FAMILY AMBYAAAR

FAMILY AMBYAAAR
Gaya uget-uget


__ADS_3

Ini adalah hunian baru. Rumah besar itu adalah hadiah dari Yuda dan Pangeran yang telah patungan.


"Wah, mas rumah ini besar sekali!?" Tini nampak terkagum-kagum.


"Aku akan mencari pelayanan besok supaya kamu tidak lelah membersihkannya," jawab Raka yang langsung membuka pintu rumah.


"Oh, ndak usah Mas! Aku sanggup kok kerja sendiri," sahut Asih yang mengikuti Raka dari belakang.


"Ya sudah, terserah kamu saja. Tapi, jika kamu lelah katakan saya padaku, maka aku akan mencari pelayanan untuk mu."


"Njeh, mas!"


"Aku mandi duluan ya?" ucap Raka yang langsung membuka kemejanya didepan Asih.


Asih tersenyum tipis dengan senyaman genit.


"Ah, kata Onti yasmin aku harus begini jika mas Raka akan membuka bajunya. Aku harus terlihat seksi!" batin Asih mengingat apa saja yang diajari oleh Yasmin tentang malam pertama.


Raka yang melihat wajah aneh Asih pun langsung mengerutkan keningnya.


"Asih, ada apa dengan wajahmu?" tanya Raka.


"Oh, apakah wajah aku aneh?" tanya Asih heran mengapa Raka tidak tergoda seperti laki-laki yang dia liat di video p*rno bersama dengan Yamsin. Dimana laki-laki akan mendekati wanitanya yang tersenyum genit sambil sesekali memainkan lidahnya.


"Kamu terlihat seperti cacing kepanasan!" sindir Raka yang langsung masuk kedalam kamar mandi.


"Opo! cacing ke panasan? jadi mas Raka pingin aku bergaya koyo cacing kepanasan, seng gayane uget-uget gitu Yo..?" gumam Asih salah faham.


"Oke, kalo begitu aku akan pakai baju saringan tahu yang di beli sama Onti Yasmin biar keliatan gaya uget-uget aku. Asih, semangaaaat! ini demi dua juta!" batin Asih lagi.


Di dalam kamar mandi Raka terdiam. Raka sama sekali tidak bermaksud untuk melakukan hal intim itu kepada Asih.


Raka pikir, dengan menikah wanita polos seperti Asih akan memancing Angel datang. Namun nyatanya tak sesuai ekspektasinya. Angel masih juga tidak muncul.

__ADS_1


"Angel, jangan salahkan aku jika begini." Raka menatap dirinya sendiri di cermin kamar mandi.


Usai membersihkan diri, Raka pun keluar dengan handuk di pinggangnya.


"Ya Allah, kenapa majikan aku ini tampan sekali Yo? Hmm, gak rugi aku bekerja jadi istrinya," batin Asih terlamun memandang suaminya.


"Apa yang kamu lihat?" Raka berjalan menuju kemari berniat mengambil bajunya.


"Ah, ndak mas!" sahut Asih yang tiba-tiba gugup.


"Mandilah, habis itu istirahat!" perintah Raka


"Baik, Mas!" Asih dengan cepat-cepat pergi ke kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Asih memegang jantungnya yang tiba-tiba berdegup dengan kencang.


"Kenapa jantung aku seperti ini? apakah ini yang dinamakan sakit jantung!?" gumam Asih.


Singkat cerita, akhirnya asih keluar dari kamar dengan baju dinas suami.


Asih menari-nari gaya ular sehingga membuat lekukan tubuhnya terlihat.


"Aduh, mas Raka kok diam saja ya? kata Onti aku harus seperti ini supaya bisa dapet anak. kalo aku sudah hamil, maka bayaran aku akan ditambah!" batin Asih semakin bersemangat menari.


"Asih, apa yang kamu lakukan!?" tanya Raka yang tak percaya dengan keberanian Asih menggoda dirinya.


"Maaas ... opo aku seksi mas? aku ayu Yo mas!?" Asih menungging di atas kasur dan mendekati Raka yang nampak kaku. Asih melakukan gaya uget-uget sambil menungging. Asih sama sekali tidak malu hampir telanjang didepan Raka, pria yang baru dia kenal kini menjadi suaminya. Semua karena, sebelumnya Asih sudah di latih oleh Yasmin dengan ditonton kan video p*rno. Alhasil, Asih yang polos akhirnya mengerti bagaimana caranya merayu suami dan membuat anak.


Setelah menari-nari dan melakukan goyangan uget-uget, akhirnya Asih membuang nafas kasar.


"Huuffftt... Akhirnya selesai juga!?" ucap Asih.


"Apanya yang selesai!?" tanya Raka yang masih bersandar di tempatnya..

__ADS_1


"Ya selesai membuat anaklah mas!" ucap Asih sambil memakai bajunya. Karena, sebenarnya asih tak tahan dengan dinginnya kamar mereka yang mengunakan AC dengan baju setipis saringan tahu.


Raka menahan tawanya. Mereka bahkan belum saling bersentuhan, tetapi Asih berkata jika mereka sudah membuat anak..


"Ini pasti kerjaannya aunty Yasmin!" batin Raka.


Jadi, Yasmin sebenarnya tidak memperihatinkan semua Vidio p*rnonya sampai akhirnya dimana laki-laki dan perempuan berhubungan intim. Tetapi Yasmin hanya memperlihatkan bagaimana seorang wanita menggoda pria dengan menunjukan tarian dengan baju yang sangat menggoda iman.


"Asih, apakah semua ini adalah perintah dari aunty Yasmin?" tanya Raka.


,


"Hehehe.. iya mas, kata Onti Yasmin, aku harus menari-nari dan goyang uget-uget supaya bisa dapet anak. Lumayan loh mas, kalo aku hamil nanti aunty Yasmin akan menambah gajihan aku!" jawab Asih yang kini telah naik ke atas kasur juga.


"Memang aunty yasmin akan menggaji kamu berapa jika kamu mau menikah dengan aku?"tanya Raka.


"Kata aunty Yasmin, dia akan memberi berapapun yang aku aku. Jadi, aku minta uang yang cukup banyak!"


"Berapa?"


"Dua juta! ditambah bonus 5 juta jika aku sampai hamil! Asih membayangkan jika dirinya memegang uang yang menurutnya sangat banyak itu.


Raka menggelengkan kepalanya.


"Aunty Yasmin tidak pernah berubah!" batin Raka.


"Ya sudah, kamu istirahatlah. Oya, kamu tidak perlu melakukan apapun untuk menggoda aku. Pesan dari aku, jauhi aunty Yasmin."


"Loh, kalo aunty Yasmin aku jauhi nanti gajihan aku bagaimana?"


"Aku yang akan menggaji kamu. 10 juta perbulan, apakah itu cukup?" tanya Raka.


"Sek mas, koyone aku aku jek mimpi, aku tak turu sek Yo!?" ucap Asih dengan tidak percaya dengan apa yang dia dengar. "10 juta perbulan! ya Allah, ini pasti aku sedang bermimpi!? Tapi, semoga saja ini jadi kenyataan, amiin!"

__ADS_1


Asih memejamkan matanya dengan sangat rapat. Raka hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang ternyata kelewat polos itu.


__ADS_2