
Malam ini adalah malam pertama untuk Alone dan Yuma dengan status suami dan istri.
Alone menatap wajah Yuma yang terlihat sangat manis. Walaupun Yuma sudah dewasa, tetapi dia memiliki wajah yang imut dan manis. Terlihat sangat awet muda.
"Alone?"
"Iya?" Alone memeluk Yuma dari belakang. Sambil melihat lampu ibu kota dari atas kamar hotel, mereka terlihat sangat romantis dengan baju tidur couple dengan motif doraemon.
Sampai sini Author masih tidak habis pikir dengan Yuma yang masih suka sesuka hati menjahili orang yang kini telah menjadi suaminya.
Tetapi anehnya Alone terlihat tidak keberatan dan tidak menolaknya. Dia dengan santai memakai apapun yang telah di siapkan oleh Yuma.
"Kamu tau, aku masih tidak percaya kalo kita sekarang sudah menikah. Setelah kejadian orang tuamu, aku pikir kamu akan trauma dan tidak jadi melanjutkan pernikahan kita."
"Bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu. Hem, meski aku sempat syok, tapi aku tidak bisa terus-menerus meratapi kepergian mereka. Hidup tetap harus lanjut, apalagi kini aku sudah memiliki tanggung jawab. Aku janji akan selalu melindungi dan menjaga mu." Alone semakin mempererat pelukannya.
Dalam pelukan hangat. Yuma hanya memejamkan matanya dan merasakan kehangatan yang Alone berikan.
......................
...****************...
5 Bulan telah berlalu.
Kita di perlihatkan Raka yang sedang membawa sang istri untuk melakukan pemeriksaan rutin di rumah sakit.
Asih terlihat sangat sehat di bawah pengawasan Raka. Bahkan penyakit yang Asih derita sudah di nyatakan bersih.
Kini Asih dapat menjalankan kehamilannya dengan mudah dan tidak lagi perlu khawatir tentang apapun yang dapat membahayakan janinnya ataupun ibunya.
__ADS_1
Raka sendiri yang akan melakukan USG untuk Asih.
"Kamu Lihat itu!?" Raka menunjukan bagian dimana sang jabang bayi bergeliat/mengulet.
"Mas, gemes banget ya? aku jadi gak sabar pingin gendong!" antusias Asih.
"Sabar ya, 3 bulan lagi kita akan melakukan operasinya. Kamu ingin melakukan operasi di tanggal berapa?" tanya Raka menatap wajah Asih dengan lembut.
"Loh mas, kok operasi? emangnya gak bisa normal ya!?"
"Em, untuk kemungkinan besar kita akan melakukan operasi. Operasi atau normal tidak perlu di pikirkan, yang terpenting kamu dan anak kita baik-baik saja dan sehat."
"Iya mas."
Asih pun mengangguk dan mempercayakan semuanya kepada Raka. Yang terpenting, Asih bisa memberikan Raka keturunan itu sudah lebih dari cukup baginya. Andai nyawanya tidak tertolong, Asih pun sangat ikhlas yang terpenting Anak dan Suaminya dapat hidup dengan bahagia.
Ketika sedang dalam fase tenang, tiba-tiba Jaka membuka pintu ruangan Raka dan Asih dengan gelisah.
"Om Jaka! Ada apa!?" tanya Raka.
"Ibu kamu, Paula!"
"Ada apa dengan dia!?" tanya Raka yang langsung dapat merasakan firasat tidak enak.
Di dalam ruangan terlihat Paula yang mengeluh sakit di dalam perutnya yang mulai membucit.
"Shhet .. Mas ini sakit sekali!" keluh Paula sambil memegang erat tangan Pangeran.
"Sabar sayang, semua akan baik-baik saja." Pangeran mencoba untuk menghibur sang istri.
__ADS_1
Terlihat Paula yang sangat kurus dengan wajah yang sangat pucat.
Pangeran selalu membujuk Paula agar mau menggugurkan sang bayi, tetapi Paula selalu menolak sampai akhirnya Paula menyerah dengan rasa sakit yang sudah tak tertahankan lagi.
Raka dan Jaka masuk dan mulai memeriksa Paula.
"Ayah, biar Raka bantu periksa Mama Paula!" langsung mengecek denyut nadi Paula dan kandungannya.
"Raka, Bagaimana?" tanya Pangeran merasa tidak sabar.
"Tidak ad waktu. Kita harus melakukan operasi!" jelas Raka.
"Seperti yang sudah aku katakan!" sahut Jaka.
"Nggak! aku gak mau kehilangan bayiku!" Paula terlihat histeris. "Aaahk!" Rasa sakit pun langsung kembali menyayat tubuh Paula.
"Sayang, aku mohon padamu. Aku tidak ingin kehilanganmu sayang!?" Pangeran mencoba untuk membujuk Paula.
"Mama, kita akan berusaha untuk menyelamatkan bayi ini. Kandungan mama sudah memasuki usia 7 bulan. Kemungkinan besar bisa di selamatkan!" Raka mencoba meyakinkan Paula.
"Sayang, aku mohon padamu. Andai anak ini tidak selamat aku tidak perduli. Aku benar-benar tidak bisa kehilanganmu dengan cara seperti ini, Paula. Aku mohon!" Pangeran semakin mengeratkan genggamannya kepada Paula.
Terlihat Paula yang memekik karena sakit yang luar biasa. Paula benar-benar tidak dapat menahannya dan akhirnya pingsan.
"Paula!" Pangeran terlihat hiteris.
"Ayah, mama masih hidup, kita harus segera melakukan operasi!" ujar Raka di susul dengan Jaka yang mulai mempersiapkan segalanya.
"Iya, nak! selamatkan ibumu!" pinta Pangeran.
__ADS_1
"Ayah, Raka akan mencoba untuk menyelamatkan keduanya. Doakan saja semoga semua baik-baik saja!" ujar Raka meyakinkan Pangeran.
Pangeran hanya bisa menganggukkan kepalanya mengerti.