange!" gumam Juan.
__ADS_1
"Lama tidak berjumpa, Jin!" ucap The Lord Strange dengan wajah senyuman lebar.
...# Extraordinary System #...