FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Takdir Tak terduga 7


__ADS_3

Di dalam kamar, terlihat Raka menatap tajam ke arah Asih yang kini benar-benar merasa sudah tidak ada keberanian meski hanya sekedar untuk menarik nafasnya.


Asih menggelengkan kepalanya memohon supaya Raka mau melepaskannya.


Raka, dia mencoba mengambil nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya dengan tenang. Tanpa berkata apa-apa, Raka berjalan untuk memunguti semua alat-alat yang sudah dia jatuhkan.


Sampai disini Asih masih tetap tidak berani untuk bergerak. Raka dengan perlahan memunguti satu persatu alat-alat yang dia jatuh kan.


Setelah selesai, Raka mengambil posisi berdiri di sisi Angel.


"Apa. Apa alasan kamu menolaknya? Tolong beri aku penjelasannya?" tanya Raka membuat otak Asih harus bekerja keras. Bagaimana dia bisa menjelaskan secara detail. Menurutnya, harusnya Raka lebih tahu alasannya dari pada dirinya.


Raka bahkan bertanya tanpa mau menatap wajahnya. Raka tetap fokus melihat wajah Angel yang sudah tertidur dengan lelap.


"Mas..?" Bibir Asih sangat kaku.


"Kamu tahu wajah ini," ucap Raka sembari mengelus wajah cantik Angel. " Wajah ini sangat cantik, terkenal, dan juga di hormati. Setiap mata yang melihatnya pasti akan memujinya. Jika kamu bersedia untuk melakukan transplantasi wajah, maka kamu bisa berjalan dimana semua mata akan memujimu. Kamu lihatlah wajahmu. Bukankah kamu selalu di tolak dimana pun kamu berada dengan wajah itu. Dengan wajah ini, kamu bisa merasakan bagaimana rasanya di puji, disanjung dan dihormati. Bahkan, dengan wajah ini kamu bisa membalas Perbuatan semua orang yang telah mencela dan juga merendahkan mu. Dengan wajah ini kamu bisa merasakan banyak hal baik yang belum pernah kamu rasakan," ucap Raka mencoba untuk membujuk Asih dengan nada yang lembut supaya dia bersedia.


Tapi sepertinya semua itu tidak membuat Asih tergoda. Meski dia memiliki wajah ini, tetapi ini adalah wajah yang di berikan tuhan untukknya. Asih hanya berfikir, dia ingin di cintai dengan apa adanya dirinya.


"Di tambah aku akan memberikan semua hartaku pada mu. Bukankah kamu menikah denganku hanya demi uang?" sindir Raka kini sambil menatap wajah Asih yang terlihat sangat pucat.


Raka berjalan ke arah Asih dan mulai membelai wajahnya. Lalu Raka membisikan sesuatu ke telinga Asih.


"Jika kamu ingin aku cintai, jadilah seperti apa yang aku inginkan."


Asih, dia meremas seprai dengan sangat kuat. Sungguh, kali ini Asih benar-benar tidak tahan lagi.


Asih mendorong Raka dengan kuat lalu bangkit dari rebahannya.


"TIDAK MAS! AKU LEBIH BAIK DI BENCI DARI PADA HARUS MERUSAK WAJAHKU INI!" teriak Asih sangat kuat membuat semua orang di luar sampai bisa mendengarnya.

__ADS_1


Yuda, Mumut, Yasmin dan Jaka pun akhirnya mengerti apa yang dimaksud dengan ucapan Asih.


Mereka menutup mulut yang ternganga karena tidak percaya. Bagaimana Raka bisa melakukan itu kepada Asih.


"Jakaaaa.... Bagaimana ini, dek... Hiks ..hiks.. apa yang akan Raka lakukan kepada Asih!?" tanya Mumut merasa sangat cemas, khawatir dan takut.


"Mbak, tenang dulu ya. Mas Yuda, apakah Ju sudah jalan?" tanya Jaka.


"Sudah, sebentar lagi akan sampai," jawab Yuda.


Tidak lama, Ju pun datang bersama dengan Jay dan Jim.


"Papah,!?" sapa Ju.


"Sayang, kamu sudah sampai. Apakah kamu memiliki cara supaya kita bisa memantau Raka?" tanya Yuda.


Ju pun langsung membuka koper kecilnya dan mengambil beberapa robot kecoa.


Ju benar-benar membuat Mumut mengingat bagaimana dulu Raka melakukan ini untuk membujuk Yuma yang marah.


Di sana, akhirnya kita dapat di perlihatkan bagaimana Raka mengejar Asih yang ingin keluar.


"Asih tunggu! Aku mohon, jangan buat aku bertindak kasar. Plis, aku mohon. Hanya kamu satu-satunya harapan aku?" ucap Raka sembari memeluk erat Asih dari belakang.


Semua orang di depan fokus menatap layar monitor untuk memantau Raka.


Asih mengerutkan keningnya.


"Mas, kenapa kamu ndak meminta seseorang saja. Lepaskan aku mas. Aku tidak papa jika harus di pecat. Tapi tolong jangan paksa aku. Aku ndak mau mas. Kamu bisa meminta perempuan lain untuk jadi mbak Angel. Kalo kamu memberi semua harta kamu, mereka pasti bersedia," ucap Asih memberanikan diri.


Raka memutarkan tubuh Asih supaya dapat menatap matanya.

__ADS_1


"Aku tidak bisa Asih. Semua karena aku mencintai kalian berdua. Dengan begini, aku bisa memiliki kalian berdua secara bersamaan. Asih, aku mohon. Hatiku akan hancur jika harus memilih di antara kalian," ucap Raka dengan lembut.


Deg.. jantung Asih langsung berdebar sangat kuat mendengar pengakuan Raka.


Di luar, Mumut menetaskan air mata dengan deras. Ucapan Raka akhirnya mengorek kembali luka lama.


`Bagaimana, bagaimana bisa Raka melakukan apa yang pernah dulu ayahnya lakukan. Raka, ibu mohon jangan begini, naaak?" batin Mumut merasa sangat sedih melihat putranya yang seperti ini.


"Oya, Ju. Apakah kamu bisa memperlihatkan rekaman Angel yang di buat untuk Raka. Siapa tahu dia akan luluh setelah melihat rekaman Angel!" ucap Jaka yang langsung memberikan sebuah flashdisk kepada Ju.


"Bisa, om. Ju akan ambil memorinya saja."


Di kamar, Asih tidak tahu harus berkata apa lagi. Ketika Raka menariknya untuk kembali ke atas kasur. Entah mengapa Asih tidak sanggup lagi untuk menolaknya.


Entah karena Asih memang mencintai Raka juga, atau semua karena keterpaksaan. Asih tidak ada jalan lain selain menuruti kegilaan sang suami.


Raka tersenyum kepada Asih yang mulai jinak dan tidak lagi membangkang. Bahkan demi supaya Asih tidak kabur lagi, dia mengingat kedua tangan Asih di sisi ranjang.


Asih hanya menatap langit-langit dan pasrah. Asih selalu terngiang kata-kata Raka yang akan hancur tanpa dirinya ataupun Angel. Entah mengapa Asih tidak bisa untuk melihat Raka hancur begitu saja.


Raka sudah mulai menyuntikan bius ke lengan Asih. Sesaat, Asih pun kini mulai terlelap.


Saat ini, Raka sedang mempersiapkan dirinya untuk memakai perlengkapan operasi.


Di luar, terlihat semua orang dengan gila mencoba untuk membuka pintu. Bahkan Yuda dengan tekad memanggil tukang servis untuk datang dan membantu membuka pintu ataupun pintu di rusak juga tidak masalah.


Di sisi lain, Ju juga dengan konsentrasi penuh mencoba untuk mentayangkan rekaman dari Angel.


Sampai akhirnya, Ju menemukan tempat yang tepat untuk memutar rekaman itu supaya dapat dengan jelas Raka lihat.


"Juuu, ayo dong cepat sedikit. Raka sudah mulai mengambil pisau bedah ituuuuu!" teriak Yasmin terlihat sangat ngilu.

__ADS_1


CLIIING....


Sebuah cahaya mengehentikan aktivitas Raka. Cahaya itu memantul tepat ke mata Raka membuat Raka tersilau. Jika terlambat satu detik saja, maka wajah Asih akan tergores. Tapi beruntung, Ju dapat menghentikan aksi gila Raka untuk sesaat.


__ADS_2