FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Kenakalan Yuma.


__ADS_3

11


Raka menatap adiknya dengan sangat tajam. Dia mencoba sabar untuk menunggu adiknya menjelaskan apa yang selama ini sebenarnya sudah ia ketahui sejak lama. Tetapi, semakin Raka diam maka semakin hening pula lisan Yuma.. Akhirnya, Raka pun mencoba untuk menekan Yuma lagi.


"Katakanlah, kakak sudah tahu semuanya!" ucap Raka membuat Yuma tercengang.


"Apa! Kakak sudah tahu alasannya kenapa dulu Yuma lebih memilih bekerja dari pada melanjutkan sekolah?" tanya Yuma terkejut.


"Tapi kakak ingin dengar sendiri dari mulut kamu!?"


Yuma tersenyum dan tersipu sangat malu.


"Ehkmm.... Kak, perusahaan papahnya Alon membutuhkan banyak dana untuk memulihkan kebangkrutannya. Aku hanya ingin membantu Alon," jelas Yuma.


"Kamu bisa mengatakan pada kakak dan kakak akan membantunya. Apa kamu tidak percaya dengan kakak!?" tanya Raka.


"Bukannya begitu kak, aku hanya ingin Alon melihat sendiri jika akulah yang telah membantu keluarganya," jelas Yuma kembali, tapi kini dengan wajah yang begitu sangat memerah.


"Dan kamu kini malas-malasan setelah tahu perusahaan keluarga Alon pulih dan ternyata Alon telah memiliki kekasih lain!?" tanya Raka yang langsung mengunci pergerakan bicara Yuma.


Yuma hanya semakin menundukkan kepalanya. Dia sangat terkejut mengetahui kenyataan jika ternyata kakaknya tahu banyak tentang dirinya.

__ADS_1


Dari pada habis tak tersisa, Yuma memutuskan untuk diam saja dan menerima semprotan dari kakaknya, Raka.


"Seharian hanya malas-malasan tidur di kantor! Bolos dan pergi gak jelas bersama dengan teman-temanmu! Menghabiskan jatah bulanan dengan hal-hal yang tidak berguna. Apa kakak perlu mengadukan hal ini kepada Ibu supaya kamu tidak lagi memfitnah Kakak yang selama ini mencoba untuk melindungi kamu!?" lanjut Raka kini lebih mematikan nyali Yuma.


Yuma yang sadar jika dirinya benar-benar telah melakukan kesalahan hanya bisa menetaskan air mata penyesalan. Tapi hanya Yuma dan tuhan yang tahu apakah Yuma benar-benar menyesal. Karena selama ini yang Raka lihat, penyesalan Yuma hanyalah tobat instan.


"Katakan pada kakak, Yuma! Cara apa lagi yang harus kakak lakukan untuk bisa membuat kamu lebih disiplin dan bertanggung jawab. Kita ini bukan orang biasa Yuma, kamu harus sadar itu! Kita lahir dari ayah kita yang memiliki banyak harta, dan kita memiliki adik yang harus kita jaga. Jika kita tidak menjaga harta keluarga kita dengan baik lalu adik-adik kamu nanti akan kebagian apa!?


Apa kamu lupa, gara-gara kecerobohan kamu 5 klien membatalkan kontrak dengan secara sepihak dan semua karena ulah kamu! Usaha yang selama ini kakak bangun hancur dan kini kakak harus memulihkannya lagi!" bentak Raka dengan suara tertahan.


"Hiks...hiks... Apa kamu tidak kasihan pada kakak, kakak sudah lelah Yuma... Apa kamu tidak lihat, di usia kakak sekarang bahkan kakak belum menikah. Hiks...hiks...hiks...!" Kini malah Raka yang gantian tersendu memilukan membayangkan nasibnya sendiri. Di usia matang, dia tak juga menikah-nikah.


Yuma yang awalnya sedang tersendu-sendu pun terdiam dan melirik kakaknya Raka dengan tidak percaya.


"Kakak, apakah kakak menangis!?" tanya Yuma dengan kekonyolan membuat Raka rasanya ingin meraung-raung dan menjabak rambut adik perempuannya itu.


Yuma yang melihat wajah Raka yang sudah memerah langsung memeluknya dengan erat.


"Kakak, yang sabar ya.. jodoh sudah ada yang ngatur. Kakak tidak usah takut menjadi perjaka tua, karena masih banyak janda semok yang mau dengan berondong tua. Apalagi brondong tuanya kaya dan tampan seperti kakak. Bahkan, jika aku bukan adik kakak, maka aku akan siap untuk menjadi istri kakak,!" ucap Yuma yang sok-sokan menegarkan Raka, tetapi sepertinya dia tidak ahli dalam menghibur orang yang sedang dalam duka terdalam.


Raka pun akhirnya semakin terisak-isak mendengar ucapan adiknya.

__ADS_1


Ini hiburan atau hinaan, Raka tak dapat lagi berkata-kata untuk adiknya.


Yuma yang mengira jika kakaknya terharu dengan ucapannya dengan percaya diri tetap setia memeluk dan menghibur kakaknya meski dirinya telah di marah-marahi habis-habisan oleh Raka. Yuma tak membenci Raka karena dia sadari semua adalah kesalahannya.


...


Kita di perlihatkan Jay yang sudah diperbolehkan pulang. Dia tersenyum senang mengayuh sepeda pulang sambil membawa semangka jumbo yang diberi oleh Bapaknya Tini.


Kini, Jay merasa jika dirinya adalah benar-benar pria sejati. Karena dia telah menuntaskan tanggung jawabnya sebagai pria dengan gentleman.


Bahkan ini adalah pertama kalinya Jay merasakan susahnya dan senangnya mencari uang. Meski awalnya dia hukum, tetapi Jay tidak percaya jika dirinya juga mendapat upah seperti yang lainnya dari bapaknya Tini yang terlihat sangar dan galak. Jay benar-benar sangat senang, bahkan dia berjanji uang hasil jerih payahnya itu akan dia simpan untuk kenang-kenangan.


Berkat kejadian ini, rasa ilfil/jijik/dendam kepada Tini pun lenyap. Jay merasa jika Tini adalah teman yang baik dan gadis yang sangat cantik. Sepertinya, Jay telah menemukan cinta pertamanya.


...


...


...


OJO LALI LIKE !

__ADS_1


__ADS_2